Connect with us

Daerah

Bentrok di Buton, 100 Pasukan TNI Yonif Raider 700/WYC Diturunkan

Published

on

Sebagian pasukan Yonif Raider 700/WYC yang diberangkatkan dari Makassar menggunakan pesawat Hercules, Jumat (7/6/2019) (Foto: Kumparan).

Geosiar.com, Sulawesi Tenggara – Konflik antarwarga pada dua desa di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/6/2019) berujung rusuh. 

Bentrokan itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 700 orang harus diungsikan sementara. Selain korban jiwa, bentrokan ini berimbas pada terbakarnya 87 rumah.

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Irianto menerangkan bahwa pemicu pertikaian antarawarga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo itu karen kesalahpahaman antar pemuda desa.

“Karena kesalahpahaman antara Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo, yang diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor. Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan,” ucap Irianto saat memantau situasi di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019).

Pertikaian ini diawali dengan saut-sautan ‘kata kotor’ hingga menyinggung pemuda Sampuabalo. Tidak terima dikatai seperti itu, pemuda Sampuabalo lantas memanggil warga desanya untuk datang ke Desa Gunung Jaya. 

“Tak lama setelah ucapan kotor itu kemudian, masyarakat Sampuabalo tiba-tiba datang ke Gunung Jaya terjadi lemparan batu. Masyarakat Desa Gunung Jaya sangat sedikit penghuninya, sehingga ada pembakaran,” papar Irianto.

Irianto mengatakan, kondisi sempat kondusif tapi tak berlangsung lama hingga akhirnya menewaskan dua warga Desa Gunung Jaya.

Atas peristiwa ini, sebanyak 100 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif Raider 700/WYC dikirim dari Makassar untuk membantu mengawasi Kabupaten Buton pasca konflik. Pasukan itu diberangkatkan pada Jumat, (7/6/2019) pukul 01.13 WITA.

Kepala Penerangan Korem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono mengatakan, pasukan diberangkatkan dalam dua gelombang yang masing-masing berjumlah 50 orang. 

Setiap gelombang mempunyai pemimpin. Gelombang I dipimpin oleh Letda Inf Andi Ndaru selaku Danton Ban Kipan A. Sementara, Gelombang II dipimpin oleh Lettu Inf Sahang selaku Danki C Yonif Raider 700/WYC.