Connect with us

Politik

Terbukti Terima Suap, Wali Kota Pasuruan Divonis 6 Tahun Penjara

Published

on

Wali Kota Pasuruan non aktif, Setiyono tetap tersenyum usai mendengar vonis dirinya selama 6 tahun penjara (Jatimnet.com)

Geosiar.com, Pasuruan – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya memutuskan, Wali Kota Pasuruan Setiyono bersalah akibat kasus suap. Setiyono dikenakan hukuman 6 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana enam tahun penjara dengan denda sebesar Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan,” ungkap Ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (13/5/2019).

Setiyono diakui terbukti menerima suap mengenai proyek Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan, yaitu proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Selain itu, Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Setiyono, yaitu harus membayar uang pengganti sebesar Rp 2,2 miliar sebagaimana yang ia terima. Bila dalam sebulan setelah kasusnya inkrah, uang pengganti belum dibayarkan, maka harta bendanya akan disita. Bila harta yang disita tidak mencukupi, maka diganti penjara selama 1 tahun.

Hakim juga mencabut hak politik Setiyono selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, yakni menuntut terdakwa dengan enam tahun kurungan penjara, denda Rp500 juta dan subsider enam bulan kurungan.

Sementara kuasa hukum Setiyono, Alias Ismail, mengatakan vonis yang dijatuhkan hakim terlalu berat. Pihaknya bakal mempertimbangkan putusan itu dalam waktu tujuh hari kedepan.

“Kami masih ada waktu tujuh hari untuk menerima atau bahkan ajukan banding,” kata Ismail.