Connect with us

Sumut

Polres Tebing Tinggi Gelar Press Release Kasus Penangkapan 2 Bandar dan 4 Pengguna Narkoba

Published

on

KaPolres Tebing Tinggi bersama jajarannya saat press release, Selasa (21/5/2019) (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Polres Tebing Tinggi menggelar press release terkait penangkapan pengedar dan pemakai narkoba di depan kantor Kapolres Tebing Tinggi, Selasa (21/5/2019) pukul 09.30 WIB.

Press Release tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Sunadi dan didampingi Kasat Narkoba, AKP M Nainggolan serta Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu J Nainggolan dan Kanit I Narkoba Polres Tebing Tinggi, Ipda Ganda Manullang.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Sunadi mengatakan, dalam kurun waktu satu minggu di bulan Mei 2019, Polres Tebing Tinggi telah berhasil menangkap enam orang pelaku kasus narkoba, dengan rincian dua orang sebagai bandar narkoba, sementara empat orang lainnya sebagai pengguna.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan sewaktu penangkapan pelaku (Foto: WH/Geosiar.com).

Melengkapi, Kasat Narkoba, AKP M Nainggolan menyampaikan, penangkapan terhadap keenam pelaku dilakukan pada waktu dan tempat berbeda. Penangkapan pertama dilakukan pada Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 14.30 WIB di dusun penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), tepatnya di pinggir jalan depan PT PKS.

Dari TKP, aparat berhasil meringkus pelaku berinisial MSL (22) warga dusun II, Desa Penggalangan.

“MSL ditangkap saat dirinya hendak menjual dengan barang bukti berupa satu bungkus plastik transparan kecil yang berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu-sabu. Pelaku menyimpan di dalam dasbor sepeda motor merk Honda Vario BK 3311 NAN yang dikenderai oleh pelaku,” papar AKP M Nainggolan.

Penangkapan kedua, kata AKP M Nainggolan, dilakukan pada Senin (13/4/2019) sekitar pukul 18.20 WIB di Jalan Abdul Rahim Lubis, Lk II, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, tepatnya di dalam sebuah rumah. Dari TKP, aparat berhasil meringkus tiga orang tersangka, yakni berinisial RD (45), SN (40), dan ESL (39) beserta barang bukti satu buah kaca pirex yang berisikan serbuk diduga narkoba jenis sabu-sabu dengan berat kotor 1,28 gram, satu buah alat hisap sabu (bong), satu buah plastik transparan kecil kosong, dan empat buah mancis gas, serta uang tunai senilai 200 ribu rupiah.

“Penangkapan kedua berhasil menangkap RD (45) warga Jalan Bawang Putih, Lk III, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. Kemudian, SN (40) warga Jalan Abdul Rahim Lubis Lk II, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Serta pelaku ESL (39) yang juga warga Jalan Abdul Rahim Lubis,” lanjut AKP M Nainggolan.

Atas tindak pidana penyalahgunaan narkoba, ketiga pelaku tersebut akan dijerat Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Penangkapan ketiga kembali digelar pada Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Dari TKP, aparat berhasil mengamankan pelaku berinisial AS (28) yang merupakan warga Jalan Anturmangan Lk I, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan Kota, Kota Tebing Tinggi.

“Pada saat dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti di dalam rumah tersebut tepatnya di ruang tamu berupa satu buah dompet, camera digital merk Canon warna hitam yang di dalamnya berisi 8 bungkus plastik klip transparan berisi serbuk kristal warna putih diduga narkoba jenis sabu dengan berat kotor 2,35 gram yang dibeli dari seorang yang diketahui tersangka bernama Doni alias Dower. Saat ini Doni masih dalam tahap pengejaran. Kemudian, ditemukan satu buah pipet plastik berbentuk sekop, serta 35 buah plastik klip kosong,” papar AKP M Nainggolan.

“Tersangka AS (29) diduga sebagai bandar narkoba dan kita sangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” lanjut AKP M Nainggolan.

Penangkapan terakhir digelar pada Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 16.30 WIB terhadap tersangka berinisial BP (51). Aparat berhasil meringkus pelaku tepat di Jalan Danau Matana Lk II, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

“Saat dilakukan penangkapan, di dalam lemari pakaian ditemukan 1 buah dompet yang berisikan 1 bungkus plastik klip transparan berisi serbuk kristal diduga narkoba jenis sabu. Tersangka mengakui sabu itu adalah miliknya sendiri yang dibeli dari seorang warga Kota Medan bernama Husin,” papar Kasat Narkoba IP Naingolan.

Selanjutnya, barang bukti yang berhasil diamankan aparat adalah sebuah pipet plastik yang ujungnya runcing, sebuah timbangan elektrik, serta beberapa plastik klip transparan  kosong, Atas sejumlah barang bukti yang ditemukan, tersangka ditangkap sebagai bandar narkoba dan diganjar dengan Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (WH)

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba (Foto: WH/Geosiar.com).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Dzulmi Eldin Dinilai Gagal, Butuh Walikota Kemampuan Atasi Banjir

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo (DPP BPK) Jesayas Tarigan menilai Walikota dan Wakil Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin dan Ir Akhyar Nasution gagal memimpin kota Medan ke arah pembangunan lebih baik. Ke depan pasangan pemimpin ibukota Propinsi Sumut ini diharapakan memiliki kemampuan mengatasi berbagai masalah terutama banjir dan kebersihan.

“Kita lihat saja, masalah banjir hingga saat ini belum teratasi. Kota Medan telah mendapat julukan kota terjorok dan jangan sampai dijuluki kota banjir lagi. Mungkin saja upaya Pemko Medan tidak dapat menyelesaikan masalah itu, tapi tentu harus ada terobosan baru sejak awal,” ujar Jesayas (foto) kepada Geosiar.com, Kamis.(20/6/2019).

Ditambahkan Jesayas, saat ini kota Medan diselimuti banyak persoalan, selain masalah kebersihan dan banjir juga masalah jalan rusak berlobang masih kendala serius. Sehingga, proyek tambal sulam terkesan membudaya di kota Medan.

Seharusnya kata Jesayas, hal hal seperti itu harus disikapi serius bagi pemimpin kota Medan. Begitu juga bagi Walikota mendatang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai masalah itu. “Tentu, semua hal merupakan sangat penting. Namun seorang pemimpin harus bisa membedakan hal prioritas,” sebut Jesayas.

Menurut Jesayas, selain kebersihan, banjir dan jalan berlobang. Persoalan parkir juga dinilai menjadi masalah serius di kota Medan. Pemko Medan belum bisa membedakan peningkatan pendapatan tanpa mengabaikan pelayanan yang prima.

Alhasil, parkir di Medan menjadi penyumbang terbesar sumber kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Pemko Medan melalui Dishub terbukti tidak mampu menyelesaikan masalah itu dan tidak berani bertindak tegas. “Semua pihak tentu permasalahan diatas harus mampu diatasi pemimpin kota Medan lima tahun ke depan,” ujar Jesayas. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Sambut HUT Bhayangkara ke- 73, Polsek Dolok Merawan Beri Tali Asih untuk Masyarakat

Published

on

Kapolsek Dolok Merawan AKP. M. Manik bersama anggotanya memberikan Tali Asih berupa 2 Kasur Tidur (tilam) kepada Ibu Rosita Br Harahap, Kamis (20/6/2019) (WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kapolsek Dolok Merawan, AKP M. Manik S.H M.H bersama para personel menyambangi seorang ibu bernama Rosita Br Harahap yang baru mendapat musibah di Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (20/6/2019).

Hal itu dilakukan guna mempererat tali silaturahmi dan juga menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73 Tahun 2019.

Kapolsek yang langsung turun bersama anggotanya memberikan bantuan berupa 2 kasur tidur (tilam) kepada Ibu Rosita.

Kedatangan Kapolsek Dolok Merawan beserta anggotanya disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Bantuan sosial ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi Bhayangkara yang ke-73. Satu diantara yang di lakukan dengan kegiatan berbagi kasih,” kata Kapolsek.

“Oleh sebab itu kegiatan yang akan kita lakukan bukan hanya pemberian tali asih saja yang di lakukan, kita juga mengadakan kerja bakti religi di tempat-tempat ibadah seperti Gereja dan Masjid,” tambahnya.

Lanjut Kapolsek, bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar Polri khususnya di wilayah Polsek Dolok Merawan dan sekaligus ini menandakan bahwa Polri dekat dengan masyarakat.

“Semoga apa yang kami berikan dengan didasari rasa tulus dan ikhlas ini bisa bermanfaat. Mudah-mudahan masyarakat bisa bekerjasama dengan pihak Kepolisian terkait keamanan dari segi kamtibmas dan hal-hal yang lainnya, sehingga kita selalu sinergis membantu masyarakat,” ucapnya.

Sementara Rosita selaku penerima sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Polri atas kepedulian Polri terhadap masyarakatnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Polsek Dolok Merawan dalam Menyambut HUT Bhayangkara ke-73 berjalan lancar, aman dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Gedung Sekolah SMP IT, Gunakan Dana Desa?

Published

on

Plank Sekolah Milik Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah yang masih terpampang di lokasi sengketa. (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Proses pembangunan gedung sekolah SMP Islam Terpadu (SMP IT) yang ada di Dusun I Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menimbulkan banyak pertanyaan.

Pasalnya, kegiatan pembangunan gedung sekolah tersebut dikabarkan berasal dari Dana Desa Pematang Kuala Tahun 2019 sebesar Rp 235.194.000 yang terdiri dari dua ruangan berukuran 7×8 meter.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, bangunan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Misbah di mana di dalamnya terdapat gedung Sekolah Dasar Pendidikan Islam Terpadu Misbahul-Ummah.

Salah seorang warga bernama Ramadhan (40) mengatakan bahwa dirinya hanya mengetahui bangunan tersebut milik sebuah yayasan. Dia pun merasa heran soal pembangunan yang menggunakan dana desa.

“Sepengetahuanku itu milik orang ramai atau milik yayasan bang. Kok bisa pekerjaan pembangunan gedung sekolah milik yayasan itu menggunakan dana desa,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Sementara di tempat berbeda, Kapala Desa (Kades) Pematang Kuala, Ramlan mengkonfirmasi kebenaran soal isu bangunan yang merupakan milik yayasan. 

“Iya, sebelumnya milik yayasan, tapi pihak yayasan telah menyerahkan ke desa,” ungkap Kades Ramlan.

Saat ditanya mengenai surat serah terima pindah tangan bangunan antara yayasan dengan desa, Ramlan menegaskan bhawa surat serah terima itu benar ada dan disimpan pada berkas desa.

“Iya, itu [surat serah terima] ada,” sambungnya.

Kendati demikian, banyak masyarakat masih bertanya-tanya terkait kepemilikan bangunan tersebut. Sebab, plank sekolah milik yayasan itu masih terpajang di lokasi seakan-akan masih dibawah kepemilikan yayasan bukan desa.(art)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com