Connect with us

Sumut

Wakil Walikota Medan Nilai Peran Guru dan Tokoh Agama Penting Ciptakan Suasana Kondusif

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengaku jika peranan guru, penyuluh serta tokoh lintas agama sangat penting membantu pemerintah menciptakan susana kondusif di kota Medan. Sebab, seluruh unsur dimaksud diyakini dapat penghubung menyampaikan pesan kepada maayarakat agar tercipta keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Medan saat membuka Dialog Guru dan Penyuluh Serta Tokoh Lintas Agama di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso Medan, kemarin. Tujuan kegiatan ini digelar agar seluruh komponen masyarakat dapat berdiskusi dan saling bertukar pikiran serta menyamakan persepsi guna menciptakan suasana Kota Medan yang aman, nyaman dan kondusif.

‘’Kami menyadari bahwa menciptakan dan menjaga kekondusifan kota Medan butuh peran serta dari seluruh elemen masyarakat, termasuk guru, penyuluh serta tokoh agama. Sebab, kita semua memiliki fungsi dan peran masing-masing untuk ikut serta dan berkontribusi dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban Kota Medan,’’ kata Wakil Wali Kota.

Dialog yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB tersebut dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Mohammad Hatta, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Impun Siregar, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Ilyas Halim, unsur Polrestabes Medan, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama. Selain dialog, acara juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama.

Dalam dialog tersebut, bertindak sebagai narasumber Kakan Kemenag Kota Medan, Ketua MUI Kota Medan serta perwkilan Polrestabes Medan. Acara yang mengangkat tema ‘’Peran Serta Guru, Penyuluh dan Tokoh Agama Dalam Menjaga Kamtibmas’’ berlangsung lancar dengan sesi tanya jawab hingga waktu berbuka tiba. Selanjutnya, Wakil Wali Kota melaksanakan Shalat Maghrib dilanjutkan dengan makan malam bersama. (lamru)

Advertisement

Sumut

Rapat Perdana Paripurna Soal Tatib DPRD Tebing Tinggi ‘Hujan’ Interupsi

Published

on

Rapat Perdana Paripurna Soal Tatib DPRD Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Rapat Perdana Paripurna pembahasan tata tertib (Tatib) DPRD Tebing Tinggi periode 2019-2024 yang dipimpin ketua sementara, Basyaruddin Nasution dan wakil ketua Sementara M Azwar diwarnai banyak interupsi, pada Kamis (19/9) pukul 10.40 WIB.

Hujan interupsi itu datang dari Anggota DPRD terkait tatib yakni Fahmi Tanjung, Ogamota Hulu SH MH, Kaharuddin Nasution, Drs. Jonner Sitinjak, Waris  dan Ibrahim Nasution SE.

Awalnya, Fahmi Tanjung menyampaikan penyusunan tatib harus mengacu kepada tatib yang sudah disahkan dan tidak perlu direvisi kembali disidang selanjutnya.

Kemudian Ogamota mengatakan, pembahasan tatib sebaiknya mengacu kepada surat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan bila telah mengacu barulah dilanjutkan dengan memperhatikan poin-poin dari tatib yang sudah disahkan pada sidang Mei yang lalu di periode 2014- 2019.

Sementara, Kaharuddin mengucapkan pandangannya mengenai kesiapan pelaksanaan paripurna pembahasan tatib. Seperti diketahui bahan yang diberikan sudah diundangkan bukan lagi rancangan dan Sekwan jangan “membag ” pikiran Dewan, dan ini peringatan.

Lebih lanjut Drs. Jonner Sitinjak menyatakan bahwa tatib yang telah ditetapkan oleh Dewan Periode 2014-2019 untuk dilanjutkan. Jika dikoreksi seakan-akan tidak menghargai kerja dewan tersebut.

“Untuk itu kami berharap untuk menggunakan tatib yang sudah disahkan karena sudah sesuai dengan PP 12 tahun 2018,” kata mantan pendidik itu.

Sedangkan, Ibrahim Nasution mengatakan pembahasan tatib tidak bisa diselesaikan satu hari. “Perlu beberapa hari untuk dicermati kembali dan kita harus terlebih dahulu membahas pokok-pokok resmi sesuai jadwal yang ditentukan,” katanya.

Sebelum mengakhiri usulnya, Ibrahim  meminta kiranya Sekretaris Dewan (Sekwan) dapat memfasilitasi para dewan untuk berkumpul guna menjalin kekompakan hal ini disambut para sebagian dewan lainnya.

M. Azwar selaku Wakil Pimpinan Sementara berharap agar mereka yang berjumlah 12 Orang yang baru terpilih bisa berkumpul untuk mengusulkan rapat selanjutnya. Azwar mengusulkan agar saat bersidang tidak ada lagi asap rokok dalam ruang persidangan. Namun usul ini kurang ditanggapi peserta rapat.

Ketua Sementara Basyaruddin Nasution  SH mengatakan salah satu tugasnya yakni melakukan rapat sesuai jadwal yang telah ditentukan dan  anggota dewan sepakat untuk dilakukan diskors dan sidang digelar pekan depan  dan palu diketok.

Continue Reading

Sumut

Polisi Ringkus Pelaku Pengeroyokan TNI di Marindal Medan

Published

on

Seorang Anggota TNI Babak Belur Dikeroyok Belasan Orang di Desa Marindal, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (tribunnews.com)

Geosiar.com, Medan – Polisi menangkap pelaku pengeroyokan yang melukai seorang anggota TNI di Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, pada Selasa (17/9/2019) kemarin.

Pada saat kejadian, seorang anggota TNI berinisial PB mengalami luka dibagian kepalanya.

“Polisi dan teman-teman dari TNI sudah melakukan kerjasama. Pelakunya sudah ada ditangkap dan sudah kita proses,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Kamis (19/9/2019).

Kendati demikian, Dadang masih enggan bercerita secara merinci mengenai identitas pelaku maupun kronologi terjadinya keributan. Kini polisi masih terus melakukan proses penyelidikan.

Seperti diketahui, keributan dipicu karena persoalan tanah. Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Djunaidi membenarkan adanya peristiwa hingga membuat anggotanya terluka.

“Benar. Luka ringan di bagian kepala dan telah mendapatkan perawatan tenaga kesehatan di satuannya,” ungkap Zeni, Rabu (18/9/2019)

Zeni menjelaskan, persoalan ini telah ditangani pihak kepolisian. Dia mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak membesar besarkan persolan ini.

Terkait pelaku pengeroyokan, institusinya menyerahkan seluruh penyidikan kepada pihak kepolisan.

“Itu kewenangan polisi,” tandas Zeni.

Continue Reading

Sumut

Gempa Magnitudo 3 Guncang Dairi Sumut

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Dairi – Gempa bumi bermagnitudo 3 mengguncang Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Pusat gempa berada di 14 km timur laur dari Dairi.

Berdasarkan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, gempa terjadi pada Jumat (20/9/2019) sekira pukul 09.47 WIB. Gempa tersebut memiliki kedalam 5 km.

“Kedalaman: 5 Km,” tulis BMKG.

Lokasi gempa berada di 2,79 derajat Lintang Utara, 98,44 Bujur Timur.

Hingga kini belum diketahui dampak dari gempa tersebut.

Gempa dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Maksudnya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga getaran dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa bagaikan ada truk berlalu.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com