Connect with us

Sumut

Mahasiswa Unimed Manfaatkan Jelantah Jadi Zat Penyatu Air dan Minyak

Published

on

Mahasiswa Unimed Manfaatkan Jelantah Jadi Zat Penyatu Air dan Minyak (Unimed.ac.id)

Geosiar.com, Medan – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan eksperimen mengubah minyak bekas atau jelantah menjadi surfaktan, yaitu zat penyatu air dan minyak.

Ketua Program Kreativitas Mahasiswa dengan bidang kegiatan Penelitian Eksakta (PKM-PE) Universitas Negeri Medan (Unimed) Ahmad Ramadhan di Medan, Sabtu (15/6/2019) mengatakan surfaktan merupakan zat yang memiliki gugus hidropilik dan gugus hidrofobik sehingga dapat menyatukan air dan minyak.

Dia menjelaskan salah satu penyusun kimia minyak bekas ialah gliserol. Zat itulah yang dapat dijadikan surfaktan dengan serangkaian proses kimia.

“Produk surfaktan yang telah kami hasilkan, di antaranya ialah Gliserol Stearat, Gliserol Palmitat, dan Gliserol Oleat,” katanya.

Ia menambahkan, surfaktan mempunyai manfaat yang besar, sifatnya yang dapat menyatukan air dan minyak yang banyak digunakan pada industri kosmetik, makanan, obat-obatan, dan tekstil.

“Warga dalam aktivitas keseharian tidak terlepas dari penggunaan minyak goreng, di mana manfaatnya dalam dunia kuliner dapat membuat masakan menjadi lebih nikmat dan bergizi,” imbuh Ahmad.

“Namun penggunaanya yang berulang-ulang akan mengakibatkan rusaknya minyak sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan minyak bekas/jelantah tersebut akhirnya menjadi limbah,” tambahnya.

PKM-PE Unimed ini diketuai Ahmad Ramadhan dengan anggota Dian Wardana dan Dinda Prihatini Amne, sementara pembimbingnya yakni Eddyanto.