Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok

Published

on

Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan  – Guna menurunkan angka kematian keberadaan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor. 3 Tahun 2014 di Medan, perlu didukung berbagai elemen masyarakat termasuk generasi muda.  Saat ini, penerapan perda KTR masih belum maksimal. Hal tersebut  dibuktikan dari  masih banyaknya  kawasan yang ditetapkan sebagai zona bebas asap rokok, belum sepenuhnya menerapkan perda tersebut.

Untuk mendukung tegaknya perda KTR,  anggota DPRD Medan, Drs. Hendrik Sitompul,  MM dalam sosialisasi perda yang digelar di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram Medan, mengajak generasi muda untuk ikut menyosialisasikan dan memahami pentingnya perda ini.

Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok oleh anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Sitompul,  MM

“Anak muda adalah generasi harapan bangsa. Kita sangat berharap generasi bangsa kedepan, hidup di lingkungan yang sehat dan bebas polusi. Kita mengharapkan perda KTR benar-benar diterapkan di masyarakat,” ungkap Hendrik dalam sosialisasinya, Sabtu (25/5/2019).

Lanjut Hendrik,  Perda itu mengatur kawasan-kawasan yang harus bebas asap rokok dan perlu dipahami generasi muda di Kota Medan.

“Dalam pasal 7 perda KTR, semua fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum sudah ditetapkan sebagai kawasan tanpa asap rokok (KTR),”  urainya.

Politisi Partai Demokrat Kota Medan ini juga mengimbau kepada  pemilik angkutan umum  agar wajib mengingatkan kepada pengemudi untuk tidak merokok dan tidak membiarkan penumpang merokok.

Disebutkannya,  kawasan tanpa rokok ditetapkan untuk menurunkan angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Juga  mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok.

Dalam perda ini, tambahnya,  juga memuat sanksi tegas diantaranya ketentuan pidana diatur pasal 44 yakni, setiap yang merokok ditempat area KTR diancam pidana denda Rp50 ribu. Sementara bagi setiap pengelola/pimpinan penanggung jawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal dengan membiarkan orang merokok diancam pidana kurungan 15 hari dan pidana denda Rp10 juta.

Salah seorang peserta sosper, mengingatkan agar para guru yg sedang mengajar tidak merokok, karena sangat membahayakan kesehatan murid.  (X1)