Connect with us

pemilu 2019

Menristekdikti Gelar Forum Diskusi Mahasiswa Pasca Pemilu 2019

Published

on

Forum diskusi dan berbuka bersama Menristekdikti dengan kelompok Cipayung di Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti, Senin (27/5/2019). (Foto: Humas Kemenristekdikti)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menggelar forum diskusi dan berbuka bersama untuk menunjukkan kebersatuan mahasiswa pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019.

“Kita ingin merajut kembali persatuan Indonesia, pasca Pemilu 2019 ini. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, nanti kita bisa menyatukan kembali para anak bangsa yang selama ini beda pendapat, beda pilihan, beda partai, tapi tetap satu untuk Indonesia maju,” kata M Nasir dalam keterangan tertulis, Selasa (28/5/2019).

Forum diskusi itu dihadiri para alumni dan anggota organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung.

Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Akbar Tandjung turut hair dalam forum tersebut. Akbar mengatakan, saat ini Indonesia banyak mengalami dinamika demokrasi. Dinamika itu turut ikut serta dalam mendewasakan rakyat.

“Kita sekarang ini disebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, pertama India kedua Amerika dan ketiga Indonesia. Lebih dari itu, Indonesia juga menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Dari berbagai hal itu kita lihat ada banyak dinamika yang berkembang dalam dunia politik kita,” papar Akbar dalam forum tersebut.

Pemilu 2019, kata Akbar, sangat istimewa lantaran pemilihan presiden (pilpres), DPR, dan DPD dilakukan secara serentak.

Bambang Soesatyo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang juga merupakan alumni HMI menyampaikan bahwa setiap politikus yang mengajukan diri pada pemilu harus bisa bersikap dewasa. Dia menekankan agar politikus dapat bersaing secara sehat di mana pun mencalonkan diri,