Connect with us

Dunia

Praktik Suap Korut Merajalela, Warga Sogok Pejabat Agar Bertahan Hidup

Published

on

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat menyaksikan uji coba senjata anti-tank. (Foto: Reuters)

Geosiar.com, Korut – Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) melaporkan bahwa kondisi masyarakat di Korea Utara (Korut) sangat mengenaskan terkait masalah keamanan. Pasalnya, warga terpaksa harus menyogok para pejabat negara supaya dapat lepas dari penindasan dan pembunuhan yang kerap terjadi.

Melansir dari Reuters pada Selasa (29/5/2019), para pejabat Korut dilaporkan sering memeras rakyat hingga mengancam akan menahan mereka, terutama bagi pekerja di sektor perekonomian informal.

Berdasarkan informasi salah satu warga Korut yang berhasil melarikan diri ke Korea Selatan (Korsel), masyarakat dari wilayah timur laut provinsi Ryanggang dan Hamgyong Utara yang sering kali dijadikan target utama aksi pemerasan.

“Jika kamu memiliki uang, kamu dapat melarikan diri dari semuanya, termasuk menghindari pembunuhan,” tutur orang itu.

Dia mengatakan, Warga juga kerap menyogok petugas penjaga perbatasan agar bisa menyeberang ke wilayah China.

Otoriter Korut mengatakan, kondisi itu terjadi akibat sanksi yang diberikan PBB terkait program rudal balistik sejak 2006 yang justru semakin memperburuk situasi kemanusiaan Korut.

Michelle Bachelet selaku Komisioner Tinggi HAM PBB, tidak membenarkan pembelaan pemerintah Korut itu. Dia mengatakan, militer Korut lebih mementingkan urusan persenjataan dibandingkan kesejahteraan rakyatnya di tengah porak-porandanya perekonomian negara.

“Saya khawatir bahwa fokus yang terus -menerus ditujukan pada isu nuklir akan mengalihkan perhatian kita dari kondisi HAM jutaan rakyat Korut yang sangat memprihatinkan,” imbuh Bachelet.

Selain itu, Bachelet turut mendesak otoriter Korut agar membebaskan rakyatnya dalam bertindak.