Connect with us

Dunia

Trump Respons Uji Coba Rudal Korut: Tak Ada yang Senang dengan Itu

Published

on

Kim Jong Un mengawasi uji coba rudal Korea Utara.

Geosiar.com, Washington – Uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara (Korut) dalam pekan ini meresahkan sejumlah pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Dilansir dari AFP, Jumat (10/5/2019), Trump mengatakan bahwa tidak ada pihak yang senang terkait peluncuran rudal-rudal jarak pendek tersebut.

“Tak ada yang senang dengan itu,” kata Donald Trump kepada awak media di Gedung Putih, dilansir dari AFP, Jumat (10/5/2019).

Trump pun mengatakan, otoritas AS akan terus mengamati dengan sangat serius peluncuran rudal-rudal jarak pendek tersebut.

“Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya tahu mereka ingin bernegosiasi, mereka sedang membicarakan tentang negosiasi. Namun saya pikir mereka belum siap untuk bernegosiasi,” imbuh Trump.

Uji coba rudal tersebut dilaporkan dari kantor Kepala Staf Gabungan pada militer Korea Selatan (Korsel). Mereka mengatakan ada dua rudal yang diluncurkan Korut pada Kamis (9/5/2019), yakni sekitar pukul 16.29 waktu setempat dan pukul 16.49 waktu setempat.

“Korea Utara menembakkan apa yang tampak sebagai dua rudal jarak pendek,” tutur Kepala Staf Gabungan Seoul, seperti dilaporkan AFP, Jumat (10/5/2019).

Peluncuran rudal tersebut merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir. Uji coba rudal pertama dilakukan pada Sabtu (4/5/2019) lalu sehingga meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Sementara, uji coba kedua dilakukan pada Kamis (9/5/2019) kemarin, beberapa jam setelah Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, tiba di Seoul dalam rangka mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Korea Selatan.

Kedua misil ditembakkan dari barat laut kota Kusong menuju ke arah timur Korut. Tercatat, daya jelajah senjata roket itu mencapai jarak hingga 420 km (260 mil) dan 270 km, dan mencapai ketinggian sekitar 50 kilometer sebelum jatuh ke lautan.

Korut menegaskan, dalam pernyataan terbaru pada Rabu (8/5/2019) waktu setempat, bahwa uji coba pekan lalu merupakan uji coba rutin dan bersifat mempertahankan diri.

Dunia

Pasien Virus Corona di Rusia Bertambah 270, Jadi 1.534 Orang

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Rusia – Otoritas Rusia pada mengumumkan sebanyak 270 kasus baru virus corona pada Minggu (29/3/2020). Dengan demikian, total ada 1.534 pasien virus corona atau COVID-19 yang tengah dirawat di Negara Beruang Merah itu.

Otoritas mengumumkan dalam keterangannya, dari total kasus virus corona yang terjadi di Rusia, sebanyak 15 pasien telah sembuh. Dalam 24 jam terakhir, ada empat pasien yang meninggal.

“Sampai Minggu ada 1,534 kasus virus corona yang didaftarkan ke Federasi Rusia. Dalam 24 jam terakhir, ada 15 pasien yang sudah boleh pulang (keluar dari rumah sakit). Secara keseluruhan, ada 64 pasien yang sudah sembuh. Pada hari ini, ada empat kasus yang berakhir dengan kematian sehingga total sudah delapan pasien yang meninggal karena virus corona,” tulis otoritas Rusia, seperti dilansir dari tempo.co.

Guna upaya menekan penyebaran virus corona, Rusia sudah menghentikan sementara masuknya WNA. Selain itu juga menutup wilayah lalu-lintas udara dan darat. Kini otoritas di Rusia tengah mempertimbangkan perluasan larangan bepergian bagi warga Rusia di dalam negeri.

Menurut Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat memperlihatkan virus corona sudah menyebar di 177 negara dan teritorial. Data memperlihatkan pula ada lebih dari 666.200 kasus virus corona total di seluruh dunia.

Dari jumlah itu, sebanyak 30.800 kasus berakhir dengan kematian dan 141.700 pasien dinyatakan sembuh.

Continue Reading

Dunia

AS Umumkan Kematian Bayi Pertama Terinfeksi Covid-19

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, AS – Seorang bayi di Chicago, Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninggal dunia lantaran terinfeksi virus corona COVID-19 pada Sabtu (28/3/2020).

Direktur Departemen Kesehatan Illinois, Dr Ngozi Ezike menyebut ini sebagai kejadian langka karena selama ini virus sering dianggap ‘jinak’ pada anak-anak.

“Sebelumnya tidak pernah dilaporkan kematian yang berkaitan dengan COVID-19 pada bayi,” ujar Dr Ngozi seperti dilansir dari Live Science, Minggu (29/3/2020).

“Investigasi sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Kita harus melakukan segala upaya untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini. Tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tapi juga orang di sekitar kita,” tambah dia.

Namun kini terkait informasi lebih rinci soal bayi yang meninggal di AS masih belum dipublikasikan karena proses investigasi masih berlangsung. Akan tetapi menurut laporan di New England Journal of Medicine (NEJM) ini bukan kasus pertama pasien anak-anak yang terinfeksi virus corona meninggal.

Pada 18 Maret lalu seorang bayi berusia 10 bulan di China meninggal dunia setelah dirawat selama empat minggu di Wuhan Children’s Hospital.

Seiring berkembangnya pandemi, beberapa kelompok peneliti mulai melihat bahwa tidak ada kelompok usia yang benar-benar kebal terhadap virus. Hanya saja, data menunjukkan gejala yang lebih parah banyak muncul pada pasien yang berusia lanjut.

Continue Reading

Dunia

Rihanna Terus Salurkan Sumbangan untuk Tenaga Medis Virus Corona

Published

on

Rihanna

Geosiar.com, Seleb – Penyanyi Rihanna masih terus menyalurkan sumbangan untuk melawan virus Corona atau Covid-19. Kali ini, dia mendonasikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis.

Dikutip dari CBS News pada Sabtu (28/3/2020), tenaga medis di sejumlah rumah sakit di New York juga kekurangan APD. Mereka kewalahan menangani pasien yang terus berdatangan. Seperti diketahui, jumlah kasus virus Corona di Amerika Serikat juga yang tertinggi di dunia.

Melalui organisasi nonprotifnya, yakni Clara Lionel Foundation, Rihanna memberikan sumbangan ke beberapa rumah sakit di New York. Hal tersebut disampaikan Gubernur New York, Andrew Cuomo.

“Aku ingin berterimakasih kepada Rihanna dan Rihanna Foundation atas donasi alat pelindung diri untuk New York,” kata Cuomo di Twitter.

Sebelumnya, Rihanna juga sempat menyumbangkan 5 juta Dollar melalui beragam organisasi. Donasinya itu ditujukan untuk bank makanan di AS, mempercepat tes Corona, hingga untuk negara-negara seperti Haiti dan Malawi.

Tak hanya Rihanna, banyak juga artis Hollywood yang memberikan sumbangan dalam jumlah besar terkait Corona. Misalnya Angelina Jolie, ia mendonasikan senilai Rp 16 miliar untuk anak-anak yang terdampak virus berpotensi mematikan ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com