Connect with us

Sumut

Pahala Sitorus: Penetapan Tersangka Purnawirawan Jenderal TNI-Polri Bukti Polri Profesional

Published

on

Fraksi Golkar Pahala Sitorus.SH, Selasa (11/6/2019) (WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Tuduhan yang ditujukan kepada institusi kepolisian mengenai penegakan hukum yang tebang pilih, tajam kebawah tumpul keatas telah terbantahkan dengan ditetapkannya para purnawirawan Jenderal TNI-Polri menjadi tersangka dugaan makar.

Pernyataan tersebut disampaikan Pahala Sitorus anggota Fraksi Golkar saat diminta keterangan  oleh wartawan Geosiar.com terkait penegakan hukum disela-sela sidang paripurna DPRD Kota Tebing Tinggi, Selasa (11/6/2019).

“Hukum harus ditegakkan dan harus punya kepastian, sehingga seluruh rakyat percaya dan merasa aman, nyaman menjalani kehidupan sehari hari, investor yakin berinvestasi, pengangguran berkurang sehingga perekonomian dapat bangkit,” ucap Pahala.

Pahala juga meminta mengenai penetapan tersangka purnawirawan Jenderal TNI-Polri dan beberapa tokoh baik dipusat maupun daerah jangan dipolitisasi, seakan  ada kriminalisasi, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa penetapan tersangka murni penegakan hukum.

“Siapa berbuat siapa bertanggung jawab dengan perbuatannya,” tegasnya.

“Dewasa ini kita harus berani mengatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, jangan karena kelompoknya yang salah dikatakan benar, kalau rivalnya yang benar dikatakan salah, ini tidak boleh dibiarkan dan harus diluruskan. Kita apresiasi Polri yang sudah melaksanakan tugas dengan profesional,modern,dan terpercaya,”  tutup Pahala. (WH)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Dzulmi Eldin Dinilai Gagal, Butuh Walikota Kemampuan Atasi Banjir

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo (DPP BPK) Jesayas Tarigan menilai Walikota dan Wakil Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin dan Ir Akhyar Nasution gagal memimpin kota Medan ke arah pembangunan lebih baik. Ke depan pasangan pemimpin ibukota Propinsi Sumut ini diharapakan memiliki kemampuan mengatasi berbagai masalah terutama banjir dan kebersihan.

“Kita lihat saja, masalah banjir hingga saat ini belum teratasi. Kota Medan telah mendapat julukan kota terjorok dan jangan sampai dijuluki kota banjir lagi. Mungkin saja upaya Pemko Medan tidak dapat menyelesaikan masalah itu, tapi tentu harus ada terobosan baru sejak awal,” ujar Jesayas (foto) kepada Geosiar.com, Kamis.(20/6/2019).

Ditambahkan Jesayas, saat ini kota Medan diselimuti banyak persoalan, selain masalah kebersihan dan banjir juga masalah jalan rusak berlobang masih kendala serius. Sehingga, proyek tambal sulam terkesan membudaya di kota Medan.

Seharusnya kata Jesayas, hal hal seperti itu harus disikapi serius bagi pemimpin kota Medan. Begitu juga bagi Walikota mendatang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai masalah itu. “Tentu, semua hal merupakan sangat penting. Namun seorang pemimpin harus bisa membedakan hal prioritas,” sebut Jesayas.

Menurut Jesayas, selain kebersihan, banjir dan jalan berlobang. Persoalan parkir juga dinilai menjadi masalah serius di kota Medan. Pemko Medan belum bisa membedakan peningkatan pendapatan tanpa mengabaikan pelayanan yang prima.

Alhasil, parkir di Medan menjadi penyumbang terbesar sumber kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Pemko Medan melalui Dishub terbukti tidak mampu menyelesaikan masalah itu dan tidak berani bertindak tegas. “Semua pihak tentu permasalahan diatas harus mampu diatasi pemimpin kota Medan lima tahun ke depan,” ujar Jesayas. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Sambut HUT Bhayangkara ke- 73, Polsek Dolok Merawan Beri Tali Asih untuk Masyarakat

Published

on

Kapolsek Dolok Merawan AKP. M. Manik bersama anggotanya memberikan Tali Asih berupa 2 Kasur Tidur (tilam) kepada Ibu Rosita Br Harahap, Kamis (20/6/2019) (WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kapolsek Dolok Merawan, AKP M. Manik S.H M.H bersama para personel menyambangi seorang ibu bernama Rosita Br Harahap yang baru mendapat musibah di Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (20/6/2019).

Hal itu dilakukan guna mempererat tali silaturahmi dan juga menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73 Tahun 2019.

Kapolsek yang langsung turun bersama anggotanya memberikan bantuan berupa 2 kasur tidur (tilam) kepada Ibu Rosita.

Kedatangan Kapolsek Dolok Merawan beserta anggotanya disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Bantuan sosial ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi Bhayangkara yang ke-73. Satu diantara yang di lakukan dengan kegiatan berbagi kasih,” kata Kapolsek.

“Oleh sebab itu kegiatan yang akan kita lakukan bukan hanya pemberian tali asih saja yang di lakukan, kita juga mengadakan kerja bakti religi di tempat-tempat ibadah seperti Gereja dan Masjid,” tambahnya.

Lanjut Kapolsek, bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar Polri khususnya di wilayah Polsek Dolok Merawan dan sekaligus ini menandakan bahwa Polri dekat dengan masyarakat.

“Semoga apa yang kami berikan dengan didasari rasa tulus dan ikhlas ini bisa bermanfaat. Mudah-mudahan masyarakat bisa bekerjasama dengan pihak Kepolisian terkait keamanan dari segi kamtibmas dan hal-hal yang lainnya, sehingga kita selalu sinergis membantu masyarakat,” ucapnya.

Sementara Rosita selaku penerima sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Polri atas kepedulian Polri terhadap masyarakatnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Polsek Dolok Merawan dalam Menyambut HUT Bhayangkara ke-73 berjalan lancar, aman dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Gedung Sekolah SMP IT, Gunakan Dana Desa?

Published

on

Plank Sekolah Milik Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah yang masih terpampang di lokasi sengketa. (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Proses pembangunan gedung sekolah SMP Islam Terpadu (SMP IT) yang ada di Dusun I Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menimbulkan banyak pertanyaan.

Pasalnya, kegiatan pembangunan gedung sekolah tersebut dikabarkan berasal dari Dana Desa Pematang Kuala Tahun 2019 sebesar Rp 235.194.000 yang terdiri dari dua ruangan berukuran 7×8 meter.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, bangunan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah di mana di dalamnya terdapat gedung Sekolah Dasar Pendidikan Islam Terpadu Misbahul-Ummah.

Salah seorang warga bernama Ramadhan (40) mengatakan bahwa dirinya hanya mengetahui bangunan tersebut milik sebuah yayasan. Dia pun merasa heran soal pembangunan yang menggunakan dana desa.

“Sepengetahuanku itu milik orang ramai atau milik yayasan bang. Kok bisa pekerjaan pembangunan gedung sekolah milik yayasan itu menggunakan dana desa,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Sementara di tempat berbeda, Kapala Desa (Kades) Pematang Kuala, Ramlan mengkonfirmasi kebenaran soal isu bangunan yang merupakan milik yayasan. 

“Iya, sebelumnya milik yayasan, tapi pihak yayasan telah menyerahkan ke desa,” ungkap Kades Ramlan.

Saat ditanya mengenai surat serah terima pindah tangan bangunan antara yayasan dengan desa, Ramlan menegaskan bhawa surat serah terima itu benar ada dan disimpan pada berkas desa.

“Iya, itu [surat serah terima] ada,” sambungnya.

Kendati demikian, banyak masyarakat masih bertanya-tanya terkait kepemilikan bangunan tersebut. Sebab, plank sekolah milik yayasan itu masih terpajang di lokasi seakan-akan masih dibawah kepemilikan yayasan bukan desa.(art)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com