Connect with us

Nasional

Ditargetkan Dimulai Tahun 2024, Berikut Tahapan Pemindahan Ibu Kota

Published

on

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (gatra.com)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan persiapan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota baru bisa dimulai pada 2020. Sehingga kajiannya harus dirampungkan pada tahun ini.

“2019 semua kajian selesai dan ada keputusan,” ujar Bambang dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Ketika sudah ada keputusan, pemerintah akan langsung berkonsultasi ke DPR dan menyepakati produk hukum untuk menaungi pemindahan ibu kota ini. Saat ini pemerintah masih merampungkan studi dan kajian untuk lokasi yang cocok dipilih sebagai ibu kota negara.

Di DPR akan diputuskan landasan hukum yang paling tepat digunakan. Ada dua kemungkinan, yakni merevisi Undang-Undang lama yang mengatur Jakarta sebagai ibu kota.

Selanjutnya adalah membuat Undang-Undang baru. Hal tersebut ditargetkan rampung akhir 2019 atau awal 2020 mendatang. Pada 2020, target yang akan dikejar adalah tanah di lokasi ibu kota negara baru.

“Memastikan status tanah itu sendiri, terutama kementerian ATR/BPN dan siapkan infrastruktur dasar,” tambah Bambang.

Pada 2022 hingga 2024 mendatang, pembangunan dan konstruksi real ditargetkan baru akan dimulai. Bambang mengatakan, selain membangun infrastruktur dasar, fasilitas pemerintahan seperti perumahan dan kebutuhan komersial juga sudah mulai dibangun.

“Harapannya, paling tidak 2024 sudah mulai ada aktivitas pemindahan seluruhnya atau sebagian dari Jakarta ke ibu kota baru,” kata Bambang.

Pemindahan ibu kota ini rencanaya memang dilaksanakan pada periode pemerintahan 2019-2024. Tujuannya adalah untuk memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi baru yang khusus untuk mengendalikan pemerintahan. Kalimantan menjadi salah satu nominasi utama ibu kota baru ini.

Sekadar informasi, berdasarkan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pulau Kalimantan selama tiga hari dari 7-9 Mei 2019, Jokowi telah melihat tiga lokasi, yakni Bukit Soeharto di Kawasan Taman Hutan Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; Bukit Nyuling di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah; dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.