Connect with us

Nasional

Waspadai Pupuk dan Pestisida Palsu, Mentan Imbau Petani Konsultasi ke Penyuluh

Published

on

Ilustrasi pupuk dan pestisida palsu

Geosiar.com, Jakarta – Belakangan ini, pupuk dan pestisida palsu marak beredar di beberapa daerah. Hal ini sudah terdengar oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan).

Untuk menghindari pupuk dan pestisida palsu tersebut, Kementan mengimbau agar petani lebih sering berkonsultasi kepada para penyuluh.

Saran itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. Dia meminta agar petani lebih waspada dalam pemilihan pupuk dan pestisida untuk menghindari gagal panen.

“Meskipun oknumnya sudah ada yang diproses hukum, namun petani perlu waspada terhadap pupuk dan pestisida palsu. Kalau tidak bisa mengalami gagal panen,” kata Sarwo Edhy, Kamis (16/5/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, pemberian pupuk dan pestisida palsu akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Sebab, komponen dan komposisi yang terdapat pada pupuk dan pestisida palsu tidak sesuai dengan standar Kementan.

“Dampak dari pestisida tersebut menimbulkan kematian pada tanaman. Dan akhirnya banyak petani mengalami kerugian, contohnya di Brebes,” ujar Sarwo Edhy.

Seperti diketahui, peredaran pupuk dan pestisida palsu terjadi di Brebes beberapa waktu lalu yang mengakibatkan sejumlah petani mengalami gagal panen. Setelah diusut, ternyata oknum penjual produk palsu itu merupakan kasus perorangan dengan membuat ramuan sendiri dan kini sudah ditahan aparat yang berwenang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sidang Lanjutan MK Dimulai, Jalan Medan Merdeka Barat Masih Dibuka

Published

on

Lalu lintas Jalan Medan Merdeka Barat (Detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Sidang lanjutan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah dimulai. Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat hingga saat ini masih dapat dilalui kendaraan.

Menurut pantauan di depan Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019), belum dilakukan penutup jalan atau rekayasa arus lalu lintas hingga pukul 13.25 WIB. Jalan Merdeka Barat arah Harmoni ataupun arah sebaliknya tampak masih bisa dilalui kendaraan.

Kawat berduri yang biasanya membentang di Jalan Medan Merdeka Barat juga hari ini belum tampak. Pintu masuk menuju MK juga tidak ditutup kawat berduri seperti biasanya. Akan tetapi tetap dijaga ketat oleh TNI-Polri terus berlangsung di sekitar MK.

Sementara, pada pukul 12.03 WIB, terlihat sejumlah tim hukum 01 turun dari bus di depan gedung MK. Kemudian menyusul anggota tim hukum 01, Irfan Pulungan, juga terlihat berlari menuju gedung MK pukul 12.45 WIB.

Diketahui hari ini merupakan sidang lanjutan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Agenda sidang hari ini ialah pemeriksaan saksi dari KPU, sidang dimulai pukul 13.00 WIB.

Continue Reading

BMKG

Gempa Bumi Guncang Sarmi Papua, Warga Hingga Keluar Rumah

Published

on

Ilustrasi Gempa

Geosiar.com, Papua – Gempa bumi berkekuatan 4,4 SR mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua pada Kamis (20/06/2019) dini hari sekira pukul 00.24 WIT.

Gempa ini dirasakan cukup kencang hingga sempat membuat warga panik dan keluar rumahnya masing-masing.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resminya, @infoBMKG, mengatakan pusat gempa berada di darat 18km barat laut Sarmi.

Gempa berada di kedalaman 15 km. Sementara titik koordinat gempa berada di 1,78 Lintang Selatan dan 138,60 Bujur Timur.

Gempa dirasakan (MMI) dalam skala III di Sarmi. Skala III berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu hingga membuat warga keluar rumah.

Hingga kini belum ada informasi mengenai dampak gempa ini.

Continue Reading

Nasional

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK

Published

on

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK (Tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman merasa aneh pada saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Beti Kristiana, yang memberikan bukti amplop di Mahkamah Konstitusi (MK).

Arief merasa, amplop yang disodorkan tersebut belum digunakan. Menurut halnya, saksi menyebut ada kejanggalan dari amplop surat suara yang ia temukan berserakan.

“Sampai pada bagian terakhir, saya cukup heran juga ada amplop yang setelah kita cek ternyata dugaan kita itu amplop belum pernah digunakan karena tidak ada bekas pernah digunakan,” ucap Arief di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Arief mengatakan amplop itu memang mirip dengan amplop yang dipakai KPU dalam mengemas surat suara. Akan tetapi amplop yang dibawa Beti itu sudah ditulis dengan spidol dengan tulisan tangan yang serupa walaupun Beti mengaku mendapatkan di tempat yang berbeda.

Ketika sidang, sebelumnya saksi Beti membawa sejumlah lembar amplop untuk surat suara. Ia mengaku mendapatkannya dalam kondisi berserakan di Juwangi, Kabupaten Boyolali.

Majelis hakim pernah mengecek bukti itu dengan memanggil Beti dan perwakilan para pihak ke meja hakim. Majelis hakim juga mempersilakan para pihak untuk mengabadikan bukti itu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com