Connect with us

Politik

Sempat Bubar, Massa Kembali Beraksi di Jalan Slipi

Published

on

Warga Kembali Kuasai Jalan Slipi (CNNIndonesia)

Geosiar.com, Jakarta – Massa aksi 22 Mei kembali turun ke jalanan di kawasan Slipi, Jakarta Barat, yang sebelumnya sempat dibubarkan secara damai oleh kepolisian. Kali ini adanya aksi bakar ban di tengah jalan.

Sempat dibubarkan dengan damai dan berjabat tangan oleh polisi sekitar pukul 10.45 WIB, massa kembali turun ke jalan sekira pukul 10.55 WIB. Sambil memekikkan takbir, sejumlah di antaranya ada yang mengajak sesama warga untuk melanjutkan aksi.

“Ayo, ayo lagi. Allahuakbar,” teriak seorang warga.

Kumpulan massa juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan sekitar wilayah Kota Bambu. Polisis sebelumnya sempat bermusyawarah dengan warga setempat untuk membubarkan kerumunan massa yang sempat melakukan aksi.

Situasi dan kondisi saat ini tampak lebih kondusif dari sebelumnya. Warga dengan kepolisian terlihat tidak lagi saling lempar batu.

Di lokasi, sisa-sisa lemparan batu juga banyak berserakan di sepanjang Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu, Slipi. Ada pula dua sepeda motor yang menjadi korban perusakan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Roby Barus SH : “Jika Pemimpin Partai Percaya, Siap Jadi Ketua DPRD Medan”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Perolehan 10 kursi dan suara terbanyak yang diperoleh PDI P di DPRD Medan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April lalu. Memastikan jabatan Ketua DPRD Medan periode 2019-2024 dimiliki kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Namun, siapa sosok dari 10 anggota dewan yang akan menjabat Ketua DPRD Medan tetap menunggu keputusan dan kebijakan dari DPP PDI Perjuangan. Kendati, jabatan Ketua itu diemban setelah pelantikan anggota DPRD Medan pada September 2019 mendatang, sejumlah nama yang dinilai pantas sudah ramai dibicarakan.

Seperti halnya, nama Roby Barus SH (foto) asal daerah pemilihan (dapil) I meliputi Kec Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Petisah dan Medan Baru dinilai layak dan pantas menduduki jabatan Ketua DPRD Medan.

Sebagaimana diketahui Roby Barus SH saat ini menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Loyalitas dan perhatiannya memperjuangkan partai serta kepedulian terhadap wong cilik tentu dinilai pantas sebagai pemimpin.

Begitu juga pengalaman Roby Barus SH di komisi I DPRD Medan yang membidangi pemerintahan dinilai mampu bersinergi dengan eksekutif membina para ASN meningkatkan pelayanan dan pembangunan di kota Medan.

Kepada wartawan Geosiar.com, Kamis (20/6/2019), Roby Barus SH mengaku bersedia mengemban amanah partai dan menjungjung tinggi keputusan partai.

“Jika pemimpin Partai mempercayakan saya menjabat Ketua DPRD Medan. Saya siap menjalankan apa saja demi kepentingan rakyat. Saya akan berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan Partai,” ujar Roby seraya menyebut semua itu menunggu keputusan DPP.

Dikatakan Roby, penetapan dan keputusan siapa yang akan menjabat Ketua DPRD Medan tetap menunggu mekanisme dan keputusan DPP. Sedangkan, DPC hanya merekomendasikan 2 atau 3 nama setelah hasil rapat pleno dan seterusnya dikirim dan tetap menunggu keputusan DPP.

Adapun 10 nama anggota dewan yang berhasil lolos ke DPRD Medan periode 2019-2024 yakni, Edward Hutabarat, Roby Barus, Margaret MS, Paul Mei Anton Simanjuntak, Wong Cun Sen, Hasyim SE, David Rony Ganda Sinaga, Daniel Pinem, Henri Duin dan Johannes Haratua Hutagalung. (lamru)

Continue Reading

Politik

Bamsoet dan Airlangga Niat Calonkan Diri Jadi Ketum Golkar, Ical: Biar Kader yang Tentukan

Published

on

Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11/2014). (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Desakan sejumlah kader dan ormas sayap Partai Golkar agar penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa terkait pergantian ketua umum (ketum) segera dilaksanakan semakin riak terdengar. Sejumlah nama kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai ketum pun mulai mencuat.

Salah satu kader Golkar yang menunjukkan keinginan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat Ketum Golkar adalah Bambang Soesatyo (Bamsoet). Selain Bamsoet, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun disebut masih ingin mencalonkan diri kembali sebagai ketum partai yang dipimpinnya saat ini.

Atas mencuatnya sejumlah nama kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai ketum, Ketua Dewan Pembina Partai (DPP) Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyampaikan apresiasi terhadap banyaknya kader yang ingin maju sebagai ketum. Dia menilai banyaknya calon ketum justru membuktikan bahwa kaderisasi Partai Golkar berjalan baik.

“Makin banyak calon, makin bagus. Memperlihatkan Partai Golkar adalah partai kader yang sangat demokratis,” tutur Ical kepada awak media, Kamis (20/6/2019).

Kendati demikian, Ical masih tak mau mengungkapkan sikap politiknya terkait kepada siapa dukungan yang akan diberikannya. Menurut Ical yang terpenting dalam pemilihan ketum adalah dengan menyerahkan keputusan kepada kader yang memiliki hak suara.

“Siapa saja adalah kader-kader Golkar. Saya juga selaku ketum 2009-2014 dan 2014-2016. Saya tidak berpihak. Biarkan pemegang hak suara yang menentukan,” tegasnya.

Namun, Ical mengharapkan agar Munas dan caketum Golkar sebaiknya bisa ditunda dahulu karena DPP Golkar sendiri belum dapat memastikan tanggal rapat pimpinan dan Munas itu diadakan. Selain itu, dia meminta supaya pelaksanaan Munas Golkar tak perlu dipercepat karena ia menilai tidak ada urgensi politik yang mengharuskan Golkar mempercepat Munas.

“Tidak ada urgensinya. Biarkan DPP menentukan kapan rapim dan Munas akan diadakan pada tahun ini,” tandasnya.

Di sisi lain, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet berharap agar Munas Golkar bisa digelar setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan hasil sengketa Pilpres pada 28 Juni mendatang.

Continue Reading

Politik

Hendra DS: Penataan Sungai di Medan Perlu Terobosan Seperti Sungai Tukad di Bali

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dua bulan lalu Anggota komisi IV DPRD Medan Hendra DS telah menyoroti kondisi kota Medan yang kerap banjir dan tak kunjung usai. Bahkan, Hendra yang sudah duduk dua periode anggota dewan itu mendesak Pemko Medan dan Pempropsu supaya melakukan terobosan baru.

Hendra DS yang akan duduk kembali anggota DPRD Medan periode 2019-2024 itu telah menyebut kondisi kota Medan kategori darurat banjir. Atas dasar itu Hendra DS mendorong Pemko Medan dan pemerintah Sumut serta Balai Sunga melakukan terobosan baru solusi mengatasi banjir.

Tapi sorotan itu tidak direspon Walikota Medan maupun Dinas PU Medan. Celakanya, Rabu (19/6/2019) beberapa lokasi kota Medan direndam banjir. Pada hal Hendra DS sudah mengingatkan agar dakukan pengelolaan tata kota drainase yang bagus yakni Medan Urban Development Project (MUDP) dan kanal (sungai).

Sehingga air hujan di Medan dan banjir kiriman dari luar Medan tidak dapat mengalir dengan bagus. Dimana drainase MUDP dan kanal dapat berfungsi sempurna. Maka perlu Kadis PU, Balai Sungai Sumatera dan Pempropsu yang baru melakukan terobosan baru.

Dikatakan lagi, konsep perbaikan banjir ini harus dimulai dari awal. “Diurut semuanya dari nol. Kalau cuma untuk perbaikan mendalami parit-parit, masalah banjir tidak akan selesai. Tapi diurut dari awal. Karena siapapun pemimpinnya sekarang ini tidak akan bisa mengatasi banjir. Lihat saja 2 jam hujan lebat, air sudah tergenang karena drainase tidak jalan,” katanya kala itu.

Sungai Harus Ditata Indah Seperti Sungai Tukad di Bali

Selain itu, melalui postingan akun facebooknya, Hendra DS menyebut saatnya Pemko Medan menata sungai yang melintasi kota Medan.

Penataan itu sudah waktunya menjadikan sungai menjadi tempat wisata dan rekreasi seperti sungai Tukad di Kota Badung, Propinsi Bali. Pembangunan penataan sungai di Medan kiranya dapat dimulai dari dekat kantor walikota Medan hingga ke hulu. (lamru)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com