Connect with us

Nasional

Sidang Sengketa Pilpres, MK Batasi Jumlah Saksi Tim Prabowo-KPU

Published

on

Sidang Sengketa Pilpres

Geosiar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) membatasi jumlah saksi yang dilayangkan pihak pemohon gugatan Pilpres, yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara KPU sebagai pihak termohon. Sesuai keputusan rapat permusyawaratan hakim (RPH), masing-masing pihak dibatasi untuk mengajukan sebanyak 17 orang saksi.

“Total yang diberi kesempatan itu 17 saksi. 15 saksi keterangan dengan 2 saksi ahli,” kata Juru Bicara MK Fajar Laksono, di gedung MK, Senin (17/6/2019).

Fajar mengatakan, pembatasan jumlah saksi ini telah diputuskan dalam RPH sebelum sidang perdana digelar. Akan tetapi, apabila ada pihak yang ingin mengajukan jumlah saksi yang lebih, hal itu akan dibahas dalam sidang hakim.

MK sambung Fajar belum menerima daftar saksi yang diajukan pihak pemohon dan termohon gugatan Pilpres 2019.

“Belum ada sama sekali,” ujarnya.

Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelumnya telah menyiapkan 30 orang saksi yang bersedia menjadi saksi dalam sengketa pilpres. Tim hukum Prabowo-Sandi juga sudah mendatangi LPSK untuk meminta jaminan keselamatan para saksi.

“Sejauh ini sudah ada lebih kurang 30 saksi yang sudah bersedia, tapi pertanyaannya rata-rata dari mereka adalah ‘apa jaminan keselamatan kami saat datang ke Jakarta? Kemudian ketika dalam proses persidangan dan setelah pulang ke daerah masing-masing,” kata anggota tim hukum Prabowo-Sandiaga, Iwan Satriawan, Sabtu (15/6/2019).