Connect with us

Politik

Hari Ini, KPK Periksa Sofyan Basir Soal Kasus Suap PLTU Riau-1

Published

on

Sofyan Basir

Geosiar.com, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir, hari ini (27/5/2019).

Ini merupakan panggilan kedua karena sebelumnya tak memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah pada Jumat 24 Mei 2019 lalu. Saat itu, ia harus memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyewaan marine vessel power plant (MVPP) yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka. Ini merupakan penjadwalan ulang dari yang sebelumnya,” jelas juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (7/5/2019).

Sofyan ditetapkan tersangka oleh KPK pada 23 April 2019 sebagai tindak lanjut pengembangan kasus korupsi tersebut.

Dalam kasus ini KPK telah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Idrus Marham, dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Eni Saragih ditetapkan hukuman 6 tahun penjara. Sedangkan Kotjo divonis 2 tahun 8 bulan penjara. Idrus Marham divonis 3 tahun penjara.

Pada pengembangan sebelumnya, KPK juga telah menjerat pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan. Saat ini, Samin sudah berstatus sebagai tersangka. Akan tetapi kasusnya belum disidangkan.

Menurut KPK, Sofyan telah menerima janji suap yang sama dengan Eni Maulani Saragih dari Johannes Budisutrisno Kotjo.