Connect with us

Sumut

Jelang Lebaran, Kapal Trawl Merajalela di Perairan Sergai

Published

on

Kapal trawl tengah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di sekitar 1 mil dari bibir pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai. (Foto: Geosiar.com/ART)

Geosiar. com, Sergai – Kondisi perairan Serdang Bedagai (Sergai) semakin gawat dengan menjamurnya kehadiran kapal trawl menjelang lebaran 2019. Jumlah kapat trawl terpantau semakin bertambah kian mengganas.

Ironisnya, kapal yang beroperasi sekitar 1 mil dari bibir pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai itu tidak tersentuh oleh Sat Pol Air Polres Sergai. Kapal trawl diketahui tengah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Bagan Kuala.

 ” Lihatlah itu tidak ada liburnya kapal trawl ini malah menangkap di bibir pantai memang terlihat disaat mau lebaran mereka kejar target,” ucap Safrial (45) nelayan tradisional Dusun III, Desa Bagan Kuala kepada wartawan, Senin (21/5/2019).

Safrial mengatakan, jumlah kapal trawl yang beroperasi di perairan Sergai mencapai ratusan. Kata Safrial, jika air lagi pasang mati, kapal itu sangat serakah menggasak ikan di perairan Sergai, bahkan hanya berjarak 1 mil dari bibir pantai.

Tidak hanya kapal trawl, menurut Safrial, kapal P’I berukuran besar juga banyak terlihat di sepanjang perairan Sergai. Namun, kapal P’I melakukan penangkapan ikan di perairan Pulau Berhala.

Hal senada juga disampaikan oleh Zainal Abidin (40) yang berprofesi sebagai nelayan di daerah itu. Zainal mengatakan, beberapa hari lalu, nelayan tradisional mengejar kapal trawl yang tengah melakukan penangkapan ikan ilegal.

Namun saat di kejar, kapal tersebut memutuskan jaring ikan lalu kabur. Tapi, tak lama kemudian kapal trawl itu kembali datang berbarengan dengan kapal-kapal lain dan berjumlah cukup banyak. Sehingga, nelayan tradisional memilih untuk mundur lantaran takut terjadi bentrok.

”Sempat emosi juga nelayan tradisional ini, lalu mengejar. Namun tekongnya memutuskan jaring dan kabur. Gak lama kemudian datang lagi dengan jumlah kapal yang banyak  dan mengambil kembali jaringnya,” papar Zain Abidin.

Kedua nelayan itu berharap, Sat Pol Air Polres Sergai segera mengambil tindakan tegas terhadap kapal trawl. Menurut mereka, Sat Pol Air justru terkesan memberikan peluang kepada kapal trawl untuk memasuki perairan Sergai secara ilegal.

” Kami juga bingung kenapa tidak ada tindakan. Mungkin ada setoran ke oknum tertentu kalau begini terus lebih baik kami yang mengganti alat tangkap kami menjadi alat tangkap trawl dan bisa bersaing dengan mereka,” ucap kedua nelayan itu.

Di pihak lain, Kasat Pol Air Polres Sergai IPTU Candra Situmorang mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah untuk mengambil tindakan. Sejauh ini, dia mengaku telah memberikan peringatan kepada kapal trawl untuk menjauh dan tidak melakukan penangkapan ikan di perairan Sergai.

” Untuk tindakan belum ada perintah ke kita, namun sejauh ini kita melakukan tindakan persuasif dengan menghimbau untuk tidak melakukan penangkapan di wilayah perairan Sergai” ucap Kasat saat  dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler. (art)