Connect with us

Sumut

35 Tahun Tidak Bertemu, SD HKBP Padang Bulan Deklarasi akan Gelar Reuni Akbar

Published

on

Alumni SD HKBP Padang Bulan Tamatan 1984 Deklarasikan Akan Gelar Reuni Akbar. Usai menggelar rapat, foto bersama dengan Pengurus Terpilih (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan – Tiga puluh lima tahun (35) tidak bertemu, SD HKBP Padang Bulan tamatan 1984 deklarasi akan gelar Reuni Akbar.  Hal tersebut dicetuskan saat menggelar Pra Reuni di Medan, Sabtu (8/6/2019).

Acara yang diadakan di kediaman salah satu anggota reuni,  Maya Sitepu itu berlangsung cukup kompak, sebab sekaligus mengadakan acara open house Idul Fitri.

“Saya tidak menduga ternyata teman-teman serius mau hadir dan ingin  mewujudkan Reuni Akbar SD HKBP  tamatan tahun 1984 yang saat ini sudah mencapai 35 tahun yang lalu,” ujar Maya saat ditemui di Medan, kemarin.

Pada acara itu, seluruh anggota yang hadir khususnya yang ada di Kota Medan, optimis akan mewujudkan Reuni Akbar. Tamatan angkatan 1984 katanya, sudah menyebar disejumlah Provinsi yang ada di Indonesia, misalnya  di Jakarta, Batam, Banda Aceh dan Kalimantan. 

“Teman-teman yang hadir semua optimis, bahkan teman-teman dari jauhpun tetap memberi semangat, karena komunikasi terus dilakukan melalui Medsos,” tegasnya.

Melalui acara Pra Reuni itu, telah dibentuk pengurus untuk Reuni Akbar SD HKBP dengan cara musyawarah dan mufakat. Ada pun pengurus yang terpilih diantaranya: Ketua Condrad Naibaho, Sekretaris Susanti Br Tarigan, Bendahara Maya Sopha Br Sitepu.

Sementara seksi-seksinya diantaranya, Koordinator Ka Humas Parulian Nainggolan, Wakil Benyamin Hutabarat. Koordinator Seksi Dana Jonner Sinaga,  Koordinator Daerah Se-Jabodetabek  Albinus Sinaga, Koordinator Daerah Batam Sinta Uly, Koordinator Daerah Aceh dan Langkat Sekitarnya Dapot Sormin, Koordinator Daerah Samosir sekitarnya Adong tua Malau, Koordinator Daerah Tobasa dan Taput sekitarnya Rayon Sihotang, Koordinator Daerah Tanah Karo sekitarnya Morina br Ginting.

Pada kesempatan tersebut, gerakan peduli untuk teman yang sakit Adong Tua Malau telah ditunjukkan oleh teman-teman Alumni, dengan cara memberi bantuan dana.

Gerakan peduli teman alumni yang sakit, Adong Tua Malau. Berupa dana dari spontanitas baik dari luar kota maupun dari Medan. Tampak pengurus terpilih menyerahkan secara langsung didampingi istri Adong Tua Malau.

Adapun dana yang terkumpul dari spontanitas teman-teman yang ada di Kota Medan maupun dari luar kota.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kepada  teman yang sakit, kita berharap ini akan kita lanjutkan terus,” kata Maya selaku Bendahara Reuni didampingi Sekretaris Santi Salsalina dan Humas Parulian Nainggolan.

Turut hadir alumni lainnya Robert Sitanggang,  Masa Samosir, Anita, Junianti Surbakti, Benyamin, Sinta Uli, dan Rayon Sihotang.

Advertisement

Sumut

Pemko Medan Bahas Konektivitas Drainase di Jalan dan Lintasan KA

Published

on

Medan, Geosiar.com – Upaya mengatasi genangan air maupun banjir di sejumlah kecamatan di Kota Medan, Pemko Medan menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Konektivitas Drainase  Yang Berhubungan Dengan Jalan & Lintasan Rel Kereta Api (KA) di Balai Kota Medan, Kamis (17/10). Dimana, sejumlah drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan maupun lintasan kereta api ditengarai sebagai pemicu terjadinya genangan air maupun banjir.

Rapat ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga serta dihadiri perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II, PT Hutama Karya Jalan Tol, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Camat Medan Tembung A Barli Nasution, Camat Medan Helvetia Andi Mari Siregar, Camat Medan Denai Ali Sipahutar, Camat Medan Deli Fery Suheri, Camat Medan Barat Rudi Faisal serta Sekcam Medan Labuhan.

 Ketika membuka rapat, Wakil Wali Kota mengungkapkan ada 6 kecamatan di Kota Medan yang menajdi langganan banjir akibat drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan negara, jalan tol serta perlintasan kereta. Pasalnya, diameter gorong-gorong atau box culvert yang berada di bawah jalan  maupun lintasan kereta api sangat kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras turun.

 “Akibatnya terjadi back water sehingga air menggenangi wilayah sekitarnya. Untuk mengatasinya, gorong-gorong ataupun box culvert yang ada di bawah jalan maupun lintasan kereta api harus dibesarkan lagi. Selain melancarkan jalannya air, tentunya juga untuk mempermudah dilakukannya pembersihan,” kata Wakil Wali Kota.

Menurut Wakil Wali Kota, semua stakeholder yang ada harus  ikut mendukung permasalahan yang ada di Kota Medan, salah satunya masalah infrastruktur yakni drainase yang memicu terjadinya genangan air maupun banjir. Apalagi drainase itu ada kaitannya dengan stakeholder yang bersangkutan. “Oleh karenanya melalui rapat ini, kami berharap  ada solusi untuk mengatasinya sehingga persoalan genangan air maupun banjir yang sangat dikeluhkan warga dapat diatasi.

Diungkapkan Wakil Wali Kota, saat ini ada 6 kecamatan di Kota Medan yang sering menjadi langganan banjir akibat konektivitas drainase dengan jalan serta lintasan kereta api, yakni Kecamatan Medan Deli, Medan Tembung, Medan Helvetia, Medan Labuhan, Medan Barat serta Medan Denai. Guna memperjelas kondisi yang terjadi di lapangan, Wakil Wali Kota pun minta kepada masing-masing camat untuk memaparkannya.

Usai pemaparan yang dilakukan keenam camat, Wakil Wali Kota pun berharap agar apa yang menjadi akar pemicu terjadinya genangan air maupun banjir bisa diatasi. Permintaan Wakil Wali Kota pun langsung ditanggapi positif, artinya masing-masing perwakilan stakeholder menyatakan sangat mendukung upaya untuk mengatasi genangan air dan banjir tersebut.

Asisten Manager Penjaga Aset PT KAI (Persero) A Aman Yoga, salah satunya, sangat mendukung upaya mengatasi genangan air maupun banjir karena air merupakan musuhnya PT KAI. Diterangkannya, gorong-gorong maupun box culvert yang ada saat ini dibangun berdasarkan kajian dan mengadopsi  dengan kondisi lingkungan ketika itu.

“Jika saat ini keberadaan gorong-gorong ataupun box culvert yang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini sehingga perlu dilakukan pelebaran, PT KAI siap mendukungnya. Kami akan kerjasama dengan Balai Teknik. Pasalnya, tidak semua gorong-gorong bisa dilebarkan ada titik-titik yang tidak bisa dilintasi air yang akan berdampak dengan lintasan kereta api nantinya,” ungkap Yoga. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Wakil Wali Kota Medan Ajak Lestarikan Kain Ulos

Published

on

Medan, Geosiar.com – Seratusan masyarakat sangat antusias menyaksikan peringatan Hari Ulos Nasional 2019 di Lapangan Merdekan Medan, Kamis (17/10). Peringatan ini menjadi tahun ketiga setelah pemerintah menetapkan ulos sebagai salah satu warisan budaya tak benda (WTWB) sejak 17 Oktober 2014 lalu. Acara ini digelar guna menanamkan serta menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat, khususnya Suku Batak pada kain ulos sebagai upaya pelestarian budaya.

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi hadir dalam acara yang dibuka langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Pembukaan ditandai dengan pemotongan kue itak gurgur (kue khas suku batak) oleh Gubernur didampingi Wakil Wali Kota.  Namun sebelum itu, kehadiran Gubsu dan Wakil Wali Kota disambut dengan tarian khas Batak serta pemakaian ulos.

Dalam perayaan yang mengusung tema Batak Nampunasa Ulos (ulos milik suku Batak), Gubsu mengungkapkan rasa syukurnya karena Indonesia, khususnya Provinsi Sumut dikaruniai dengan keragaman suku, agama dan budaya. Oleh sebab itu, Gubsu berharap kekayaan budaya berupa kain ulos ini dapat tetap dilestarikan hingga menjadi warisan bagi anak cucu di masa mendatang.

‘’Kita patut berbangga karena Sumut diwarnai beragam kekayaan budaya yang tiada tara. Keberadaan berbagai suku, salah satunya suku Batak tentu memberi sumbangsih dalam kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya hingga tetap ada dan hidup di masa-masa selanjutnya. Dengan harapan, anak cucu kita juga akan mengetahui serta mencintai budaya tersebut,’’ kata Gubsu.

Peringatan ini semakin meriah dengan menampilkan parade dengan membentangkan kain ulos sepanjang 500 meter oleh pelajar dari sekolah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidorame. Selain itu, disusul dengan karnaval yang menunjukkan berbagai jenis kain ulos di antaranya jenis Pucca, Bolean, Sidosdos Dairi, Ragihotang, Sibolang dan jenis lainnya. Adapun rute parade dimulai dari Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis menuju Lapangan Merdeka Medan. 

Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi pun mengaku, sangat  senang dengan digelarnya perayaan Hari Ulos Nasional tersebut. Dikatakan Wakil Wali Kota, acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat, khususnya suku Batak menaruh perhatian besar pada kebudayaan asli milik mereka. Ini bilang Wakil Wali Kota, harus terus dilakukan agar kearifan lokal dan kebudayaan asli milik Indonesia tetap terjaga nilai dan sejarahnya.

‘’Kain ulos merupakan salah satu wastra nusantara. Wastra adalah kain tradisional peninggalan leluhur secara turun-temurun yang menjadi salah satu warisan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu aspek penting yang bisa kita fokuskan bersama hingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan demikian akan berdampak pada meningkatnya sektor pariwisata Sumut, khususnya Kota Medan,’’ kata Wakil Wali Kota.

Selain itu ungkap Wakil Wali Kota  lagi, saat ini kain ulos masih dengan mudah dijumpai, terlebih dalam acara adat suku Batak. Lewat itulah, dirinya optimis kain ulos yang masuk dalam WBTB ini tetap dapat terus ada dan bertahan hingga masa mendatang. “Saya optimis, jika kita bisa terus melakukan beragam upaya pelestarian budaya asli nusantara seperti kegiatan hari ini, maka di masa mendatang kain ulos akan tetap lestari di tanah Sumatera Utara ini,”bilangnya. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Ir Khairul Syahnan Dihunjuk Plt Kadis PU Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pasca ditetapkannya Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap. Khairul Syahnan dihunjuk sebagai Kepala Dinas PU menggantikan Isa Ansyari.

“Untuk mengisi kekosongan, kita percayakan Ir Khairul Syahnan menjadi Plt Kadis PU Medan. Memang secara hukum belum, karena saya juga belum bisa tanda tangani SK. Tapi sudah kita percayakan untuk menghindari mandeknya kinerja disana ,” ujar Plt Walikota Medan Ir Ahkyar Nasution kepada Geosiar di kantor Walikota, Kamis (17/10/2019).

Disampaikan Ahkyar, penunjukan Khairul Syahnan sebagai Plt Kadis PU Medan sangat mendasar. Dimana Khairul Syahnan dinilai cukup berpengalaman di menjalankan program di Dinas PU apalagi sebelumnya pernah sebagai Kadis PU selama 4 tahun lebih.

“Kita tidak akan membiarkan program di Dinas PU Medan terbengkalai gara gara kasus itu. Seluruh program di Dinas PU harus terlaksana tahun ini,” papar Ahkyar.

Untuk itu kata Ahkyar, Khairul Syahnan dipercayakan untuk kerja lebih bagus demi kelangsungan pembangunan di kota Medan. “Kita dapat memaklumi desakan masyarakat untuk peningkatan perbaikan infrastruktur di kota Medan. Terkait hal itu kita harus tanggap,” jelas Ahkyar.

Sebagaimana diketahui, Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin bersama Kadis PU Medan Isa Ansyari ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak Kamis (17/10/2019). Ke dua pejabat Pemko Medan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus suap ketika terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Selasa lalu. (lamru).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com