Connect with us

Dunia

Gagal Sepakat Denuklirisasi, Korut Eksekusi Mati Utusan untuk AS

Published

on

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada Februari lalu. (Foto: AFP/Gettyimages)

Geosiar.com, Korut – Pemerintah Korea Utara (Korut) diberitakan telah mengeksekusi mati seorang utusan mereka untuk Amerika Serikat (AS) atas kegagalan dalam mencapai kesepakatan denuklirisasi pada pertemuan kedua antara pemimpin Korut, Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada Februari lalu.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo yang dilansir dari AFP, mengatakan bahwa utusan itu bernama Kim Hyok Chol.

“Kim Hyok Chol dieksekusi pada Maret di Bandara Mirim beserta empat pejabat senior Kementerian Luar Negeri menyusul sebuah penyelidikan,” tulis media Korsel. Namun, media tidak merinci identitas empat pejabat tersebut.

Berdasarkan laporan seorang sumber kepada Chosun Ilbo mengatakan, Kim Hyok Chol dituding sebagai mata-mata dan mengkhianati pemimpin tertinggi Korut.

“Ia dituduh menjadi mata-mata untuk AS karena melaporkan masalah negosiasi dengan buruk dan tak bisa mengetahui keinginan AS,” tutur seorang sumber kepada Chosun Ilbo, dilansir dari Reuters pada Jumat (31/5/2019).

Sementara itu, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel yang menangani hubungan antar-Korea menolak untuk berkomentar mengenai laporan tersebut. Selain itu, Istana Kepresidenan Korsel juga menegaskan tak akan ikut campur mengenai kabar itu.

Kendati demikian, pengamat dari Institut Unifikasi Korea, Hong Min menilai kemungkinan besar Kim Hyok Chol bisa dieksekusi karena ia mengemban tugas yang sangat besar tapi berakhir gagal.

“Tugasnya adalah melaporkan langsung secara akurat ke Kim [Jong-un], tapi saya tidak yakin dia benar-benar memahami maksud atau strategi bernegosiasi,” duga Hong Min.

Selain Kim Hyok Chol, media Chosun Ilbo juga melaporkan bahwa salah satu penerjemah Kim Jong Un, bernama Shin Hye Yong pun dijatuhi hukuman dengan memenjarakannya di sebuah kamp.

Shin diduga membuat kesalahan saat menafsirkan proposal pimpinan Korut, Kim Jong Un dalam KTT bersama Donald Trump.