Connect with us

pemilu 2019

Bawaslu Soal Temuan Pelanggaran Kampanye: Terbanyak Ada di Jatim

Published

on

Ketua Bawaslu, Abhan. (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkapkan penemuan pelanggaran kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019 terbanyak berada pada Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Temuan itu berasal dari ribuan laporan yang diterima Bawaslu berdasar temuan sendiri maupun laporan masyarakat. Bawaslu mencatat total kasus pelanggaran pemilu yang telah teregister sebanyak 15.052, di mana 1.581 merupakan hasil laporan masyarakat dan 14.462 kasus dari hasil temuan Bawaslu.

Dari total 15.052 kasus, Bawaslu mengatakan bahwa kasus yang paling banyak dilaporkan merupakan pelanggaran administrasi yakni sebanyak 12.138 kasus. Kasus administrasi yang paling fenomenal terkait dengan laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Unu yang melaporkan kecurangan KPU dalam sistem informasi penghitungan suara (situng).

Selain itu, Ketua Bawaslu Abhan menerangkan bahwa pelanggaran administrasi selama kampanye juga banyak berkaitan dengan money politics alias politik uang. Pihak Bawaslu memberikan perhatian lebih terkait penggunaan uang saat masa kampanye.

“Tidak hanya pencegahan, kami juga serius pada proses penindakan money politics,” tutur Abhan di kantornya, Kamis (6/6/2019).

Salah satu kasus politik uang yang tertangkap Bawaslu, kata Abhan, berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Kasus tersebut telah ditindaklanjuti dan sudah mendapat vonis hukum bagi pelakunya yang merupakan salah satu caleg di DPRD Kabupaten Wonogiri.

Pelaku pun divonis hukuman penjara 1 bulan 15 hari dengan denda Rp 6 juta. Sewaktu diringkus, Bawaslu menemukan pelaku sedang memberi amplop berisi uang pecahan Rp 50 ribu kepada 30 orang yang mengikuti sosialisasi pemilihan anggota legislatif.

Abhan menegaskan bahwa pihaknya lansung menindaklanjuti semua laporan atau temuan yang diterima Bawaslu tekait pelanggaran selama masa aktif kampanye.