Connect with us

Sumut

Samosir Music Internasional 2019, Musisi Dunia Nyanyikan Lagu Batak Hingga Mainkan Alat Musik Batak

Published

on

Perhelatan Samosir Music International 2018, Sabtu (25/8/2018) di Tuktuk Samosir.

Geosiar.com, Samosir – Konser akbar bertajuk ‘Samosir Music Internasional’ atau disingkat SMI akan digelar pada 23-24 Agustus 2019 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Konser ini akan diisi oleh musisi lokal dan dunia. Musisi ini juga dikabarkan bakal berkolaborasi demi menyuguhkan penampilan yang spesial.

Selain itu, musisi dunia yang berasal dari Jerman-Belanda-Malaysia ini juga dikabarkan sudah berlatih untuk menyayikan lagu-lagu batak. Tentunya dengan sedikit aransemen. 

Penyelenggara even sekaligus Manager Project, Henry Manik mengatakan bahwa tujuan utama dari keinginannya untuk meggelar even ini tidak lepas dari kecintaan terhadap tanah kelahirannya, Samosir. 

Dia meyakini, selain untuk memperkenalkan budaya asli tanah batak ke ranah internasional, gelaran MSI ini juga akan berpengaruh besar terhadap perkembangan geliat ekonomi lewat keindahan Danau Toba. Selain itu, dia berharap melalui even kelimanya ini, pengunjung Samosir akan semakin bertambah.

Oleh karena itu, Henry pun berusaha untuk menampilkan karya terbaik dengan gelaran latihan rutin yang telah dilakukan menjelang dua bulan konser. Henry mengaku, banyak kesulitan yang dialami panitia dalam persiapan konser ini. Sebab, mereka sendiri yang menentukan siapa musisi yang diundang serta lagu apa yang harus mereka bawakan.

“Biasanya artis menyiapkan sendiri set list lagunya sesuai kebiasaan mereka. Namun dari awal perbedaan konsep even ini yang merupakan ciri khas SMI dan menjadi salah satu tantangan dari sekian  banyak tantangan lainnya yang dihadapi setiap tahunnya untuk bisa merealisasikan event ini,” tutur Henry Manik.

Selain itu, sang musisi juga harus bisa membawakan alat musik Batak, seperti sulim, kecapi dan gendang, sebab MSI juga memiliki keinginan untuk memperkenalkan alat musik tradisional Batak dalam gelaran konser kali ini.

Tahun lalu mencoba memperkenalkan alat musik Batak yaitu sulim, kecapi dan gendang untuk dimainkan langsung oleh orang Austria. Alat musik ini saya antar ke Austria untuk dilatih, dan mereka sangat senang dan menikmati tantangan itu. Hal ini merupakan salah satu cara yang ingin kita coba lebih memperkenalkan lagu atau musik Batak ke dunia yang lebih luas,”paparnya.

Oleh karena itu, meski menguras waktu, tenaga, dan pikiran, baik Henry maupun panitia penyelenggara, mengaku senang demi memperkenalkan musik khas Batak ke dunia.