Connect with us

Dunia

Dukung Impeachment Trump, 10 Juta Warga AS Teken Petisi

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Geosiar.com, Washington – Para aktivis kelompok advokasi nasional Amerika Serikat (AS) menyampaikan petisi pada Kongres AS untuk proses impeachment alias pemakzulan Presiden AS, Donald Trump, Kamis (9/5/2019). Tak tanggung, sebanyak 10 juta tanda tangan warga AS yang mendukung Trump dilengserkan telah terkumpul.

Petisi itu diserahkan kepada dua politikus Demokrat, yakni Al Green dan Rashida Tlaib. Mereka merupakan politikus yang mengusulkan Komite Kehakiman Dewan Perwakilan AS untuk menginvestigasi Trump terkait kasus dokumen rangkuman investigasi jaksa khusus Robert Mueller.

“Kami berada di sini lantaran 10 juta tanda tangan yang ada di tangan kami,” tutur politikus Demokrat, Al Green di gedung Capitol, dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (11/5/2019).

Rashida Tlaib menyampaikan apresiasi kepada warga AS yang bersedia menandatangani petisi pemakzulan Trump. Dia mengatakan, petisi itu adalah langkah awal perbaikan demokrasi AS.

“Ini adalah langkah yang menakjubkan karena telah menjadi awalan dari hal yang besar. Kita tidak bisa membiarkan aturan hukum tererosi dan membiarkan demokrasi kita dihancurkan oleh presiden ini,” imbuh Tlaib kepada para pendukung pemakzulan Trump di depan gedung Capitol, dilansir dari NBC News.com, Sabtu (11/5/2019).

Petisi yang memuat tanda tangan warga AS yang mendukung pemakzulan Trump tersebut disimpan dalam sebuah flas disk. Kemudian flas disk itu ditunjukkan kepada para pendukung pemakzulan Trump pada Kamis (9/5) waktu setempat di depan gedung Capitol.

Tlaib dan Green beserta para aktivis pendukung pemakzulan Trump berdiri di samping plakat bertuliskan ‘Trump Must Go’.

Para aktivis pendukung pemakzulan Trump berdiri di samping plakat bertuliskan ‘Trump Must Go’. (Foto: AFP)

Pemakzulan ini berawal pada Maret lalu ketika Tlaib mengajukan draf legislasi ke Dewan Perwakilan AS. Tlaib pun meminta dewan untuk menyelidiki kemungkinan Trump telah melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bisa menyebabkan pemakzulan dirinya, khususnya terkait dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS pada 2016 lalu.

Akan tetapi, dokumen-dokumen investigasi jaksa khusus Robert Mueller yang menangani kasus tersebut tidak membuktikan Trump berkolusi dengan Rusia. Kendati demikian, orang-orang kepercayaan Trump sudah mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan berkaitan dengan Rusia.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Ratu Inggris Cari Admin Media Sosial dengan Gaji Fantastis

Published

on

Ratu Elizabeth II

Geosiar.com, Inggris – Ratu Elizabeth II dikabarkan sedang membuka lowongan pekerjaan untuk ditugaskan di Istana Buckingham. Lowongan tersebut ialah ditempatkan sebagai Digital Communications Officer, yang bertugas mengatur citra Ratu di mata publik.

Dikutip dari laman situs Royal Household, tugas itu termasuk pula bekerja dengan tim kecil yang nantinya akan membuat konten di media sosial seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Juga meneliti dan menulis artikel.

Nantinya, konten yang diciptakan berdasarkan hasil meliput makan malam kenegaraan, upacara penghargaan dan acara kerajaan.

Hal tersebut berpeluang unutk berada dalam satu acara dengan keluarga kerajaan seperti Pangeran William, Kate Middleton, Pangeran Harry dan Meghan Markle, beserta anak-anak mereka.

Sementara untuk syarat yang perlu dipenuhi yakni berfokus pada bidang kreatif.

“Sebagai pengguna media sosial yang percaya diri dan cerdas, kandidat yang ideal adalah inovatif dengan bakat kreatif, serta memiliki keterampilan fotografi, penulisan, dan produksi video yang solid,” keterangan pada laman tersebut, dikutip dari E!News.

Gaji yang ditawarkan untuk pekerjaan inipun cukup fantastis. Ratu menyiapkan upah sekitar 30 ribu poundsterling atau Rp556 juta dengan total waktu kerja 37,5 jam per minggu, dari Senin-Jumat.

Keuntungan lain yang akan didapatkan yaitu kontribusi untuk pensiun senilai 15 persen, cuti tahunan sebanyak 33 hari, termasuk hari libur nasional, makan siang ditanggung, dan akses ke pelatihan serta pengembangan untuk mendukung ke jenjang profesional berkelanjutan.

Continue Reading

Dunia

Korut Minta PBB Bantu Desak AS Kembalikan Kapalnya

Published

on

Ilustrasi Kapal

Geosiar.com, Korut – Korea Utara meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengambil tindakan tegas terhadap Amerika Serikat (AS). Tuntutan itu muncul usai penangkapan kapal kargo milik Korut yang diambil oleh AS.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang diberikan untuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Perwakilan Pyongyang untuk PBB, Kim Song dalam surat itu mengatakan, peristiwa tersebut merupakan tindakan melanggar hukum yang dilakukan AS kepada pihaknya.

“Tindakan perampasan ini jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat memang negara ‘gangster’ yang tidak peduli sama sekali tentang hukum internasional,” tulis surat tersebut, dilansir dari AFP.

Song meminta Guterres agar mengambil tindakan yang tegas dan mendesak AS untuk mengembalikan kapal kargo Wise Honest milik Korut.

“Ini merupakan cara PBB untuk berkontribusi terhadap stabilitas Semenanjung Korea dan membuktikan keberpihakan mereka,” tulis Song.

Washington sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya sudah mengambil alih kapal kargo Wise Honest milik Korut.

Perebutan kapal terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Korut dan AS setelah jalan buntu pembicaraan nuklir dalam KTT Hanoi pada awal tahun ini.

Pyongyang juga diketahui getol melakukan latihan pelemparan rudal jarak pendek dalam beberapa pekan terakhir.

Continue Reading

Dunia

Dokter di Pakistan Diduga Tularkan HIV Kepada Ratusan Anak-anak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Pakistan – Seorang dokter di Pakistan, Muzzafar Ghangharo, diringkus akibat diduga menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) kepada sekitar 400 anak dan 100 orang dewasa.

Insiden ini awalnya ketika Ghangharo yang positif mengidap AIDS, diduga menularkan penyakit itu kepada pasien-pasiennya pada awal April lalu. Kini aparat masih menyelidiki kasus itu.

Berdasarkan laporan dari Kepala Program Pengendalian AIDS di provinsi Sindh, Sikandar Memon, para petugas sudah memeriksa sekitar 13,800 penduduk Larkana. Hasilnya pun mengejutkan karena sekitar 410 anak-anak dan 100 orang dewasa dinyatakan positif terjangkit HIV.

“Kami sangat terpukul saat mengetahui bahwa putra kami positif HIV,” ungkap Rehmat Bibi, ibu dari Ali Raza (10) yang dinyatakan mengidap AIDS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/5/2019).

Bibi mengatakan bahwa Raza menjadi satu-satunya dari seluruh anggota keluarga yang positif terserang HIV.

Ia menjelaskan, awalnya tidak ada yang aneh saat putranya itu mengalami demam. Saat dilarikan ke Rumah Sakit, dokter hanya memberikan resep obat sirup paracetamol untuk Raza dan memberitahu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun Bibi panik ketika mendapat informasi bahwa sejumlah anak yang mengalami demam di desa-desa dekat ia tinggal dinyatakan positif HIV. Setelah menjalani uji laboratorium, pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa putranya termasuk dalam 500 orang, dengan mayoritas anak-anak, yang terkena HIV.

Kementerian kesehatan Pakistan telah melaporkan sekitar 23,000 kasus terkait penularan HIV. Petugas kesehatan Pakistan juga menginformasikan virus HIV sudah sering disebarkan ke seluruh wilayah melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com