Connect with us

Hukum

349 Polisi Bersenjata Gas Air Mata Jaga Ketat Sidang Vonis ‘Idiot’ Ahmad Dhani

Published

on

Ilustrasi ratusan petugas keamanan di PN Surabaya. (Foto: detikcom).

Geosiar.com, Jakarta – Musisi legendari Ahmad Dhani Prasetyo menjalani sidang vonis kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’ di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Uniknya, di luar ruang sidang Dhani, tampak ratusan personel polisi yang tengah berjaga dengan bersenjatakan gas air mata. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bagian Operasional Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Elfrino.

Anton mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan 349 personel gabungan dari personel Sabhara Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim.

“Kita melakukan pengamanan sebanyak 349 personel tergabung dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, untuk bersiaga,” tutur Anton di PN Surabaya, Selasa (11/6/2019).

Ratusan personel tersebut, kata Anton, disiagakan untuk mengamankan jalannya persidangan. Personel terlihat disiagakan pada dua titik, yakni gerbang pengadilan dan di dalam ruang persidangan. Selain itu, mobil watercanon juga tampak parkir di pengadilan.

“Pengamanan ini dilakukan untuk mengamankan jalannya persidangan. Kita melaksanakan pengamanan di gerbang depan jalan untuk mengamankan jalannya persidangan. Semoga tidak ada potensi ricuh,” lanjutnya.

Sebagai informasi, PN Surabaya menetapkan Ahmad Dhani sebagai terdakwa atas kasus pencemaran nama baik setelah vlog ‘idiot’ yang dia buat pada Agustus 2018 di Hotel Majapahit Surabaya lalu, tersebar di media sosial. Sidang pun telah bergulir sejak 7 Februari lalu.

Vlog itu ditujukkan Dhani kepada sejumlah orang yang mengadangnya di depan hotel saat ingin menghadiri deklarasi #2019gantipresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Oleh karena itu, dia kesal terhadap perlakuan itu dengan melampiaskan kekesalan melalui vlog ‘idiot’. Sayang, vlog itu justru menjerumuskannya ke dalam ranah hukum.

Ekonomi

Pembangunan Pasar Rakyat Tiganderket, Warga Minta Aparat Penegak Hukum Turut Awasi

Published

on

Karo – Geosiar – Terkait Pembangunan Distribusi Pasar /Revitalisai Pasar Tiganderket kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo yang dilaksanakan melalui Dinas Pasar dan Perdagangan Kabupaten Karo dan dinilai warga tidak lagi sesuai dengan harapan warga dan pedagang di Pasar Rakyat Tiganderket.

Setelah Pemda Karo melakukan kajian dan analisis serta menetapkan peruntukkan pengalokasikan dana dengan judul Pembangunan Sarana Distribusi Perdagangan/Revitalisasi Pasar Rakyat Tiganderket yang terketahui melaui papan informasi dengan isi tertulis didalam Pelang proyek berlogo Pemkab Karo.

Pelang berisi Nomor kontrak : 027.2/684/ppk/2019, tertnggal 28 juni 2019, dengan nilai kontrak Rp.1.517.700.628.00 (satu miliar limaratus tujuhbelas juta tujuhratus ribu enamratus duapuluh delapan rupiah) dan sebagai pelaksana kegiatan CV Gung Pantar dengan masa pekerjaan selama 150 hari kalender, dengan alamat kantor di jln veteran gang sempakata kabanjahe, Sumber Dana Alokasi Khusus (Dak) APBN Tahun Anggaran 2019.

Warga bermarga Bangun yang sedang berada dilokasi pembangunan pasar tersebut saat ditemui awak media menjelaskan ” kami sebenarnya senang losd ini dibangun, dengan harapan disetiap ada acara adat ataupun berdagang di pasar ini kami tidak lagi terkena air hujan dan kebanjiran, tapi itu mungkin hanya sebatas mimpi kami saja, sebab dahulunya juga kami minta agar dibangun baru dengan lantai keramik dengan alasan yang nantinya juga dapat kami pergunakan sebagai tempat pertemuan pertemuan adat dan terkait pertemuan yang diadakan oleh pemerintahan desa, ujarnya.

Lanjutnya lagi, sangat sayang bila kita lihat pekerjaan yang menghabiskan uang miliaran rupiah ini hanya terlihat melakukan pengecatan dan penggantian atap (seng) Losd serta menambal lantai lantai penyanggah tiang losd yang sudah lama berdiri, kami berharap agar Pemda Karo dapat mengumumkan terkait pekerjaan apa saja yang dikerjakan seharusnya dan kami sangat berharap juga agar pihak kepolisian dan pihak kejaksaan dapat turut mengawasi pembangunan Losd pasar rakyat tiganderket ini.

Niat pemborong itu kami lihat sudahlah miliki kepentingan tertentu dengan tidak mencantumkan dipapan informasi terkait kapan pembangunan pasar rakyat ini dimulai dan hingga kapan harus selesai dikerjakan, maka kami sangat yakin bila diawasi secara langsung oleh Aparat Penegak Hukum maka kami akan menerima hasil pekerjaan pembangunan pasar rakyat ini sesuai dengan yang sudah direncanakan dan kami percaya pemkab karo telah merencanakan pembangunan ini dengan sangat baik, ujarnya menutup pembicaraan.

Secara kebetulan awak media bertemu dan mempertanyakan langsung kepada kepala desa Tiganderket, Kemi Sembiring, namun sayang kades tersebut enggan berkomentar dan hanya mengatakan ” benar yang dikatakan warga saya tersebut dan untuk keterangan lainya silahkan pertanyakan kepada dinas terkait ujar kades singkat.

Menanggapi hal yang dikatan warga Tiga Nderket tersebut dilokasi yang sama, Soni husni Ginting mengatakan ” Tidak di temukannya pihak pengawas dari instansi terkait atau apapun sebutannya bisa menjadi permasalahan yang mendasar atas pekerjaan fisik losd desa Tiganderket ini dengan alasan bagaimana mungkin tukang yang bekerja bisa bekerja sesuai dengan isi kontrak kerja antara instansi terkait dengan pihak rekanan.

Amatan saya dilokasi pengerjaan losd ini melihat isi papan informasi proyek dengan judul kegiatan Pembangunan distribusi pasar /Revitalisai pasar rakyat sementara melihat secara fisik para pekerja melakukan pengerjaan bersifat rehab, mengapa saya katakan pengerjaan bersifat rehab, pertama tidak ada bangunan baru yang terlihat dibangun sesuai dengan judul kegiatan pembangunan distribusi pasar, kedua pekerjaan yang di lakukakan hanya penggantian seng pada bagian atap seng serta pondasi tetap menggunakan pondasi lama berbahan kayu.

Serta hanya dilakukan plaster bagian bagian dudukan tiang pondasi yang rusak karena faktor usia, dan satu hal yang paling penting bahwa instansi terkait maupun rekanan seharusnya mensosialisakan atau memberikan gambaran kepada masyarakat prihal apa aja yang akan di kerjakan di losd tersebut, ujar soni mengakhiri.

Selanjutnya awak media akan mencoba segera mempertanyakan secara langsung kepada dinas terkait./edy surbakti

Continue Reading

Hukum

Pemda Karo Harus Tegas Terkait Fungsi Lahan Mbal Mbal Nodi, Jangan Tunggu Korban Jiwa Susulan

Published

on

saat petugas kepolisian memaparkan para tersangka beserta barang bukti parang dan kelewang

Tanahkaro – Geosiar – Peristiwa tindak pidana Penganiayaan secara Bersama sama yang Mengakibatkan Meninggalnya Orang Lain terjadi seputaran Mbal – mbal Nodi Desa Mbal – mbal Petarum, Kec Lau Baleng Kabupaten Karo (didekat SD Negeri Paya Mbelang), rabu, 11 September 2019 sekira pukul 11.00 Wib.

informasi yang didapat geosiar dari Kapolsek Mardinding AKP L Marpaung saat dikonfirmasi terkait kasus yang cukup sadis ini menjelaskan melalui aplikasi nomor selulernya “benar telah terjadi penganiayaan secara bersama sama dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, adapun kelompok dari Saifan Ginting datang ke lokasi tanah garapan yang dikuasai oleh Batas Ukur Karo karo atas inisiatif dari Paham Perangin angin untuk dikuasai dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bermula adanya laporan dari masyarakat tentang adanya Penganiayaan secara bersama sama yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, selanjutnya personil Polsek Mardinding dipimpin Kapolsek Akp L Marpaung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyetopan terhadap mobil berjenis Avanza Warna Biru BK 1857 ID dan Mobil Xenia Warna Putih BK 1271, dan diduga didalam kenderaan tersebut para tersangka akan melarikan diri.

Kemudian petugas langsung mengamankan sejumlah 11 tersangka dan memboyongnya ke Polsek mardinding beserta dengan Barang Bukti, adapun identitas korban meninggal dunia akibat dari penganiayaan secara bersama sama tersebut bernama Batas Ukur Karo – Karo (Lk), berumur kurang lebih 50 Thn, Bertani, alamat Dusun Paya Mbelang Desa Mbal – mbal Petarum Kec Lau Baleng Kab Karo.

Para Tersangka (tsk) Saifan Ginting (35) Supir, penduduk Kelurahan Paya Roba Kec Binjai Barat Kodya Binjai, Haidir (25) penduduk Binjai, Irwan (48) penduduk Binaji, Priyono (27) penduduk Sai Binge Kab. Langkat, Mulianta Sitepu (32) penduduk Telaga Kab. Langkat., Rizky sitepu (25) penduduk Desa Suka Nalu Teran Kec. Simpang empat Kab. Karo, Alwin (45) penduduk Binjai, Muhammad Rohim (27) swasta, penduduk Jalan samura Kabanjahe, Edu Markoni Sembiring (31) penduduk Desa Berastepu Kec. Simpang empat Kab. Karo, Julkifli Rangkuti (39) penduduk Binjai, Dion Ginting (23) penduduk Desa Dataran Tinggi jalan Ikan suratin Binjai Timur.

Lanjutnya, kronologis terjadinya Penganiayaan tersebut, selasa tanggal 11 September 2019 pukul 11.00 Wib, Korban berjumpa dengan kelompok Saifan Ginting dkk dan menanyakan apa maksud dan tujuan mereka datang ke tanah garapan dengan mengukur ukur tanah yang dikuasai Batas Ukur Karo karo (korban).

Merasa tidak senang kelompok Saifan Ginting yang berjumlah sebanyak 11 orang melakukan penganiayaan kepada Batas Ukur Karo karo dengan mempergunakan senjata tajam jenis parang dan mengakibatkan Korban Meninggal dunia, dan tanah garapan tersebut dalam penguasaan Batas Ukur yang ingin direbut oleh kelompok Saifan Ginting, dan barang bukti yang berhasil disita, 10 Pucuk senjata tajam jenis parang / pedang, 1 buah sarung pisau, 1 buah meteran, 1 unit Mobil Avanza Warna Biru BK 1857 ID, 1 unit Mobil Xenia warna Putih BK 1271 DT.

Rencana tindaklanjut yang dilakukan dengan membuat laporan polisi dan memeriksa saksi saksi, menyita yang terkait dengan barang bukti serta mengamankan seluruh tersangka dan mencari Paham perangin angin (DPO), melimpahkanya hingga kepada Jaksa penuntut umum (jpu), terhadap Beri Sembiring (40) penduduk desa Berastepu Kec. Simpang empat Kab. Karo, mengalami luka tusuk dibagian punggung, saat ini sudah berada di Puskesmas Tigabinanga dan sudah di cek oleh personil dari polsek mardinding, jelas Kapolsek mardinding.

Terkait adanya korban jiwa dilahan penjalangan mbal mbal Nodi, Bupati Karo dikonfirmasi melalui humas protokoler pemkab karo belum memberi jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Dari informasi lanjutan yang diterima awak media terkait adanya beberapa tersangka yang melarikan diri dengan menggunakan sebuah mobil berjenis toyota fortuner berwarna hitam yang diduga mengantarkan tersangka untuk melakukan perawatan di puskesmas tigabinanga kecamatan tigabinanga kabupaten karo, atas informasi ini awak media akan mencoba konfirmasi kepada kapolsek Mardinding dan puskesmas tigabinanga terkait kebenaranya./edy surbakti

Continue Reading

Daerah

Marak Pungli Dikaro, UPP Saberpungli Tidak Bekerja Dan Terkesan Sengaja “Tutup Mata”

Published

on

Geosiar – Tanahkaro – Kegiatan Pungutan liar (pungli) yang terjadi diwilayah kabupaten karo sepertinya benar benar sudah terangkai secara terstruktur antara pihak pihak terkait bersama pihak ketiga ataupun oknum tertentu.

Hal itu terlihat dengan jelas dan nyata terjadi di pos retribusi (tempat pengutipan) didaerah pintu masuk sipiso piso dan pintu masuk menuju dea tongging hingga ke kabupaten lainya.

Seperti penuturan Soni husni, sekretaris GM FKPPI 0205 Tanah Karo mengatakan, sehari sebelumnya (3/9/2019) sekira pukul 11.00 wib. kita bersama tim telah meminta dengan mendatangi sekertariat Saber pungli kabupaten karo terkait maraknya kegiatan pungli di kabupaten karo.

Inspektur inspektorat kabupaten karo Philemon Brahmana yang juga menjabat sebagai sekertaris saber pungli kabupaten karo didampingi Binar Daud berjanji bila ada keterkaitan ASN silahkan laporkan dan bawa kemari karcisnya agar dapat kita proses, ujar philemon diruang kerjanya.

Lanjut soni, dikaro kegiatan Pungli Marak dan Tim UPP Saberpungli Tidak Bekerja dan sangatlah terkesan sengaja “Tutup Mata”, Tim sapu bersih pungli wilayah kabupaten karo tidaklah mungkin tidak mengetahuinya, karena pengutipan itu sudah lama berlangsung dan dengan kejadian ini sudah mempertegas bahwa unit saberpungli wilayah kabupaten karo tidak bekerja.

Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) wilayah karo sangat diharapkan segera menurunkan tim untuk menyelidiki asal muasal karcis yang kita duga sangat ilegal dan sesuai pengakuan dari pelaku pengutipan dia mendapatkan karcis dari oknum dinas terkait yang membidangi dan mungkin pasti berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) kabupaten karo.

Pungli terjadi di pos retribusi pintu masuk ke desa tongging diduga menggunakan karcis yang sengaja diberikan dan yang melakukan pengutipan bukanlah dari dinas terkait, sebab tidak ada tanda tanda apapun yg menyatakan sebagai pemungut retribusi yang sah secara hukum, ujar soni mengakhiri.

ketua Lembaga Swadaya Komisi Pemantau Kinerja Pemerintahan di Kabupaten karo, Ikuten Sitepu yang juga turut bersama soni menjelaskan ianya langsung mempertanyakan kepada pelaku Pungli terkait kedua karcis berwarna biru langit dan berwarna kuning yang diberikanya kepada setiap pengguna jalan yang melintasi pos, mengapa kedua karcis tersebut tidaklah tertera tanda tangan penanggung jawab serta tidak dibubuhi stempel basah dari dinas terkait.

Pelaku yang memberi karcis retribusi tersebut terlihat kebingunan dan mengatakan “karcis itu memanglah sudah begitu dan tidak ada yang ditanda tangani, ujar pelaku pengutipan.

ikuten langsung bertanya lagi karcis ini untuk pembayaran masuk kemana, tujuan wisata nya kenapa tidak ada tertulis, pelaku pengutipan diam dan tidak bisa menjelaskan.

Awak media langsung mendatangi kantor sekertariat saberpungli kabupaten karo (4/9/2019) untuk konfirmasi sekaligus melaporkan adanya pengutipan dengan karcis sebagai tanda terima, pihak sekertariat mengatakan sekertaris saberpungli sedang tidak berada dikantor, boleh saya foto karcisnya agar dapat saya laporkan kepada bapak sekertaris saberpungli, ujar Daud sembari mendokumentaslan kedua karcis dengan menggunakan nomor selulernya./edy surbakti.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com