Connect with us

Pilpres 2019

TKN Tegaskan Jokowi Tidak Menyumbang Dana Kampanye Pilpres

Published

on

Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Wahyu Sakti Trenggono

Geosiar.com, Jakarta – Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Sakti Wahyu Trenggono, membeberkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu tidak ada menyumbang untuk dana kampanye pemilihan presiden atau Pilres 2019.

Pernyataan tersebut dikatakannya merespon ucapan tim hukum Prabowo Subianto yang mempertanyakan dana kampanye sebesar Rp 13 Miliar dari kas pribadi Jokowi.

“Enggak ada. Bisa dicek ke KPU detail data penyumbangnya,” kata Trenggono, Rabu (12/6/2019).

Tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjajanto sebelumnya mengatakan alasan agar MK membatalkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Salah satunya aliran dana kampanye Jokowi di Pilpres 2019.

Bambang mengungkapkan bahwa dalam melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye Jokowi pada 25 April 2019 sebesar Rp 19,508,272. Padahal, dalam LHKPN yang dilaporkan pada 12 April 2019, kekayaan berupa kas Jokowi sebesar Rp 6 miliaran.

“Di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara/LHKPN Joko Widodo yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019, harta kekayaan berupa Kas dan Setara Kas hanya berjumlah Rp 6.109.234.704. Ada pertanyaan, apakah dalam waktu 13 hari saja, harta kekayaan Ir Joko Widodo berupa Kas dan Setara Kas bertambah hingga sebesar Rp 13.399.037.326?” jelas Bambang dalam jumpa pers pada Rabu (12/6/2019).

Menurut hasil audit laporan dana kampanye peserta pemilu pada 2019 di laman resmi KPU, penerimaan dana dari pasangan calon 01 sejumlah Rp 0 (tidak ada).

Sementara kantor Akuntan Publik (KAP) Anton Silalahi yang mengaudit laporan penggunaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) seluruh peserta Pemilu 2019, menyebut pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi memenuhi syarat kepatuhan.