Connect with us

Kriminal

Polisi Geledah Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura 2 Kali

Published

on

Rumah pelaku ledakan Pospol Kartasura, Sukoharjo, RA di Solo, Jawa Tengah (Foto: detikcom)

Geosiar.com, Sukoharjo – Aparat kepolisian menggeledah rumah orang tua terduga pelaku bom bunuh diri pos polisi (pospol) Kartasura, Sukoharjo, Rofik Asharuddin (RA) di Solo, Jawa Tengah, sebanyak dua kali.

Penggeledahan pertama dilakukan pada Selasa (4/6) dini hari tadi selama hampir tiga jam, sementara penggeledahan kedua hanya berlangsung selama sejam.

Berdasarkan keterangan warga sekitar bernama Haryono, polisi mulai menggeledah rumah terduga pelaku sekitar pukul 08.00 WIB.

“Tadi sekitar pukul 08.00 WIB, hanya sebentar, setengah jam sampai satu jam. Kalau yang dini hari tadi lama, berjam-jam,” imbuh Haryono seorang warga yang merupakan tetangga RA, Selasa (4/6/2019).

Haryono mengatakan sejumlah orang ikut dalam penggeledahan, yakni ketua RT setempat, kepala dusun dan orang tua RA. Dia pun mengaku telah melihat polisi membawa beberapa barang dari rumah RA.

“Sejak dini hari tadi orang tuanya ikut di Polsek. Ini tadi dibawa lagi ke sini ikut menggeledah, lalu dibawa lagi ke Polsek,” paparnya.

Senada, Kepala Dusun I Kranggan, Sudarmanto mengatakan bahwa polisi masih mencari sejumlah barang bukti yang belum sempat ditemukan pada penggeledahan pertama. Sudarmanto menyebut jumlah barang yang dibawa kali ini tak sebanyak dengan penggeledahan pertama.

“Kalau yang kemarin sampai lima wadah. Ini tadi cuma sedikit. Waktunya juga cepat,” jelas Sudarmanto.

Terpantau, Garis polisi masih terpasang di sekitar rumah RA. Selain itu, TNI-Polri pun masih disiagakan di rumah RA.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan sebuah detonator jenis manual.

“Detonator manual dengan kabel hijau putih, selotip dan sisa paku,” papar Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (4/6/2019).

Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang seperti 2 plastik belerang, 1 plastik potasium, 3 plastik campuran belerang dan potasium, Black Powder, Rangkaian elektronik sebagai swtiching, Baterai, Sebuk putih dan arang, 2 plastik kabel, Batu, serta 1 batang pipa.

Berdasarkan temuan itu, pihak kepolisian menyimpulkan sementara bahwa bom yang dirakit pelaku adalah bom berdaya ledak rendah. “Hasil kesimpulan sementara itu (bom) jenis low explosive,” jelas dedi.

Kriminal

Sadis! Begal di Bekasi Tebas Tangan Korban Hingga Nyaris Putus

Published

on

Ilustrasi kawanan begal sadis dilengkapi dengan senjata tajam.

Geosiar.com, Bekasi – Fazrin (23) harus menerima kenyataan pahit karena tangannya nyaris putus akibat luka bacok yang diperolehnya dari kawanan begal sadis bersenjata tajam di Kawasan Industri MM2100, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/12/2019) malam.

Keadaan ini diperparah dengan sepeda motor Honda Scoopy E4641JJ milik korban yang berhasil dibawa kabur kawanan begal yang berjumlah dua orang tersebut. Menurutnya, peristiwa pembegalan itu berawal ketika dia hendak pulang dari undangan pernikahan temannya dengan melewati jalan Kawasan Industri MM2100. Namun di tengah perjalanan, dia merasa diikuti kedua begal.

“Saya sudah curiga karena saya ternyata diikuti oleh kedua begal itu dari pertengahan jalan,” tutur Fazrin, seperti dilansir Antara, Selasa (10/12/2019).

Kemudian, ia mengaku dipepet dua orang yang sudah mengikutinya sejak tadi. Korban melihat salah seorang pelaku yang duduk di boncengan mengeluarkan senjata tajam sejenis parang lalu mengarahkan kepadanya. Melihat itu, dia panik dan berusaha menghindar

Nahas, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam itu ke bagian punggung korban hingga darah bercucuran. Merasa kesakitan, korban menghentikan laju sepeda motornya.

“Saya berhenti karena sakit dibacok,” ungkapnya.

Bahkan, pelaku sempat mengayunkan senjata tajam ke arah leher korban, namun berhasil ditangkis korban menggunakan tangan hingga bercucuran darah. Sudah tak berdaya, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban.

Pelaku sempat kembali mendatangi korban dengan tujuan ingin menghabisi nyawanya. Beruntung, ada warga yang datang untuk melakukan perlawanan dan kedua begal langsung kabur. Kemudian, warga membawa korban yang kritis ke klinik terdekat dan dipindah ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Salah satu Warga kemudian melaporkan kasus ini kepada petugas kepolisian. Mendapat laporan, petugas pun langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan korban.

“Kami masih meminta keterangan korban untuk mengidentifikasi kawanan begal sadis ini,” ujar Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi saat dikonfirmasi.

Kawanan begal ini diduga selalu membawa senjata tajam saat melancarkan aksinya. Atas peristiwa ini, Satreskrim Polsek Cikarang Barat dan Polres Metro Bekasi tengah memburu kelompok begal itu.

Continue Reading

Kriminal

Kerap BAB, Bayi Tewas Ditikam Ayah Tiri

Published

on

Konferensi pers ayah tiri bunuh balita berumur 3 tahun di Polres Malang Kota, Jum'at pagi (1/10). [Foto : irham thoriq/tugumalang.id]

Geosiar.com, Malang – Polres Malang Kota mengungkap motif pembunuhan bayi 3 tahun bernama Agnes Arnelita yang dilakukan oleh ayah tirinya Ery Age Anwar (36) warga Tlogowaru, Kota Malang, pada Rabu (30/10) lalu.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan hasil autopsi, akhirnya yang bersangkutan mengakui sudah menganiaya AA (Agnes Arnelita) hingga yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Dony Alexander dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2019).

Adapun motif pembunuhan tersebut, lanjut Dony, lantaran korban kerap buang air besar (BAB) di dalam celana sehingga membuat tersangka pitam dan tega menganiaya hingga tewas.

“Karena sering buang air besar, dan puncaknya hari Rabu (30/10) lalu, tersangka kesal dan akhirnya melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Sebelumnya, tersangka sempat memberikan keterangan palsu yang menyebut jika korban meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi.

“Dari keterangan ayah tiri katanya korban tenggelam, menggigil, tapi tidak ditemukan adanya air. Di kakinya juga ada luka bakar, namun masih dalam proses penyelidikan penyebab pastinya,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, Kamis (31/10) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Setelah dilakukan autopsi di RS dr Saiful Anwar, korban diduga kuat tewas akibat penganiayaan karena terdapat sejumlah lebam di punggung, luka bakar di bagian kaki, hingga pendarahan di bagian perut.

Continue Reading

Kriminal

Baru Sebulan Menikah, Suami Tega Bakar Istri

Published

on

Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di TKP suami bakar istri. (Foto: kumparan.com)

Geosiar.com, Surabaya – Seorang pria bernama Purwanto (35) tega membakar istrinya, Putri (25) di sebuah kamar kos, Jalan Ketintang Baru IIA No. 3A, Surabaya, Selasa (15/10/2019). Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian, korban datang ke kamar kos bersama ibu dan anak perempuannya untuk mengemasi barang. Setibanya di kamar kos, korban terlibat cekcok dengan suaminya. Sementara ibu dan anaknya menunggu di luar kos.

“Kemarin dia pulang nggak pamit, terus datang sama ibunya, mau ngemasi barang pulang,” ujar salah satu penjaga rumah kos, Heri Suwardoyo, saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut penuturan Heri, ibu korban berada di luar untuk menelepon travel yang akan mengangkut barang dan mengantar mereka pulang. Sementara korban dan suaminya diduga terlibat cekcok mulut dalam kamar.

“Kamarnya terbakar, korban (Putri) keluar dengan wajah, badan, tangan bekas luka bakar,” jelas Heri.

Korban yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke RSI Wonokromo dengan menggunakan becak. Akibat peristiwa itu, tempat tidur berupa kasur springbed ludes terbakar.

“Yang laki (Purwanto) kabur makai motor saya. Informasinya keduanya baru nikah satu setengah bulan,” pungkas Heri.

Melihat kobaran api, Heri pun spontan menuju kamar korban berupaya memadamkan api dengan bantuan beberapa driver ojek online yang sedang melintas sembari menunggu pemadaman kebakaran.

Mendapat laporan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya pun langsung turun ke TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Kasus dugaan percobaan pembunuhan ini masih dalam penyelidikan polisi.

Sementara itu, Wakapolsek Gayungan AKP Widiantoro mengatakan untuk sementara motif masih didalami. “Yang terjadi diduga kebakaran. Motif dan lainnya masih didalami,” ujar Widiantoro.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com