Connect with us

Nasional

JK Soal Kelancaran Arus Mudik 2019: Karena Infrastruktur Membaik

Published

on

Pantauan arus mudik saat memasuki gerbang tol Cikarang Utama menuju arah Jakarta pada arus balik gelombang kedua di Bekasi, Minggu, (24/6/2010).

Geosiar.com, Jakarta – Kelancaran arus mudik pada lebaran 2019 diberitakan ramai dan lancar. Menurut Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, kelancaran arus mudik tersebut tidak terlepas dari kondisi infrastruktur yang semakin membaik.

JK mencontohkan, infrastruktur seperti jalan tol yang memang semakin baik dinilai berhasil memangkas durasi perjalanan para pemudik. Selain itu, perbaikan jalan di wilayah kabupaten hingga provinsi juga dinilai sangat mempengaruhi waktu perjalanan.

“Karena infrastruktur. Infrastruktur selama ini jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten. Dulu waktu belum jadi, Brexit bermasalah,” tutur JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sang wapres mengistilahkan kemacetan parah di ruas jalur pintu keluar tol Brebes Timur saat arus mudik lebaran 2016 sebagai Brexit. Sebab, kemacetan yang terjadi saat itu disebabkan sempitnya ruas jalan untuk kendaraan yang hendak keluar dari pintu keluar tol. Sejak itu, istilah Brexit digunakan sebagai plesetan.

Selain itu, menurut JK, penumpukan jumlah kendaraan pada tahun ini dapat dihindari karena waktu keberangkatan para pemudik cenderung lebih panjang dibandingkan dengan arus balik. Meskipun kemacetan panjang masih terjadi saat arus balik, JK menilai kondisi itu tidak separah di lebaran-lebaran sebelumnya.

“Pergi ada waktu lima hari, tapi pulangnya kira-kira dua sampai tiga hari, jadi pasti dua kali lipat arus itu masuk. (Yang buat macet) karena mereka pulang Sabtu-Minggu kemarin itu. Tapi tidak ada kemacetan dibandingkan 2015 karena infrastruktur makin baik,” jelasnya.

Kendati demikian, JK memastikan bahwa pemerintah bakal tetap mengevaluasi arus mudik lebaran tahun ini demi perbaikan di tahun berikutnya. Dia mencontohkan lahan parkir di rest area jalan tol yang kerap menimbulkan macet.

“Rest area ini penuh akibatnya terjadi lagi kemacetan, karena parkirnya 300 yang masuk 1.000. Lain kali harus ditambah,” tandasnya.

Mabes Polri mencatat, ada peningkatan 23 persen penggunaan kendaraan pribadi dari tahun 2018, baik motor maupun mobil. Selain itu, penurunan angka kecelakaan lalu lintas (lalin) mencapai 62 persen yang berdampak pula terhadap penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalin, yakni sebesar 59 persen.