Connect with us

Sumut

Rombongan Guru SMA RK Delimurni Deli Tua Bahas Program Kerja Sambil Berwisata Rohani

Published

on

Rombongan guru beserta pegawai SMA RK Delimurni Deli Tua saat melaksanakan retret di Sinasak Siantar, lokasi tepatnya berada di Kompleks Biara Bona Ventura (Bitora), Kompleks Konventual.

Geosiar.com, Medan – Keluarga Besar SMA RK Delimurni Deli Tua melakukan retret dan perjalanan rohani dalam rangka menindaklanjuti program kerja Yayasan Don Bosco kepada unit bawahan yang dinaunginya.

Program kerja tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas guru, pegawai, karyawan hingga satpam supaya keseluruhan unit kerja di SMA RK Deli Murni Deli Tua dapat mengartikan pekerjaan sebagai panggilan untuk melakukan pelayanan.

Perjalanan rohani itu berlangsung pada tanggal 8-10 Mei 2019.

SMA RK Delimurni Deli Tua melaksanakan retret di Sinasak Siantar, lokasi tepatnya berada di Kompleks Biara Bona Ventura (Bitora), Kompleks Konventual. 

Pastor Julius Antonius Yulianto menyambut hangat kedatangan rombongan yang terdiri dari Kepala Sekolah beserta para guru dan pegawai SMA RK Delimurni Deli Tua. Kemudian, Beliau mempersilahkan rombongan untuk menikmati pemandangan sambil rehat sejenak sembari menyimpan perlengkapan bawaan di kamar masing-masing yang telah tersedia.

Adapun struktural di Biara tersebut yakni Kepala Biara (Guardian) Pastor Eligius Benny, Wakil Guardian Pastor Maxinius Nepsa, serta Staf Formator Pastor Julius Antonius Yulianto beserta wakilnya Frater Eko. 

Setelah istirahat selama 2 jam, rombongan tersebut dipersilahkan untuk mengikuti kebaktian pembukaan, kemudian dilanjutkan  dengan season pertama yang dibawakan oleh Frater Eko.

Dalam kesempatan itu, Frater Eko turut menyinggung perihal etos kerja guru sebagai pendidik. Tak lupa, Frater Eko mengingatkan agar para guru terlebih dahulu mengenal Sang Mahaguru, yaitu Yesus Kristus sebagai tombak dalam mengajar.

“Bapak/Ibu terkasih, tak mungkin kita bisa mengajar dan mendidik dengan kasih kalau kita tidak membuka hati untuk mendapatkan kasih yang luar biasa dari Yesus. Maka untuk menjadi guru yang profesional, kita wajib mengenal pribadi yesus lebih dalam dan lebih dalam lagi” tutur Frater Eko.

Sebelum season dua dimulai, rombongan diberi waktu untuk menikmati hidangan bernuansa ‘coffee break’ yang telah disediakan.

Dalam season kedua, giliran Pastor Julius yang menjadi narasumber dengan gelagat yang dinilai humoris.

Beliau mengatakan, “retret sama halnya dengan mengupdate status ‘HP’ yang berarti memperbarui suasana hati dan pikiran (HP). Akibat rutinitas yang kita lakukan, kata Pastor Julius, hati dan pikiran rentan terkena virus SERIGALA (Salah paham, Emosi, Ribut, Iri hati, Galau, Anti pati) dan 5L (Lemah, Lesu, Lunglai, Loyo, Letoy kemudian Ambruk), maka kita harus kembali ke dasar sebab arti sesungguhnya berasal dari HATI (Hadirkan Allah Tingkatkan Iman).”

Ucapan demi ucapan yang dilontarkan Pastur Julius pun membuat peserta tak berhenti tertawa. Mereka menilai, pembawaan pesan Pastor Julius sangat humoris dan khas. 

Tak hanya itu, Pastor Julius turut menyemangati para guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik generasi muda bangsa. 

“Bukan seberapa banyak yang kita berikan, tetapi seberapa besar cinta yang kita berikan.” tandas Pastor Julius.

Setelah dua hari melaksanakan kegiatan, saatnya untuk acara penutupan retret. Kepala Sekolah (Kepsek) SMA RK Delimurni Deli Tua, Jontar Sitohang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pastor dan frater yang sudah melayani rombongan dengan tangan terbuka.

“Saya takjub karena saya kira, kami bapak dan ibu guru, jarang bisa diajari karena kami terbiasa mengajari, tapi disini kami lupa bahwa kami adalah guru. Sehingga kami jadi pendengar yang baik padahal beberapa dari kami sudah berusia matang,” kata Kepsek.

“Di sini kami dapat nutrisi iman sehingga kami semakin sadar bahwa tak mungkin kami mengajar dengan cinta kalau kami tak meminta asupan cinta dari pemilik cinta yaitu Yesus Kristus” pungkas Kepsek. 

Pada kesempatan itu, Kepsek Jontar Sitohang dan para guru turut berpamitan untuk melanjutkan perjalanan rohani ke beberapa tempat lain di antaranya Parapat dan Bukit Gibeon.