Connect with us

Dunia

Pastor di Prancis Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Paris – Seorang pastor di Versailles, Prancis bernama Laurent Thuillier digugat atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Tindak pidana tersebut diduga dilakukan sang pastor terhadap jemaat wanita dan putrinya.

Dikutip dari AFP, Selasa (14/5/2019), Thuillier didakwa memperkosa seorang wanita dewasa dan melecehkan seorang anak di bawah umur. Thuillier disebut melakukan ‘pelecehan psikologis’ dan menuturkan ‘permintaan seksual terhadap anak di bawah usia 15 tahun’.

Otoritas keuskupan setempat mengatakan bahwa penyelidikan terhadap Thuillier sudah dimulai sejak akhir tahun 2016, usai mendapati laporan dari seorang jemaat wanita dan putrinya yang berusia 13 tahun.

Uskup Versailles, Eric Aumonier, menegaskan dirinya sesegera mungkin akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah mendengar adanya tuduhan-tuduhan terhadap Thuillier.

Kini Thuillier sudah dinonaktifkan dari seluruh tugas keuskupannya, termasuk menyampaikan khotbah dan mendengar pengakuan dosa dari jemaat. Dia juga dilarang untuk berkomunikasi dengan pelapor dan anggota keluarganya.

Pengacara yang mewakili Thuillier, Frederic Landon, menyatakan bahwa kliennya akan melawan setiap tudingan yang menggangdrunginya. Thuiller juga disebut akan meminta pengadilan menggugurkan kasusnya.

Pada Mei 2016, sekelompok wanita Katolik di Versailles, mengecam ‘kebungkaman’ dan ‘disfungsi’ Keuskupan Versailles terhadap tuduhan yang mendera Thuillier. Mereka juga membentuk kelompok pendukung yang diberi nama ‘Like a Loving Mother’ yang fokus mendukung para korban kekerasan seks para rohaniwan Katolik.

Kelompok ini menyebut dakwaan yang dijeratkan terhadap Thuillier sebagai ‘sebuah kelegaan setelah proses selama 2,5 tahun’.

Gereja Katolik di dunia sedang diguncang berbagai berita skandal kekerasan seksual yang menyeret para pastor dan rohaniawan gereja. Di Prancis, Kardinal Philippe Barbarin divonis hukuman percobaan selama 6 bulan penjara karena tidak melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pastor lokal.

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, pekan lalu menyarankan kepada seluruh rohaniwan Katolik agar segera melaporkan kasus kekerasan seksual yang terjadi dan melaporkan upaya-upaya menutupi kasus itu kepada otoritas gereja.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Ratu Inggris Cari Admin Media Sosial dengan Gaji Fantastis

Published

on

Ratu Elizabeth II

Geosiar.com, Inggris – Ratu Elizabeth II dikabarkan sedang membuka lowongan pekerjaan untuk ditugaskan di Istana Buckingham. Lowongan tersebut ialah ditempatkan sebagai Digital Communications Officer, yang bertugas mengatur citra Ratu di mata publik.

Dikutip dari laman situs Royal Household, tugas itu termasuk pula bekerja dengan tim kecil yang nantinya akan membuat konten di media sosial seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Juga meneliti dan menulis artikel.

Nantinya, konten yang diciptakan berdasarkan hasil meliput makan malam kenegaraan, upacara penghargaan dan acara kerajaan.

Hal tersebut berpeluang unutk berada dalam satu acara dengan keluarga kerajaan seperti Pangeran William, Kate Middleton, Pangeran Harry dan Meghan Markle, beserta anak-anak mereka.

Sementara untuk syarat yang perlu dipenuhi yakni berfokus pada bidang kreatif.

“Sebagai pengguna media sosial yang percaya diri dan cerdas, kandidat yang ideal adalah inovatif dengan bakat kreatif, serta memiliki keterampilan fotografi, penulisan, dan produksi video yang solid,” keterangan pada laman tersebut, dikutip dari E!News.

Gaji yang ditawarkan untuk pekerjaan inipun cukup fantastis. Ratu menyiapkan upah sekitar 30 ribu poundsterling atau Rp556 juta dengan total waktu kerja 37,5 jam per minggu, dari Senin-Jumat.

Keuntungan lain yang akan didapatkan yaitu kontribusi untuk pensiun senilai 15 persen, cuti tahunan sebanyak 33 hari, termasuk hari libur nasional, makan siang ditanggung, dan akses ke pelatihan serta pengembangan untuk mendukung ke jenjang profesional berkelanjutan.

Continue Reading

Dunia

Korut Minta PBB Bantu Desak AS Kembalikan Kapalnya

Published

on

Ilustrasi Kapal

Geosiar.com, Korut – Korea Utara meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengambil tindakan tegas terhadap Amerika Serikat (AS). Tuntutan itu muncul usai penangkapan kapal kargo milik Korut yang diambil oleh AS.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang diberikan untuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Perwakilan Pyongyang untuk PBB, Kim Song dalam surat itu mengatakan, peristiwa tersebut merupakan tindakan melanggar hukum yang dilakukan AS kepada pihaknya.

“Tindakan perampasan ini jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat memang negara ‘gangster’ yang tidak peduli sama sekali tentang hukum internasional,” tulis surat tersebut, dilansir dari AFP.

Song meminta Guterres agar mengambil tindakan yang tegas dan mendesak AS untuk mengembalikan kapal kargo Wise Honest milik Korut.

“Ini merupakan cara PBB untuk berkontribusi terhadap stabilitas Semenanjung Korea dan membuktikan keberpihakan mereka,” tulis Song.

Washington sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya sudah mengambil alih kapal kargo Wise Honest milik Korut.

Perebutan kapal terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Korut dan AS setelah jalan buntu pembicaraan nuklir dalam KTT Hanoi pada awal tahun ini.

Pyongyang juga diketahui getol melakukan latihan pelemparan rudal jarak pendek dalam beberapa pekan terakhir.

Continue Reading

Dunia

Dokter di Pakistan Diduga Tularkan HIV Kepada Ratusan Anak-anak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Pakistan – Seorang dokter di Pakistan, Muzzafar Ghangharo, diringkus akibat diduga menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) kepada sekitar 400 anak dan 100 orang dewasa.

Insiden ini awalnya ketika Ghangharo yang positif mengidap AIDS, diduga menularkan penyakit itu kepada pasien-pasiennya pada awal April lalu. Kini aparat masih menyelidiki kasus itu.

Berdasarkan laporan dari Kepala Program Pengendalian AIDS di provinsi Sindh, Sikandar Memon, para petugas sudah memeriksa sekitar 13,800 penduduk Larkana. Hasilnya pun mengejutkan karena sekitar 410 anak-anak dan 100 orang dewasa dinyatakan positif terjangkit HIV.

“Kami sangat terpukul saat mengetahui bahwa putra kami positif HIV,” ungkap Rehmat Bibi, ibu dari Ali Raza (10) yang dinyatakan mengidap AIDS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/5/2019).

Bibi mengatakan bahwa Raza menjadi satu-satunya dari seluruh anggota keluarga yang positif terserang HIV.

Ia menjelaskan, awalnya tidak ada yang aneh saat putranya itu mengalami demam. Saat dilarikan ke Rumah Sakit, dokter hanya memberikan resep obat sirup paracetamol untuk Raza dan memberitahu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun Bibi panik ketika mendapat informasi bahwa sejumlah anak yang mengalami demam di desa-desa dekat ia tinggal dinyatakan positif HIV. Setelah menjalani uji laboratorium, pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa putranya termasuk dalam 500 orang, dengan mayoritas anak-anak, yang terkena HIV.

Kementerian kesehatan Pakistan telah melaporkan sekitar 23,000 kasus terkait penularan HIV. Petugas kesehatan Pakistan juga menginformasikan virus HIV sudah sering disebarkan ke seluruh wilayah melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com