Connect with us

Nasional

Mualem Soal Seruan Referendum Aceh: Spontanitas, Aceh pro-NKRI

Published

on

Muzakir Manaf alias Mualem.

Geosiar.com, Jakarta – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf alias Mualem memberikan klarifikasi terkait seruan Referendum Aceh yang dilontarkannya pada acara peringatan hari meninggalnya Tengku Hasan Muhammad Ditiro beberapa waktu lalu.

Mualem menyampaikan klarifikasi tersebut melalui unggahan sebuah video berdurasi 1 menit 17 detik di media sosial (medsos). Salah satu akun medsos twitter @jajangridwan19 tampak mengunggah video tersebut.

Dalam video itu, Mualem sempat memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Sebagai informasi, KPA merupakan sebuah organisasi yang diikuti oleh mantan kombatan GAM pasca-perdamaian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

“Assalamualaikum, saya Muzakir Manaf selaku Ketua PA dan KPA,” tutur Mualem dalam video yang dilihat pada Rabu (12/6/2019).

Lebih lanjut, Mualem mengaku bahwa dirinya secara spontan menyerukan kalimat ajakan referendum Aceh. Selain itu, dia mengatakan bahwa rakyat Aceh cinta damai dan pro-NKRI.

“Saya lakukan hal tersebut secara spontan kebetulan pada event peringatan haul meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro (Wali Nanggroe Aceh). Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro-NKRI,” lanjutnya.

Selain itu, dia berharap agar butir-butir perjanjian damai ‘MoU Helsinki’ antara GAM dan pemerintah Indonesia yang masih belum sesuai, bisa segera dituntaskan.

“Hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan saya buat suatu sendiri guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan,” ujarnya.

Dia pun berharap seluruh masyarakat Aceh bisa terus maju dalam membangun Provinsi Aceh di dalam NKRI.

” Saya berharap Aceh ke depan harus lebih maju, membangun provinsi Aceh dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Sebagai informasi, pidato Muzakir Manaf alias Mualem terkait referendum sempat viral di media sosial usai pemilihan umum bulan Mei lalu.

Saai itu, eks Panglima GAM itu menyampaikan pidato saat acara peringatan sembilan tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro di Banda Aceh pada Senin (27/5/2019) malam.

Dalam video itu, Mualem mengaku merasa resah sebab demokrasi di Indonesia dinilainya sudah tak adil. Sehingga, dia merasa Indonesia sudah berada di ambang kehancuran. Oleh karena itu, dia menyerukan agar Aceh sebaiknya referendum untuk masa depan lebih baik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sidang Lanjutan MK Dimulai, Jalan Medan Merdeka Barat Masih Dibuka

Published

on

Lalu lintas Jalan Medan Merdeka Barat (Detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Sidang lanjutan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah dimulai. Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat hingga saat ini masih dapat dilalui kendaraan.

Menurut pantauan di depan Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019), belum dilakukan penutup jalan atau rekayasa arus lalu lintas hingga pukul 13.25 WIB. Jalan Merdeka Barat arah Harmoni ataupun arah sebaliknya tampak masih bisa dilalui kendaraan.

Kawat berduri yang biasanya membentang di Jalan Medan Merdeka Barat juga hari ini belum tampak. Pintu masuk menuju MK juga tidak ditutup kawat berduri seperti biasanya. Akan tetapi tetap dijaga ketat oleh TNI-Polri terus berlangsung di sekitar MK.

Sementara, pada pukul 12.03 WIB, terlihat sejumlah tim hukum 01 turun dari bus di depan gedung MK. Kemudian menyusul anggota tim hukum 01, Irfan Pulungan, juga terlihat berlari menuju gedung MK pukul 12.45 WIB.

Diketahui hari ini merupakan sidang lanjutan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Agenda sidang hari ini ialah pemeriksaan saksi dari KPU, sidang dimulai pukul 13.00 WIB.

Continue Reading

BMKG

Gempa Bumi Guncang Sarmi Papua, Warga Hingga Keluar Rumah

Published

on

Ilustrasi Gempa

Geosiar.com, Papua – Gempa bumi berkekuatan 4,4 SR mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua pada Kamis (20/06/2019) dini hari sekira pukul 00.24 WIT.

Gempa ini dirasakan cukup kencang hingga sempat membuat warga panik dan keluar rumahnya masing-masing.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resminya, @infoBMKG, mengatakan pusat gempa berada di darat 18km barat laut Sarmi.

Gempa berada di kedalaman 15 km. Sementara titik koordinat gempa berada di 1,78 Lintang Selatan dan 138,60 Bujur Timur.

Gempa dirasakan (MMI) dalam skala III di Sarmi. Skala III berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu hingga membuat warga keluar rumah.

Hingga kini belum ada informasi mengenai dampak gempa ini.

Continue Reading

Nasional

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK

Published

on

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK (Tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman merasa aneh pada saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Beti Kristiana, yang memberikan bukti amplop di Mahkamah Konstitusi (MK).

Arief merasa, amplop yang disodorkan tersebut belum digunakan. Menurut halnya, saksi menyebut ada kejanggalan dari amplop surat suara yang ia temukan berserakan.

“Sampai pada bagian terakhir, saya cukup heran juga ada amplop yang setelah kita cek ternyata dugaan kita itu amplop belum pernah digunakan karena tidak ada bekas pernah digunakan,” ucap Arief di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Arief mengatakan amplop itu memang mirip dengan amplop yang dipakai KPU dalam mengemas surat suara. Akan tetapi amplop yang dibawa Beti itu sudah ditulis dengan spidol dengan tulisan tangan yang serupa walaupun Beti mengaku mendapatkan di tempat yang berbeda.

Ketika sidang, sebelumnya saksi Beti membawa sejumlah lembar amplop untuk surat suara. Ia mengaku mendapatkannya dalam kondisi berserakan di Juwangi, Kabupaten Boyolali.

Majelis hakim pernah mengecek bukti itu dengan memanggil Beti dan perwakilan para pihak ke meja hakim. Majelis hakim juga mempersilakan para pihak untuk mengabadikan bukti itu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com