Connect with us

Sumut

Wali Kota Tebing Tinggi Serahkan LKPj TA 2018

Published

on

Penyerahan LKPj Tahun 2018 Oleh Walikota Tebing Tinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan dalam Rapat Pariporna DPRD, Selasa (11/6/2019). (Foto: WH/Geosiar.com).

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Wali Kota Tebing Tinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan menyerahkan nota pengantar Laporan Keuangan dan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2018 Kota Tebing Tinggi.

Penyerahan LKPj TA 2018 tersebut dilaksanakan saat Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD, M Yuridho Chap yang didampingi Wakil Ketua, H Chairil Mukmin Tambunan di ruang sidang DPRD Kota Tebing Tinggi, Selasa (11/6/2019).

Umar Zunaidi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara, Kota Tebing Tinggi berhasil mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk itu, Umar memastikan bakal terus mengupayakan perbaikan kualitas dalam penggunaan anggaran dana semasa kepemimpinannya.

“Hal ini tentunya tetap kita upayakan untuk terus membenahi apa yang sudah dilakukan untuk terus ditingkatkan pada masa yang akan datang,” tutur Umar saat rapat.

Selain itu, Umar turut mengutarakan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kinerja dan dukungan yang telah diberikan DPRD Kota Tebing Tinggi yang dinilai sudah bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Kiranya kerja sama ini dapat terus dibina dan ditingkatkan.” harap sang Wali Kota.

Dalam Nota Pengantar LKPj tertulis, tingkat petumbuhan ekonomi daerah tahun 2017 sebesar 51,14 persen, PDRB per kapita 2017 sebesar Rp 31.883.399,04. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,73 persen, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 2017 sebesar 63,35 persen.

Kemudian, Infalasi Kota Tebing Tinggi 2017 mencapai 3,10 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tebing Tinggi 2017 sebesar 73,90 persen. Sementara itu, Angka Kemiskinan Kota Tebing Tinggi mencapai 11,90 persen.

Sementara pada 2018, Pendapatan Daerah yang terealisasi sebesar Rp 717,738 miliar atau 99,50 persen dari target sebesar Rp 721,372 miliar. Pendapatan itu terdiri dari PAD sebesar Rp 114,005 miliar atau 107,98 persen dari target sebesar Rp 105,579 miliar. Sedangkan, Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp 30,084 miliar atau 124,18 persen dari target Rp 24,226 miliar.

Selanjutnya, dari Hasil Retribusi Daerah yang terealisasi sebesar Rp 3,580 miliar atau 74,77 persen dari target Rp 4,788 miliar. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp 13.598 miliar atau 100,73 persen dari target Rp 13,500 miliar. Dan lain-lain PAD yang sah mencapai Rp 66,742 miliar atau 105,83 persen dari target Rp 63,065 miliar.

Lebih lanjut, pada Dana Perimbangan dari pemerintah pusat dan provinsi yang terealisasi sebesar Rp 540,901 miliar atau 98,74 persen dari target Rp 547,815 miliar, Dana itu terdiri dari Dana Bagi Hasil sebesar Rp 16,633 miliar atau 93,08 persen dari target Rp 17,869 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 409,399 miliar atau 100 persen, serta Dana Alokasi Khusus Fisik sebesar Rp 63,825 miliar atau 93,35 persen dari target Rp 68,368 miliar.

Sementara itu, Dana Alokasi Khusus Non Fisik mencapai Rp 51,043 miliar atau 97,82 persen dari target Rp 52,178 miliar. Pendapatan Daerah Lain-lain yang sah sebesar Rp 62,830 miliar atau 92,43 persen dari target Rp 67,977 miliar. Sedangkan, Pendapatan Hibah sebesar Rp 20,285 miliar atau 103,47 persen dari target Rp 19,605 miliar.

Sedangkan, Dana Bagi Hasil Pajak dari provinsi dan pemerintah daerah (pemda) lainya sebesar Rp 25,502 miliar atau 81,81 persen dari target Rp 31,171 miliar, dan Bantuan Keuangan dari provinsi dan pemda lainnya sebesar Rp 17,042 miliar atau 99,08 persen dari target Rp 17,200 miliar.     

Terakhir, untuk Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp 782.969.885.317 terealisasi sebesar Rp 746.853.983.911,33 atau 95,39 persen dengan Belanja Tidak Langsung terealisasi sebesar Rp 283,929 miliar atau 97,15 persen dari target Rp 292,257 miliar. (WH)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Dzulmi Eldin Dinilai Gagal, Butuh Walikota Kemampuan Atasi Banjir

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo (DPP BPK) Jesayas Tarigan menilai Walikota dan Wakil Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin dan Ir Akhyar Nasution gagal memimpin kota Medan ke arah pembangunan lebih baik. Ke depan pasangan pemimpin ibukota Propinsi Sumut ini diharapakan memiliki kemampuan mengatasi berbagai masalah terutama banjir dan kebersihan.

“Kita lihat saja, masalah banjir hingga saat ini belum teratasi. Kota Medan telah mendapat julukan kota terjorok dan jangan sampai dijuluki kota banjir lagi. Mungkin saja upaya Pemko Medan tidak dapat menyelesaikan masalah itu, tapi tentu harus ada terobosan baru sejak awal,” ujar Jesayas (foto) kepada Geosiar.com, Kamis.(20/6/2019).

Ditambahkan Jesayas, saat ini kota Medan diselimuti banyak persoalan, selain masalah kebersihan dan banjir juga masalah jalan rusak berlobang masih kendala serius. Sehingga, proyek tambal sulam terkesan membudaya di kota Medan.

Seharusnya kata Jesayas, hal hal seperti itu harus disikapi serius bagi pemimpin kota Medan. Begitu juga bagi Walikota mendatang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai masalah itu. “Tentu, semua hal merupakan sangat penting. Namun seorang pemimpin harus bisa membedakan hal prioritas,” sebut Jesayas.

Menurut Jesayas, selain kebersihan, banjir dan jalan berlobang. Persoalan parkir juga dinilai menjadi masalah serius di kota Medan. Pemko Medan belum bisa membedakan peningkatan pendapatan tanpa mengabaikan pelayanan yang prima.

Alhasil, parkir di Medan menjadi penyumbang terbesar sumber kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Pemko Medan melalui Dishub terbukti tidak mampu menyelesaikan masalah itu dan tidak berani bertindak tegas. “Semua pihak tentu permasalahan diatas harus mampu diatasi pemimpin kota Medan lima tahun ke depan,” ujar Jesayas. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Sambut HUT Bhayangkara ke- 73, Polsek Dolok Merawan Beri Tali Asih untuk Masyarakat

Published

on

Kapolsek Dolok Merawan AKP. M. Manik bersama anggotanya memberikan Tali Asih berupa 2 Kasur Tidur (tilam) kepada Ibu Rosita Br Harahap, Kamis (20/6/2019) (WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kapolsek Dolok Merawan, AKP M. Manik S.H M.H bersama para personel menyambangi seorang ibu bernama Rosita Br Harahap yang baru mendapat musibah di Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (20/6/2019).

Hal itu dilakukan guna mempererat tali silaturahmi dan juga menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73 Tahun 2019.

Kapolsek yang langsung turun bersama anggotanya memberikan bantuan berupa 2 kasur tidur (tilam) kepada Ibu Rosita.

Kedatangan Kapolsek Dolok Merawan beserta anggotanya disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Bantuan sosial ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi Bhayangkara yang ke-73. Satu diantara yang di lakukan dengan kegiatan berbagi kasih,” kata Kapolsek.

“Oleh sebab itu kegiatan yang akan kita lakukan bukan hanya pemberian tali asih saja yang di lakukan, kita juga mengadakan kerja bakti religi di tempat-tempat ibadah seperti Gereja dan Masjid,” tambahnya.

Lanjut Kapolsek, bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar Polri khususnya di wilayah Polsek Dolok Merawan dan sekaligus ini menandakan bahwa Polri dekat dengan masyarakat.

“Semoga apa yang kami berikan dengan didasari rasa tulus dan ikhlas ini bisa bermanfaat. Mudah-mudahan masyarakat bisa bekerjasama dengan pihak Kepolisian terkait keamanan dari segi kamtibmas dan hal-hal yang lainnya, sehingga kita selalu sinergis membantu masyarakat,” ucapnya.

Sementara Rosita selaku penerima sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Polri atas kepedulian Polri terhadap masyarakatnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Polsek Dolok Merawan dalam Menyambut HUT Bhayangkara ke-73 berjalan lancar, aman dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Gedung Sekolah SMP IT, Gunakan Dana Desa?

Published

on

Plank Sekolah Milik Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah yang masih terpampang di lokasi sengketa. (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Proses pembangunan gedung sekolah SMP Islam Terpadu (SMP IT) yang ada di Dusun I Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menimbulkan banyak pertanyaan.

Pasalnya, kegiatan pembangunan gedung sekolah tersebut dikabarkan berasal dari Dana Desa Pematang Kuala Tahun 2019 sebesar Rp 235.194.000 yang terdiri dari dua ruangan berukuran 7×8 meter.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, bangunan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah di mana di dalamnya terdapat gedung Sekolah Dasar Pendidikan Islam Terpadu Misbahul-Ummah.

Salah seorang warga bernama Ramadhan (40) mengatakan bahwa dirinya hanya mengetahui bangunan tersebut milik sebuah yayasan. Dia pun merasa heran soal pembangunan yang menggunakan dana desa.

“Sepengetahuanku itu milik orang ramai atau milik yayasan bang. Kok bisa pekerjaan pembangunan gedung sekolah milik yayasan itu menggunakan dana desa,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Sementara di tempat berbeda, Kapala Desa (Kades) Pematang Kuala, Ramlan mengkonfirmasi kebenaran soal isu bangunan yang merupakan milik yayasan. 

“Iya, sebelumnya milik yayasan, tapi pihak yayasan telah menyerahkan ke desa,” ungkap Kades Ramlan.

Saat ditanya mengenai surat serah terima pindah tangan bangunan antara yayasan dengan desa, Ramlan menegaskan bhawa surat serah terima itu benar ada dan disimpan pada berkas desa.

“Iya, itu [surat serah terima] ada,” sambungnya.

Kendati demikian, banyak masyarakat masih bertanya-tanya terkait kepemilikan bangunan tersebut. Sebab, plank sekolah milik yayasan itu masih terpajang di lokasi seakan-akan masih dibawah kepemilikan yayasan bukan desa.(art)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com