Connect with us

Nasional

Kasus Makar, Eggi Sudjana Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Published

on

Eggi Sudjana saat menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan kejahatan terhadap keamanan negara atau makardi Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019). (Foto: Antara).

Geosiar.com, Jakarta – Setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam terhitung sejak Selasa (14/5/2019) pukul 06.00 WIB, kini tersangka kasus makar Eggi Sudjana resmi menjadi tahanan di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.

Eggi akan ditahan selama 20 hari kedepan terkait kasus dugaan makar atas orasinya menanggapi hasil Pilpres versi quick count di Rumah Kertanegara beberapa waktu lalu.

Kepada media, Eggi mengatakan akan bersikap kooperatif menjalani proses hukum bersama kepolisian dalam mengusut kasus yang disangkakan terhadap dirinya.

“Saya Insya Allah warga negara yang taat hukum dalam proses ini kerja sama dengan pihak kepolisian yang sekarang sudah menetapkan saya sebagai tahanan untuk 20 hari ke depan,” tutur Eggi usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/5/2019) malam.

Kendati demikian, Eggi menolak untuk menandatangani surat penahanan karena merasa ada kejanggalan dalam kasus tersebut.

“Tapi saya tidak menandatangani atau saya menolak sebagai ditahan begitu,” papar Eggi.

Eggi mengklaim, sebagai seorang advokat, dirinya tidak boleh dipidana atau digugat baik di dalam ataupun di luar sidang. Selain itu, dia harus diproses sesuai dengan kode etik advokat terlebih dahulu baru setelahnya bisa diproses hukum seperti biasa.

“Saya sebagai advokat, menurut UU 18 tahun 2003 Pasal 16, advokat tidak dapat dipidana atau digugat baik di dalam ataupun di luar sidang. Itu juga merupakan keputusan dari Mahkamah Konstitusi No 26 Tahun 2014. Kemudian, harusnya pakai kode etik advokat dulu yang harusnya diproses,” seru Eggi.

Akan tetapi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, seluruh proses penangkapan hingga penahanan terhadap Eggi Sudjana sudah sesuai dengan prosedur hukum.

Daerah

Kecelakaan Tol Cipali, 5 Orang Tewas Terbakar dalam Mobil

Published

on

Polisi saat mengevakuasi pikap yang tinggal kerangka setelah terbakar usai tabrakan di Tol Cipali (inews.id)

Geosiar.com, Jakarta – Kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali Km 154.800 mengakibatkan lima korban tewas terbakar di dalam mobil. Hal tersebut disampaikan Kapolres Majalengka, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Mariyono.

“Korban yang meninggal itu terbakar di dalam kendaraan,” ujar Mariyono di Majalengka, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, insiden nahas yang terjadi antara kendaraan bak terbuka dan minibus Suzuki APV ini terjadi pada Jumat (19/7/2019) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kecelakaan tersebut terjadi akibat pengemudi kendaraan bak terbuka kehilangan kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan, sehingga terjadilah tabrakan.

“Diduga pengemudi kendaraan bak terbuka mengantuk sehingga menyeberang ke jalur berlawanan,” jelasnya.

Usai terlibat tabrakan kedua kendaraan tersebut terbakar, yang posisi akhir bak terbuka terbalik miring di bahu jalan dengan kedua roda kanan di atas menghadap timur.

Sementara kendaraan minibus APV masih dalam keadaan normal yaitu menghadap timur Tol Cipali atau di lajur arah Cirebon.

“Para korban yang meninggal sudah berhasil diidentifikasi,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Pengacara Serang Hakim, Polisi: Tak Hormati Pengadilan

Published

on

Suasana kericuhan persidangan di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019). Hakim H diserang pengacara penggugat dalam perkara perdata yang disidangkan. (Foto: iNews).

Geosiar.com, Jakarta – Pihak kepolisian Polres Jakpus resmi menahan seorang pengacara bernama Desrizal Chaniago lantaran menyerang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada Kamis (18/7/2019) sore kemarin. Pengacara itu merupakan kuasa hukum pengusaha nasional, Tomy Winata.

Kasubag Humas Polres Metro Jakpus, Kompol Purwadi mengatakan, pihaknya mempunyai pertimbangan khusus atas penahanan Desrizal.

“Dia disangkakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan ringan. Ancaman 2 tahun penjara. Yang bersangkutan ditahan karena ini kasus menonjol, viral, polisi antisipasi terjadi sesuatu,” tutur Purwadi, Sabtu (20/7/2019).

Saat menjalani pemeriksaan, kata Purwadi, tersangka Desrizal mengaku menyesali perbuatannya tersebut. Desrizal mengaku salah lantaran tidak menghormati pengadilan.

“Ya (menyesal), karena kan (penyerangan) terjadi saat sidang yang artinya tidak menghormati pengadilan,” lanjutnya.

Leboh lanjut, Purwadi menyatakan bahwa penyidik Polres Metro Jakpus memutuskan untuk menahan Desrizal selama 20 hari ke depan.

“[Desrizal] ditahan 20 hari ke depan. Sejauh ini belum ada pihak yang mengajukan penangguhan penahanan terhadap Desrizal.” tandasnya.

Sebagai informasi, penyerangan terjadi ketika hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sedang membacakan putusan perdata dengan penggugat Tomy Winata melawan PT Geria Wijaya Prestige (GWP). Di mana keputusan itu mengarah pada penolakan petitum.

Tidak terima atas keputusan itu, Desrizal langsung mendatangi meja hakim sembari melepas ikat pinggang dan kemudian menyerang hakim. Padahal hakim belum mengetok palu.

Klien Desrizal, Tomy Winata (TW) mengaku terkejut atas tindakan kuasa hukumnya itu. Lantas, TW pun menyesalkan dan meminta maaf atas insiden tersebut.

“Tindakan DA memukul hakim di ruang pengadilan tidak seharusnya terjadi,” tutur juru bicara TW, Hanna Lilies dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).

Desrizal ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap dua hakim di PN Jakarta Pusat. Desrizal dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 212 KUHP.

Continue Reading

Nasional

Menaker Sebut Kartu Pra Kerja Sasar Tiga Kelompok

Published

on

Presiden Joko Widodo saat sosialisasi tentang Kartu Pra Kerja.

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menyebut ada tiga kelompok yang menjadi target sebagai penerima Kartu Pra Kerja, yakni lulusan baru, pekerja yang sedang bekerja, dan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kebijakannya oleh pemerintah disiapkan yang namanya triple skiling itu. Jadi ada skilling, up-skilling, dan re-skilling,” tutur Hanif di Istana Kepresidenan, Jumat (19/7/2019).

Bagi pencari kerja dari lulusan baru, kartu ini berguna untuk memberikan keterampilan melalui program-program yang telah disiapkan pemerintah. Hal ini diberikan supaya mereka memiliki keahlian yang sesuai dengan permintaan pasar kerja. Program ini memakan waktu hingga tiga bulan sampai sertifikasinya terbit.

Kemudian, bagi yang masih bekerja, kartu ini digunakan untuk program peningkatan keahlian (up-skilling). Hanif mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengatasi dinamika dunia kerja yang sangat cepat. Program ini memakan waktu selama dua bulan sampai sertifikasinya terbit.

Sedangkan bagi pekerja yang terkena PHK, kartu ini diberikan apabila pencari kerja ingin melakukan pergantian profesi. Masa pelatihan bagi korban PHK diperkirakan mencapai dua bulan.

“Ketiga re-skilling. Ini buat korban PHK. Nah re-skilling diperlukan apabila mereka berencana melakukan alih profesi, maka skill-nya harus berubah,” ujar Hanif.

Masing-masing kelompok sasaran akan diberi insentif usai menjalani program. Namun, Hanif enggan menyebutkan jumlah insentif yang akan diterima para pekerja penerima kartu ini.

“Di kita ada angkanya tapi saya tidak bisa menyampaikan karena angka harus menunggu keputusan Menteri Keuangan, hitung-hitungannya seperti apa,” pungkas Hanif.

Seperti diketahui, Kartu Pra Kerja ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai janji kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Adapun alokasi anggaran untuk program kartu pra kerja ini sebesar Rp10,3 triliun.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com