Connect with us

Daerah

Bentrok di Buton, 81 Orang Diamankan Polisi

Published

on

Kondisi pemukiman warga di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara saat terjadi kerusuhan. (Foto: ANTARA).

Geosiar.com, Sulawesi Tenggara – Bentrok antarwarga yang terjadi pada dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/6/2019) lalu berakir rusuh.

Bentrok yang mengakibatkan dua orang tewas dan 87 rumah terbakar itu, masih dalam proses penyidikan polisi. Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 81 orang yang diduga sebagai dalang kerusuhan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. Dia menerangkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku.

“Jumlah masyarakat yang saat ini diamankan berjumlah 81 orang laki-laki,” kata Dedi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (8/6/2019).

Penangkapan ke-81 pelaku dilakukan secara terpisah. Satu pelaku warga Desa Sampuabalo bernama La Pahi berhasil dibekuk saat lewat di tempat persiapan apel pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Buton AKBP Andi Herman pada pukul 06.35 WITA.

Setelah itu, aparat kepolisian langsung bergerak menuju Desa Sampuabalo untuk memulai pencarian pelaku kerusuhan. Penangkapan pun dimulai dari pukul 07.46 dan berakhir pada pukul 09.26 WITA.

Dari operasi penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan sekelompok masyarakat khususnya pria beserta sejumlah barang bukti berupa parang, Tombak, Pisau, Badik dan busur yang disimpan di sekitar rumah penduduk.

“Saat ini ke 81 orang yang diamankan dalam proses pergeseran dari Kabupaten Buton menuju Polda Sultra menggunakan jalur laut,” imbuhnya.

Sebagai informasi, bentrokan bermula dari konvoi pemuda Desa Sampuabalo yang dilakukan pada malam takbiran, Selasa (4/6/2019). Sekitar 40 pemuda menggelar konvoi dengan menggunakan 20 motor berknalpot racing yang identik dengan bunyi bising.

Saat konvoi melintasi permukiman warga di Desa Gunung Jaya, mereka dengan sengaja memainkan gas motornya sehingga membuat masyarakat terganggu dan akhirnya beradu mulut.

Merasa tak senang dikatai, pemuda Desa Sampuabalo pun mengajak warga desanya untuk datang ke Desa Gunung Jaya. Pada akhirnya, bentrokan pun tak terelakkan.

Sempat kondusif, namun kerusuhan kembali terjadi pada Kamis (6/6/2019) dengan membawa isu menyangkut pada SARA. Akibat bentrokan itu, sejumlah orang pun luka-luka, 2 tewas, dan 87 rumah dibakar.