Connect with us

Dunia

Krisis Ekonomi, PBB Catat 4 Juta Warga Tinggalkan Venezuela

Published

on

Warga Venezuela saat mengantre di pintu perbatasan Tumbes, wilayah utara Peru yang berbatasan dengan Ekuador, Kamis (23/8/2018). (Foto: AFP)

Geosiar.com, Venezuela – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sekitar empat juta warga negara Venezuela sudah meninggalkan negara mereka. Penyebabnya dikarenakan negara tersebut masih terus dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan berkepanjangan.

Data itu disampaikan oleh badan-badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (7/6/2019). Sejak akhir 2015, PBB mencatat sebanyak 700.000 orang telah meninggalkan Venezuela. Sementara itu, dalam perhitungan PBB terakhir, terdapat 3,7 juta orang telah mengungsi ke beberapa negara lain.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan, lonjakan migrasi warga Venezuela sangat mengejutkan dan mengkhawatirkan.

“Arus orang-orang yang meninggalkan Venezuela sangat mengejutkan dan mengkawatirkan,” demikian pernyataan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Akibat lonjakan migrasi itu, setidaknya Venezuela memerlukan bantuan bagi negara-negara yang menampung para pengungsi.

Sejauh ini, Negara-negara Amerika Latin seperti Kolumbia sudah menampung sekitar 1,3 juta warga Venezuela. Kemudian negara Peru, Ekuador, Brazil dan Argentina juga turut menampung para pengungsi.

“Sementara itu sebanyak 3,2 juta atau satu dari tiga anak-anak di Venezuela memerlukan bantuan kemanusiaan,” demikian pernyataan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Jumat, (7/6/2019).

Seperti diketahui, salah satu negara OPEC itu sedang dilanda krisis ekonomi berkepanjangan sejak 2015 sehingga menyebabkan kekurangan makanan pokok dan obat-obatan. Selain itu, kondisi perpolitikan di Venezuela juga sangat parah hingga mengarah kepada gelombang kekerasan yang fatal.

Krisis itu diperparah usai Amerika Serikat (AS) memberlakukan berbagai sanksi kepada Venezuela yang pada akhirnya menyentuh industri perminyakan utama di negara itu. Sanksi itu diberlakukan AS lantaran ingin menggulingkan Presiden Nicolas Maduro yang beraliran kiri. Seperti diketahui, AS masih mendukung pemimpin oposisi, Juan Guaido.

Advertisement

Dunia

Pesawat Jatuh Hantam Rumah Warga di Kolombia, 7 Orang Tewas

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Popayan – Sebuah pesawat kecil jatuh di Popayan, Kolombia barat daya pada Minggu (15/9/2019) waktu setempat. Akibat peristiwa itu, tujuh dari sembilan penumpang tewas.

Dilansir AFP, pemadam kebakaran menyebut tiga orang mengalami luka parah. Salah satunya ialah seorang anak yang merupakan warga setempat.

“Sembilan orang berada di dalam pesawat. Tujuh tewas, sementara dua lainnya luka parah,” ungkap komandan pemadam kebakaran setempat, Juan Carlos Ganan.

Wali Kota Popayan Cesar Gomez menyatakan, kini dua penumpang terluka menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan Reuters, pesawat jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari bandara Popayan. Pesawat tujuan Lopez de Micay itu jatuh sekitar pukul 14.00.

Menurut foto-foto di media sosial, tampak puing-puing pesawat berserakan di atas rumah penduduk. Gomez mengaku sudah membentuk kelompok kerja untuk membantu warga yang terkena dampak.

Popayan adalah sebuah kota berpenduduk sekitar 270.000 yang dikelilingi oleh pegunungan.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia mengungkapkan, dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab dari insiden itu.

Continue Reading

Dunia

Presiden Jerman Ungkapkan Kesedihan atas Wafatnya BJ Habibie

Published

on

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Geosiar.com, Jerman – Wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie, menuai duka yang mendalam bagi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Melalui keterangan tertulis, Steinmeier, mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden RI Joko Widodo dan masyarakat Indonesia atas meninggalnya mantan BJ Habibie.

“Saya sangat sedih mengetahui kabar kematian Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Izinkan saya menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan dan teman-teman Habibie serta seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Steinmeier, Jumat (13/9/2019).

Steinmeier menyebut, Habibie merupakan sosok yang mengabdi kepada seluruh hidupnya pada negaranya dan membuat sebuah kontribusi luar biasa pada Indonesia. Dirinya membuka jalan bagi demokrasi di Indonesia.

Habibie juga dikenal bekerja secara khusus untuk menumbuhkan koeksistensi damai antara agama dan budaya, sikap saling menghormati sebagai motivasi dan arah bagi setiap tindakannya.

Steinmeier mengakui Presiden Habibie memiliki hubungan yang sangat dalam dengan Jerman dan budayanya serta tradisi negaranya yang telah menjadi rumah kedua baginya.

“Sejak hari-hari dia menjadi mahasiswa di kota Aachen, Habibie telah mempertahankan kedekat dengan negara kami. Dia punya banyak teman di sana. Jerman berutang banyak padanya,” ungkap Steinmeier.

Steinmeier menambahkan, Habibie sudah membuat banyak pencapaian luar biasa dan melakukan lebih dari siapapun untuk mendekatkan dan menjalin hubungan baik Indonesia-Jerman serta masyarakat di kedua negara. Jerman pun mengaku dengan senang hati memberikan penghargaan Grand Cross 1st Class of the Order of Merit Republik Feredal Jerman.

Continue Reading

Dunia

Duta Besar Ukraina Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya BJ Habibie

Published

on

Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie

Geosiar.com, Jakarta – Kedutaan Besar Ukraina mengaku turut merasakan dukacita yang sangat mendalam atas kepergian Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie yang tutup usia pada Rabu, 11 September 2019.

Duta Besar Ukraina, Volodymyr Pakhil, mengatakan pihaknya ikut merasakan kemalangan yang dirasakan masyarakat Indonesia atas berpulangnya Habibie.

“Saya merasakan kehilangan yang sangat besar bagi Indonesia atas meninggalnya orang hebat ini,” katanya.

Pakhil menyebut, Habibie patut dijadikan teladan dan contoh oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda sebagai penerus bangsa Indonesia. Dia mengatakan, Habibie juga terkenal di kalangan masyarakat Ukraina.

Habibie semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang cerdas dan religius. Habibie menjalani pendidikan tinggi di Jerman selama 10 tahun dengan mendalami bidang teknik penerbangan, hingga akhirnya berhasil menciptakan pesawat N250.

Di sisa hidupnya, Habibie ternyata juga tengah mempersiapkan pesawat R80 yang sekarang masih dalam proses penyelesaian.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com