Connect with us

pemilu 2019

Golkar Gugat ke MK, Persoalkan Suara Parpol dan Caleg DPRD Batam

Published

on

Ilustrasi surat suara pada pemilihan umum 2019.

Geosiar.com, Batam – Partai Golkar melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil perolehan suara partai politik (parpol) dan suara calon anggota legislatif-nya untuk DPRD Kota Batam.

Gugatan itu dibenarkan oleh Komisioner Bidang Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Zaki Setiawan. Dia mengatakan, Partai yang diketuai Airlangga Hartarto itu mengajukan gugatan untuk daerah pemilihan 1 yakni Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja.

“Partai Golkar mempermasalahkan perolehan suara untuk DPRD Batam daerah pemilihan 1, untuk Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja,” tutur Zaki Setiawan di Batam, Sabtu (8/6/2019).

Zaki menyebut, Golkar mengajukan gugatan karena merasa perolehan suara yang mereka dapat tersubtitusi ke partai lain. Sehingga menyebabkan banyak kehilangan suara pemilih. Berikut selisih suara Partai Golkar untuk Kecamatan Batam Kota yang masuk ke partai lain menurut penuturan Zaki.

  1. 6 suara di TPS 71 Kelurahan Belian masuk ke PPP
  2. 2 suara di TPS 124 Belian masuk ke Perindo
  3. 10 suara di TPS 142 Belian masuk ke Perindo
  4. 9 suara di TPS 13 Belian masuk ke Perindo
  5. 73 suara di TPS 31 Belian masuk ke Hanura
  6. 30 suara di TPS 5 Baloi Permai masuk ke Perindo
  7. 16 suara di TPS 79 Seipanas masuk ke Hanura
  8. 10 suara di TPS 62 Seipanas masuk ke Hanura
  9. 12 suara di TPS 47 Seipanas masuk ke Hanura
  10. 18 suara di TPS 46 Seipanas masuk ke Hanura

Selain itu, Golkar juga mengklaim, partainya mendapat perolehan suara di Batam Kota sebanyak 10.050 suara. Sedangkan, Perindo 2.914 suara, Hanura 1.870 suara dan PPP 2.581 suara.

Hal itu berselisih dengan hasil rekapitulasi KPU yang menetapkan Golkar memperoleh 9.167 suara, Perindo 3.157 suara, Hanura 2.210 suara, dan PPP 2.881 suara.

Tak hanya itu, Golkar juga mencatat selisih suara di beberapa TPS-TPS lainnya. Seperti di Lubukbaja, Partai Golkar mengatakan bahwa partainya memperoleh 7.250 suara, Perindo 183 suara, Hanura 338 suara, dan PPP 1.130 suara. Sementara laporan itu berselisih dengan ketetapan KPU yang menyatakan bahwa Golkar memperoleh 7.015 suara, Perindo 263 suara, Hanura 450 suara dan PPP 1.175 suara.

Berikut selisih suara Partai Golkar untuk Lubukbaja yang masuk ke partai lain menurut penuturan Zaki.

  1. 10 suara di TPS 30 Lubukbaja masuk ke Hanura
  2. 11 suara di TPS 24 Lubukbaja masuk ke Perindo
  3. 10 suara di TPS 21 Tanjunguma masuk ke Perindo
  4. 5 suara di TPS 60 Tanjunguma masuk ke Hanura
  5. 8 suara di TPS 58 Tanjunguma masuk ke Perindo dan lain-lain.

selain perolehan suara parpol, Zaki mengatakan bahwa Golkar turut menggugat selisih perolehan suara antar calon anggota DPRD Batam.

“Selain perolehan suara parpol, Golkar juga mempermasalahkan selisih antar calon anggota DPRD Batam karena suaranya masuk ke caleg internal lain,” imbuhnya.

Tak hanya Partai Golkar, Partai Berkarya, Bommen Hutagalung (Caleg PDIP), Gerindra, PPP dan Perindo pun turut mengajukan gugatan ke MK terkait hasil perolehan suara pemilu di Kota Batam.