Connect with us

Lifestyle

Heboh Cacar Monyet di Singapura, Pemerintah Indonesia Diminta Siap Siaga

Published

on

Kondisi kaki yang terserang virus cacar monyet atau monkeypox.

Geosiar.com, Lifestyle – Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan pemberitaan penyakit menular Monkeypox alias cacar monyet setelah pemerintah Singapura mengumumkan wabah penyakit itu sedang menyerang negaranya.

Dilaporkan, penyakit tersebut terbawa oleh warga negara Nigeria berusia 38 tahun yang datang ke Singapura pada 28 April lalu. Dia terbukti positif mengidap cacar monyet pada 8 Mei.

Atas isu itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Kemenko PMK mengatakan telah siap siaga mencegah masuknya penyakit cacar monyet dari Singapura itu.

“Kesiapan Indonesia menghadapi penyakit zoonotik, saat ini kondisinya sudah siap. Adanya monkeypox ini jadi contoh paling bagus. Dari Kementerian Kesehatan sudah antisipasi, akan melayangkan surat edaran tentang cacar monyet,” papar Plt Deputi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Tb A Choesni dalam Press Conference Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Investigasi KLB/Wabah dengan Pendekatan One Health di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Sementara ini, pencegahan awal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap siapapun yang masuk ke Indonesia, khususnya kepada turis asal Singapura dan Nigeria.

“Saat ini antisipasi terhadap penyakit baru, Orang yang baru datang dari negara penyakit cacar tersebut, seperti Singapura dan Nigeria harus diperiksa,” tutur Kasubdit Surveillance Kementerian Kesehatan RI Endang Burning.

Selain itu, saat ini pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan informasi terkait pencegahan monkeypox atau cacar monyet.

Melansir dari Who.int dan alodokter, gejala cacar monyet terdiri dari dua fase, yakni:

Periode Invasi (0-5 hari)
Periode ini ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan kekurangan energi dalam tubuh.

Periode Erupsi Kulit (1-3 hari setelah munculnya demam)
Periode ini ditandai dengan timbulnya ruam merah yang akan sering muncul, dimulai dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Wajah hampir 95 persen paling sering terjadi dan telapak tangan, kaki 75 persen. Evolusi ruam dari virus ke vesikel (yang berisi cairan kecil), pastula, diikuti oleh kerak terjadi dalam waktu sekitar 10 hari. Tiga minggu mungkin diperlukan sebelum lenyapnya kulit.

Dalam beberapa pasien terkadang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening sebelum munculnya ruam, yang merupakan ciri khas dari monkeypox atau cacar monyet.

Sementara itu, dilansir dari medicinenet, vaksin cacar seperti cidofovir, ST-246, dan vaccinia imun globulin (VIG) dapat digunakan untuk mengendalikan wabah monkeypox. Vaksinasi itu harus diberikan dalam waktu dua minggu setelah terpapar monkeypox.

Advertisement

Lifestyle

5 Zodiak Ini Punya Jiwa Petualang Tinggi, Apakah Kamu Termasuk?

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Apakah anda suka menjelajahi alam? Atau mungkin kamu bagian dari empat zodiak berikut yang memang memiliki jiwa petualang. Ada kepuasan sendiri jika sudah menaklukan kerasanya alam.

Empat zodiak itu selalu mencari cara untuk menuntaskan keinginannya untuk berpetualang.

Dilansir dari yourtango.com pada Jumat (24/1/2020), berikut ini beberapa zodiak yang hobi petualang untuk menemukan kehidupan baru, penasaran?

Sagitarius

Zodiak pertama yang suka petualangan adalah Sagitarius. Zodiak ini berkembang di tempat baru dengan bertemu dengan orang-orang baru. Hal tersebut tidak hanya menguji batas mereka, akan tetapi membantu zodiak ini mendapatkan pengalaman hidup yang berharga.

Gemini

Zodiak Gemini menemukan banyak manfaat dengan bergerak dan memulai kehidupan baru. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan memperluas wawasan, minat, kegiatan, dan pengetahuan. Bergerak akan membantu zodiak ini berubah menjadi versi diri mereka yang lebih baik.

Libra

Bergerak adalah sesuatu yang sangat diperlukan oleh zodiak Libra untuk keluar dari zona nyaman mereka. Ini akan membantu zodiak ini untuk lebih mandiri, percaya diri, dan berani.

Aries

Mengambil risiko, pindah ke suatu tempat, dan memulai kehidupan baru adalah hal-hal yang akan dilakukan oleh zodiak Aries.Tidak ada zodiak lain yang lebih berani ketimbang Aries.

Leo

Leo juga merupakan zodiak yang kuat dan bijaksana, salah satu manfaat dari terus bergerak bagi mereka yakni membantu melihat jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Mereka bakal melihat peluang dan manfaat yang dapat didapatkan dari hidup baru mereka.

Continue Reading

Lifestyle

Cara Menggoreng Tahu Tanpa Boros Minyak Namun Tetap Krispi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Saat menggoreng tahu, orang-orang kerap memikirkan menggorengnya dengan banyak minyak demi hasil gorengan tahu menjadi krispi atau renyah. Akan tetapi ternyata, menggunakan banyak minyak bukan hanya boros namun juga tak begitu sehat lantaran tahu yang matang akan menyerap banyak minyak.

Apabila ingin menggoreng tahu, sebenarnya tidak butuh banyak minyak. Tidak menggunakan banyak minyak juga bisa buat tahu tetap renyah. S

Salah satu caranya ialah dengan membalut tahu dengan tepung.

Cara memasaknya juga sangat mudah, begini:

  1. Pertama, terlebih dahulu potong-potong tahu dengan tipis, lalu tiriskan dari airnya.
  2. Ambil tepung maizena dan terigu. Campurkan dengan perbandingan 1:1 dengan sedikit garam.
  3. Kemudian balut tahu dengan tepung hingga merata. Disarankan tidak terlalu tebal.
  4. Panaskan sedikit minyak (Sekitar 3 sendok makan). Goreng setelah minyak panas dengan api sedang.
  5. Sesekali balik saja ketika sisi yang digoreng sudah matang kecokelatan.

Cara diatas juga dapat mencegah minyak terciprat. Karena biasanya tahu mengandung banyak air sehingga menimbulkan cipratan minyak ketika digoreng. Tahu akan terasa renyah di luar tetapi tetap lembut di dalam.

So,,, apabila Anda ingin menggoreng tahu yang tidak boros minyak tapi tetap renyah bagian luarnya, cara ini boleh dicoba.

Continue Reading

Lifestyle

Makan Jeruk Saat Musim Hujan Atasi Flu Hingga Stroke

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Musim hujan membuat kesehatan rentan memburuk karena orang-orang tidak dapat pergi keluar untuk berolahraga. Cuaca dingin juga dapat membuat banyak orang terserang flu dan pilek. Oleh karenanya, sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh untuk memastikan risiko infeksi dan penyakit berkurang.

Dikutip dari Sindonews, ada cara efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi buah jeruk. Kandungan vitamin C dalam jeruk membantu meningkatkan imunitas dan menangkal risiko infeksi. Tak hanya itu, selama musim hujan, kulit juga mengalami masalah seperti jerawat, kusam dan kering. Adanya vitamin C menjadi nutrisi yang sangat penting untuk kulit dan membantu membuat kulit cerah dan sehat.

Dilkutip dari Times Now News, jeruk juga membantu pengelolaan diabetes dan penurunan berat badan. Karena orang tidak dapat berolahraga secara teratur di musim hujan, maka penting untuk mengkonsumsi makan dengan benar, guna menghindari kenaikan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.

Jeruk mengandung serat yang membantu pencernaan dan memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah. Hal tersebut dapat membantu mempertahankan berat badan serta kadar gula darah yang sehat.

Tak hanya itu, risiko stroke lebih tinggi saat musim dingin. Oleh karena itu, agar jantung tetap aman dan sehat, Anda mesti memasukkan buah jeruk ke dalam makanan saat musim hujan. Pasalnya, antioksidan yang terkandung dalam buah jeruk telah terbukti secara ilmiah mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com