Connect with us

Hukum

Hina Jokowi, Jerry D Gray Resmi Ditahan Polisi

Published

on

Jerry Duane Gray (baju merah) tersangka ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong saat konferensi di kantor Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/5/2019). (Foto: Tempo)

Geosiar.com, Jakarta – Penghina Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Jerry Duane Gray resmi ditahan penyidik Polres Jakarta Barat. 

Jerry ditangkap sebagai tersangka terkait ujaran kebencian dan penyebatan berita bohong atau hoax berupa video yang menuding soal infiltrasi komunis dalam pemerintahan Joko Widodo.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu. Edi mengatakan, pelaku resmi ditahan mulai hari ini, Rabu (29/5/2019).

“Iya sudah (ditahan) mulai hari ini,” tutur Edi Suranta.

Kepala Polres Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, motif Jerry membuat video tersebut lantaran menjadi korban berita bohong ihwal Brimob Cina yang sempat viral.

“Yang bersangkutan juga merupakan korban hoax. Dia mempercayai bahwa ada Brimob menggunakan baju hitam, dari negara Cina, Komunis, kemudian datang ke Indonesia dan dia tidak terima,” jelas Hengki di kantornya, Selasa (28/5/2019).

Pihak kepolisian akan menahan Jerry selama 20 hari ke depan atau hingga 17 Juni 2019. Atas kasus ini, Jerry dipersangkakan dengan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Selain itu, Jerry turut dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pemidanaan dan juga kita kenakan Pasal 27 KUHP. 

Sebagai informasi, Polres Jakarta Barat mengamankan Jerry D Gray setelah video yang menyebut pemerintahan Jokowi disusupi komunis menjadi viral di media sosial. 

Video tersebut direkam saat Aksi 22 Mei 2019, Rabu lalu. Kemudian, Jerry ditangkap pada Selasa (28/5/2019) pagi di rumahnya di Srengsen, Jakarta Barat.