Connect with us

pemilu 2019

Komunikasi Demokrat dengan Jokowi Kian Intens, Partai Koalisi Jokowi: Tak Masalah, Tapi …

Published

on

Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta , Kamis (2/5/2019). (Foto: Biro Pers Setpres RI).

Geosiar.com, Jakarta – Sejumlah kader partai politik dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mengusung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengaku tidak ambil pusing terkait merapatnya Partai Demokrat ke kubu Jokowi.

Seperti diketahui, pasca terselenggaranya pemilihan umum (Pemilu) 2019 pada 17 April lalu, komunikasi Partai Demokrat dengan Jokowi semakin intens sehingga menimbulkan berbagai spekulasi terkait kemungkinan partai berlambang mercy itu merapat ke kubu pemerintah.

Ketua DPP NasDem Irma Chaniago mengaku bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan apabila Demokrat memiliki keinginan untuk bergabung dalam koalisi. Bahkan, dia menilai partai pimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut bisa menunjukkan kualitas nasionalismenya.

“Politik itu dinamis ya, tetapi tidak boleh juga selalu oportunis. Saya kira Demokrat mampu menunjukkan kualitas nasionalismenya. Lebih mengedepankan keutuhan bangsa dan negara,” respon Irma, Kamis (6/6/2019).

Saat ditanya mengenai jatah kursi Demokrat di menteri kabinet, Irma juga mengatakan tidak masalah bila Demokrat akan mendapat jatah kursi di pemerintahan Jokowi. Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana upaya membangun pemerintah yang stabil dan solid.

“Saya kira tidak masalah (dapat kursi menteri). Karena sejak awal presiden menyatakan Indonesia akan lebih baik jika dibangun bersama. Ada yang di pemerintahan dengan program kerja, ada yang tetap di oposisi sebagai kontrol sistem yang efektif terhadap semua program kerja pemerintah,” paparnya.

Selain itu, Hanura pun turut mencoba untuk menerima Demokrat ke koalisi Jokowi-Ma’ruf. Waketum Hanura, I Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa kehadiran Demokrat dalam koalisi masih memerlukan pertimbangan matang walaupun keputusan akhir tetap pada Jokowi. Dia berharap, seluruh partai koalisi bisa dilibatkan dalam penentuan keputusan terkait masuknya partai besutan SBY itu.

“Ya itu kan tergantung user. User-nya Pak Jokowi tetapi kita yakin bahwa partai-partai koalisi akan dilibatkan. Karena kan harus diukur hubungan SBY dengan berbagai pihak saat ini,” jelas I Gede Pasek Suardika, Kamis (6/6/2019).

Pertimbangan yang harus dipikirkan, kata Pasek, adalah saat masa kampanye berlangsung mayoritas kader Demokrat kerap melontarkan serangan kepada paslon 01, apalagi menyangkut berita bohong alias hoax yang sejatinya sangat merugikan kubu Jokowi-Ma’ruf. Oleh karena itu, Pasek mengingatkan agar Demokrat tidak menjadi duri dalam daging apabila akhirnya dapat bergabung.

“Harus dilihat juga bagaimana ketika masa kampanye Jokowi diserang oleh kader-kader (Demokrat) yang lumayan keras. Jangan sampai jadi duri dalam daging. Kan kasar-kasar tuh orang-orangnya dan itu dibiarkan.” sindirnya.

Pasek juga menyarankan agar Demokrat tidak langsung meminta jatah kursi parlemen sebab mereka tidak ikut berjuang untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Justru, Demokrat dinilai sangat berusaha untuk menjatuhkan paslon 01 selama masa kampanye.

“Masa orang yang ikut menghambat dikasih jatah kekuasaan. Jangan sampai menggunakan politik mengapung, selalu ingin di atas terus,” tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Melchias Markus Mekeng. Dia merasa tidak keberatan dengan kemungkinan Demokrat masuk ke koalisi mereka malah menurutnya adanya Demokrat nanti justru dapat mengurangi kegaduhan politik.

“Kalau dari Golkar kita melihat yang lebih besar ya. Kalau koalisinya semakin besar artinya kegaduhan di dalam pembangunan akan semakin sedikit. Artinya kita tetap mengkritisi kebijakan yang kalau kurang berpihak pada rakyat tetap kita kritisi. Kalau banyak yang dukung kan lebih bagus,” tutur Mekeng, Kamis (6/6/2019).

Kendati demikian, Mekeng meminta supaya Demokrat untuk lebih tahu diri dalam upaya meminta jatah kursi di parlemen sebab selama Pilpres 2019, Demokrat berkampanye untuk pihak oposisi.

“Karena kan yang kerja keras, berkeringat kan yang koalisi dari awal. Jadi harus saling tahu dirilah. Yang datang baru harus tahu diri. Yang lama juga tahu diri supaya pembangunan berjalan dengan baik,” sindirnya.

pemilu 2019

Oposisi Berpeluang Gabung Koalisi Jokowi, Paloh: Jaga Kesepakatan

Published

on

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh.

Geosiar.com, Jakarta – Isu peluang bergabungnya partai politik (parpol) pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gerindra ke parpol koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin semakin santer terdengar. Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh pun ikut berkomentar atas isu tersebut.

Paloh mengatakan bahwa penentu keputusan bergabungnya parpol non-koalisi tersebut harus berdasarkan pada kesepakatan bersama dari seluruh partai koalisi pengusung. Sebab, keputusan itu merupakan kesepakatan bersama.

“Kalau keputusan tetap kita konsisten harus keputusan di antara seluruh parpol koalisi, harus dirundingkan. Harus dirundingkan artinya saya menjaga kesepakatan apa pun, itu tugas saya,” kata Surya Paloh di DIY pada Selasa (30/7/2019).

Menurut Paloh, keputusan untuk menerima parpol oposisi bergabung ke koalisi tidak boleh dengan keterpaksaan. Ia menegaskan jika semua parpol koalisi sudah bersepakat, maka tak ada pihak yang dirugikan atau pun merusak kesolidan koalisi. Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh parpol koalisi harus lebih dulu solid sebelum partai oposisi bergabung.

“Kita jaga dahulu, kalau kita sepakat mana ada yang rusak. Kalau rusak, itu ada yang tidak sepakat dalam kesepakatan karena keterpaksaan. Menerima dengan keterpaksaan itu tak boleh,” lanjut Paloh.

Dia menambahkan bahwa koalisi parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin telah berhasil memenangkan Pilpres 2019. Pada akhirnya hasil itu harus disyukuri karena hasil kerja keras bersama.

“Saling membesarkan hati satu sama lain dan mensyukuri perjuangan memenangkan pak Jokowi dalam kompetisi yang cukup keras itu sudah selesai. Dan hasilnya masyarakat beri mandat pak Jokowi sebagai Presiden terpilih, harus disyukuri parpol pengusung,” ucapnya.

Kabar gabungnya Gerindra muncul usai pertemuan antara Prabowo dan Jokowi, serta Prabowo dan Megawati beberapa waktu lalu. Pengamat memprediksi pertemuan ketiga tokoh dalam dua kesempatan berbeda itu juga membahas soal koalisi.

Continue Reading

pemilu 2019

TKN Bubar Sore Ini, Koalisi Tetap Solid

Published

on

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan

Geosiar.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dibubarkan hari ini, Jumat sore ini (26/7/2019) pukul 16.00 WIB. Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Verry Surya Hendrawan, menegaskan pembubaran TKN bukan berarti pembubaran koalisi.

“KIK akan terus ada, hadir, solid dan sepakat konsisten untuk aktif mengawal pemerintahan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang,” ujar Verry, Jumat (26/7/2019).

Ia menambahkan, KIK bakal terus aktif dan kritis di pemerintahan serta legislatif. Verry meyakini partai-partai KIK profesional dan solid guna mewujudkan visi dan misi presiden terpilih tersebut.

Adapun anggota parpol KIK yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP, PSI, PKPI, Partai Nasdem, dan Partai Perindo. Pembubaran TKN diikuti dengan pembubaran TKD di 34 Provinsi beserta seluruh kabupaten dan kota. Juga dihadiri kader-kader parpol, anggota dan relawan.

“Kami memiliki napas perjuangan yang seirama. Dan selama hampir satu yahun bersama-sama di TKN KIK, semakin menguatkan hubungan politis-profesional-individual ke-10 parpol. Kami meyakini sepenuhnya bahwa soliditas ini, akan terus membawa kebaikan untuk bangsa dan negara tercinta, Indonesia,” tambah Sekjen PKPI itu.

Sore ini, TKN Jokowi-Ma’ruf akan dibubarkan. Pembubaran TKN bakal dilakukan karena tugas pemenangan Pilpres 2019 sudah selesai.

“Pembubaran TKN adalah hal yang wajar karena tahapan pilpres telah usai. Tidak ada lagi kerja pemenangan,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, Kamis (25/7/2019).

Continue Reading

pemilu 2019

Sambut Kedatangan Prabowo, Megawati Ditemani Budi Gunawan

Published

on

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disambut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berkunjung di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) (beritasatu.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyambut hangat kedatangan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di teras rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Tiba di depan rumah Mega sekira pukul 12.31 WIB, Prabowo tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang, didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Sementara Megawati didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan anak-anak Megawati, yakni Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.

Saat awak media bertanya apakah Megawati menyiapkan menu nasi goreng kesukaan Prabowo, dirinya hanya tertawa lepas. Sementara Megawati hanya tersenyum-senyum tanpa berkata.

“Makasih ya,” kata Prabowo sambil melambaikan tangan, kemudian masuk ke dalam rumah Megawati.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pertemuan itu juga bakal dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Akan tetapi Hasto memastikan bahwasanya Jokowi tidak ikut serta dalam pertemuan antara Megawati dan Prabowo.

“Pertemuan nanti hanya Bu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Prabowo,” ujar Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar Nomor 27, Menteng, Jakarta.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com