Connect with us

Dunia

Kekeringan Ekstrem, Penduduk Korut Terancam Kelaparan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Korut – Korea Utara dikabarkan mengalami kekeringan ekstrem pada tahun ini. Hal tersebut terjadi akibat curah hujan dan salju yang jarang di daerah tersebut. Hal itu juga dapat membuat negara itu terancam krisis pangan dan kelaparan.

Dikutip dari laporan kantor berita Korea Utara, KCNA, sejak Januari hingga Mei 2019 curah hujan dan salju yang turun hanya 54,4 milimeter. Hal seperti ini juga pernah terjadi pada 1982 silam.

Dilansir dari AFP, Rabu (15/5/2019), Korea Selatan sebagai negara tetangga disebutkan prihatin dengan kondisi Korut. Mereka menyatakan bahwa akan mengirim bantuan pangan sesegera mungkin ke Korut agar tidak terjadi bencana kelaparan.

Badan Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan produksi pangan Korea Utara mencapai rekor terendah dalam satu dekade belakangan. Menurut Laporan Kebutuhan dan Prioritas PBB, produksi pangan Korut pada 2018 hanya mencapai 4,95 juta ton, menurun 500 ribu ton dari tahun sebelumnya.

Kementerian Penyatuan Korea mengatakan bahwasanya mereka harus mengirim bantuan pangan pada Mei sampai September.

Sementara menurut prediksi Palang Merah Dunia, ancaman kekeringan di Korut akan berdampak buruk terhadap anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.

“Sebelum kekeringan, satu dari lima anak usia di bawah lima tahun di Korut mengalami gizi buruk karena kekurangan nutrisi. Kami prihatin anak-anak ini tidak bisa bertahan dengan keadaan itu,” pernyataan Palang Merah Dunia.