Connect with us

Nasional

Gubernur Jabar Copot Jabatan Bupati Cirebon 15 Menit Usai Dilantik

Published

on

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon di di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (17/5/2019). (Foto: Antara)

Geosiar.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil mencopot sementara jabatan Bupati Cirebon periode 2019-2024 Sunjaya Purwadisastra, 15 menit usai pelantikan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (17/5/2019).

Hal ini dilakukan karena Sunjaya Purwadisastra harus menyelesaikan proses hukum sebagai terdakwa suap jual-beli jabatan di Kabupaten Cirebon.

“Setelah dilantik, diberhentikan untuk melaksanakan proses hukum. Maka di hari yang sama kekuasaan tidak kosong, setelah pemberhentian ini, ada plt pak Imron. Nanti setelah inkrah, baru jadi bupati definitif,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil kepada awak media usai pelantikan.

Pelantikan seperti ini, kata Emil, bukan kali pertama di Indonesia. Justru, pelantikan itu dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Penting saya sampaikan bahwa pelantikan ini harus sesuai amanat undang-undang 10 tahun 2016 pasal 164 ayat (7) yaitu dalam hal calon bupati dan/atau calon wakil bupati terpilih ditetapkan menjadi terdakwa pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik menjadi bupati dan/atau wakil bupati, kemudian saat itu juga diberhentikan sementara sebagai bupati dan/atau wakil bupati,” jelas Emil.

Emil mengatakan, meskipun berstatus sebagai terdakwa, Sunjaya masih memiliki hak politik sebelum dinyatakan inkrah secara hukum.

“Sesuai permendagri, hak politiknya karena waktu sudah selesai pilkadanya. Makanya kita lantik,” sambung Emil.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Cirebon, maka plt yang tak lain adalah Wakil Bupati Imron Rosyadi akan diangkat sebagai Bupati Definitif.

“Setelah dilantik, diberhentikan untuk melaksanakan proses hukum. Maka di hari yang sama kekuasaan tidak kosong, setelah pemberhentian ini, ada plt pak Imron. Nanti setelah inkrah, baru jadi bupati definitif,” tandas Emil.

Setelah acara pelantikan, Sunjaya yang mengenakan pakaian dinas upacara warna putih meninggalkan lokasi pelantikan dengan penjagaan ketat. Sebagai informasi, Sunjaya diduga menerima suap yang tersimpan atas nama orang lain senilai Rp6,42 miliar.