Connect with us

Nasional

Andi Arief Sebut Amuk Massa dan People Power Beda Konsep

Published

on

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief

Geosiar.com, Jakarta – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief angkat bicara soal rencana pengerahan people power menjelang hari penentuan pemilihan umum (pemilu) pada 22 Mei 2019 mendatang.

Menurut aktivis 1998 itu, people power bukan sebuah kerusuhan maupun amuk massa seperti disebutkan mayoritas orang. Dia menegaskan, amuk massa dan people power adalah dua konsep yang berbeda.

“Amuk massa dan people power dua konsep yang berbeda,” tegas Andi Arief kepada awak media, Sabtu (18/5/2019).

People power, kata Andi, hanya terjadi satu kali dalam sejarah Indonesia, yakni pada November 1998 sewaktu era reformasi. Menurutnya, people power saat era reformasi 1998 bukan merupakan amuk massa melainkan gerakan damai.

“People power itu cuma pernah sekali terjadi di Indonesia, bulan November 1998 saat MPR menolak pertanggungjawaban Habibie. Gerakan damai itu pun akumulasi gerakan sejak 1980-an,” papar Andi.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, jumlah massa saat people power 1988 berjumlah sangat banyak. Dia mengklaim, itu merupakan jumlah terbesar dalam sejarah perpolitikan Indonesia.

“Memang jumlah masanya tidak bisa diperlihatkan oleh drone. Saat itu belum ada. Itulah jumlah masa terbesar dalam peristiwa politik Indonesia,” sambung Andi.

Dengan begitu Andi mengatakan, tak semua kerusuhan yang melibatkan banyak orang dapat disebut dengan people power. Andi menyebut, amuk massa sudah sering terjadi di Indonesia, namun berbeda dengan people power yang menurutnya cuma sekali terjadi di tahun 1998.

“Kalau amuk massa dan social unrest terjadi berkali-kali, 1965, 1974, 1978, 1986, dan mei 1998. People Power itu bukan peristiwa yang gampang terjadi,” tandas Andi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sidang Lanjutan MK Dimulai, Jalan Medan Merdeka Barat Masih Dibuka

Published

on

Lalu lintas Jalan Medan Merdeka Barat (Detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Sidang lanjutan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah dimulai. Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat hingga saat ini masih dapat dilalui kendaraan.

Menurut pantauan di depan Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019), belum dilakukan penutup jalan atau rekayasa arus lalu lintas hingga pukul 13.25 WIB. Jalan Merdeka Barat arah Harmoni ataupun arah sebaliknya tampak masih bisa dilalui kendaraan.

Kawat berduri yang biasanya membentang di Jalan Medan Merdeka Barat juga hari ini belum tampak. Pintu masuk menuju MK juga tidak ditutup kawat berduri seperti biasanya. Akan tetapi tetap dijaga ketat oleh TNI-Polri terus berlangsung di sekitar MK.

Sementara, pada pukul 12.03 WIB, terlihat sejumlah tim hukum 01 turun dari bus di depan gedung MK. Kemudian menyusul anggota tim hukum 01, Irfan Pulungan, juga terlihat berlari menuju gedung MK pukul 12.45 WIB.

Diketahui hari ini merupakan sidang lanjutan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Agenda sidang hari ini ialah pemeriksaan saksi dari KPU, sidang dimulai pukul 13.00 WIB.

Continue Reading

BMKG

Gempa Bumi Guncang Sarmi Papua, Warga Hingga Keluar Rumah

Published

on

Ilustrasi Gempa

Geosiar.com, Papua – Gempa bumi berkekuatan 4,4 SR mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua pada Kamis (20/06/2019) dini hari sekira pukul 00.24 WIT.

Gempa ini dirasakan cukup kencang hingga sempat membuat warga panik dan keluar rumahnya masing-masing.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resminya, @infoBMKG, mengatakan pusat gempa berada di darat 18km barat laut Sarmi.

Gempa berada di kedalaman 15 km. Sementara titik koordinat gempa berada di 1,78 Lintang Selatan dan 138,60 Bujur Timur.

Gempa dirasakan (MMI) dalam skala III di Sarmi. Skala III berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu hingga membuat warga keluar rumah.

Hingga kini belum ada informasi mengenai dampak gempa ini.

Continue Reading

Nasional

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK

Published

on

KPU Temukan Keanehan pada Amplop yang Disodorkan Saksi Prabowo di MK (Tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman merasa aneh pada saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Beti Kristiana, yang memberikan bukti amplop di Mahkamah Konstitusi (MK).

Arief merasa, amplop yang disodorkan tersebut belum digunakan. Menurut halnya, saksi menyebut ada kejanggalan dari amplop surat suara yang ia temukan berserakan.

“Sampai pada bagian terakhir, saya cukup heran juga ada amplop yang setelah kita cek ternyata dugaan kita itu amplop belum pernah digunakan karena tidak ada bekas pernah digunakan,” ucap Arief di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Arief mengatakan amplop itu memang mirip dengan amplop yang dipakai KPU dalam mengemas surat suara. Akan tetapi amplop yang dibawa Beti itu sudah ditulis dengan spidol dengan tulisan tangan yang serupa walaupun Beti mengaku mendapatkan di tempat yang berbeda.

Ketika sidang, sebelumnya saksi Beti membawa sejumlah lembar amplop untuk surat suara. Ia mengaku mendapatkannya dalam kondisi berserakan di Juwangi, Kabupaten Boyolali.

Majelis hakim pernah mengecek bukti itu dengan memanggil Beti dan perwakilan para pihak ke meja hakim. Majelis hakim juga mempersilakan para pihak untuk mengabadikan bukti itu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com