Connect with us

Nasional

Diduga Terima Suap, KPK Siap Buka Aliran Dana Menag Lukman di Persidangan

Published

on

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/5/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan yang diterima Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin di Kementerian Agama (Kemenag), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sudah siap membuktikan aliran suap yang diterima tersangka di persidangan.

“Itu (aliran suap) nanti akan dibuka di persidangan, saya kira karena itu kan bagian dari uang atau benda yang kami sita dalam proses penyidikan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (11/6/2019).

Dalam kasus ini, Menag Lukman diduga menerima Rp 70 juta dari Haris Hasanuddin karena sudah membantunya untuk menduduki jabatan sebagai Kakanwil Kemenag. Lukma diduga berperan untuk memuluskan jalan bagi Haris walaupun sebelumnya dia pernah menerima hukuman disiplin.

Selain itu, penyidik KPK juga menyita uang sebesar Rp 180 juta dan USD 30 ribu dari meja kerja Lukman. Uang tersebut pun dipastikan berkaitan dengan pokok perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

“Semua benda yang disita, termasuk uang yang kami temukan di laci meja kerja Menag pada saat itu tentu diduga terkait dengan pokok perkara, bisa saja itu nanti bagian dari proses pembuktian apakah nanti akan ada pengembangan atau tidak, itu lain hal ya, nanti kita lihat di proses persidangan,” tutur Febri.

Menerima dugaan tersebut, Lukman sepat berkali-kali membantah, namun Febri menegaskan bahwa pihaknya tidak ambil pusing terhadap bantahan itu. Sebab, dia mengatakan, hampir semua pihak yang terlibat dalam tindak pidana korupsi membantah dirinya sebagai tersangka ataupun saksi suap.

“Kalau bantahan kan sering ya kita dengar, banyak pihak yang pernah ditangani KPK baik tersangka ataupun saksi itu kadang membantah keterangan-keterangan, silakan saja, yang pasti tentu kami sudah punya informasi yang kami pandang cukup sampai kemudian jaksa menuangkan itu ke dalam dakwaan,” tandasnya.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus suap di lingkungan Kemenag, yakni mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).