Connect with us

Ekonomi

Menko Perekonomian Optimis Bisa Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% di 2019

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ‎Darmin Nasution optimis Indonesia bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen yang ditetapkan APBN 2019.

Darmin mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2019 mencapai 5,07 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding triwulan I-2018, yakni 5,06 persen.

“Sebenarnya pertumbuhan kita yang pertama kemarin itu tidak turun lho triwulan I-2019 dibanding triwulan I tahun lalu,” tutur Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (10/5/2019).

Dengan peningkatan tersebut, Darmin percaya Indonesia masih bisa mengikuti siklus pertumbuhan seperti tahun lalu, namun perlu upaya sedikit lebih tinggi daripada triwulan I-2019.

“Sehingga kita masih bisa mengikuti siklus seperti tahun lalu asal kita bisa lebih dorong sedikit lebih tinggi daripada triwulan I-2019. Kita bisa capai 5,3% itu,” imbuh Darmin.

Lebih lanjut, Darmin memaparkan strategi yang bisa dilakukan guna mencapai target 5,3 persen tersebut.

“Kita betul-betul sedang mengkaji bagaimana mendorong ekspor. Sebetulnya apa yang diputuskan di perindustrian, yakni 4.0 itu kalau diperhatikan prioritasnya itu bukan suatu yang muluk-muluk, bukan kebetulan.” papar Darmin.

Kemudian, Darmin menekan pemerintah untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) dan perbaikan tata kelola pertanahan.

“Ketiganya adalah persoalan yang perlu dibenahi dari dulu. Kita bukan sekedar mengejar pertumbuhan, tapi juga mendorong pemerataan,” ujar Darwin.

“Kita lakukan itu, kemudian yang penting sebenarnya kita kan praktis tidak lagi menambah infrastruktur strategis. Tahun ini oke bisa 5,3 persen tapi tahun depan mesti bisa lebih tinggi,” tandas Darmin.

Advertisement

Ekonomi

Bulog Ancam Pecat Pegawai yang Terlibat Kasus BNPT

Published

on

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas).

Geosiar.com, Jakarta – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah menyelidiki tindak kejahatan dalam penyaluran program Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) yang merugikan masyarakat penerima beras miskin (raskin). Jika mendapati pegawainnya melakukan penyalahgunaan kewenangan, Bulog menyatakan tak segan untuk menindak tegas oknum tersebut.

“Pasti (dipecat). Enggak usah dipecat, kalau perlu kita bunuh. Bunuh karirnya maksudnya ya,” tegas Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Lebih lanjut, Buwas menegaskan bahwa dirinya juga tidak segan untuk memutus karir pegawai Bulog yang ikut terlibat mempermainkan BNPT. Untuk menyelidiki kasus ini, Buwas mengaku sudah mengerahkan tim satuan petugas (satgas) pangan untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Nanti saya sedang koordinasikan dengan satgas pangan. Setelah kita nanti paparkan ke semuanya, keseluruhannya nanti akan disikapi oleh satgas pangan terserah nanti dari kepolisian sendiri. Kalau itu mau kerja sama sama kejaksaan sama KPL ya silahkan, karena saya yakin ini akan larinya ke atas karena ini pasti ada kebijakan,” lanjut dia.

Kendati demikian, Buwas enggan menduga-duga siapa pihak atas yang dimaksudkannya, sebab ia menekankan bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan.

“Penyidikan itu proses ya. Pembuktian, arahnya ke mana, kita lihat saja nanti. Karena kan tidak mungkin seorang bawahan berani berbuat tanpa ada hubungannya dengan yang lebih atasnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Buwas membongkar kedok kejahatan yang dilakukan oleh penyalur Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dengan mengajak penerima bantuan tidak membeli beras perusahaan pelat merah itu. Selain itu, penyalur BPNT diduga memberikan beras kepada penerima bantuan yang tidak sesuai harganya. Hal seperti ini dinilai sangat merugikan Perum Bulog.

Continue Reading

Ekonomi

Menkeu Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia

Published

on

Kebakaran yang terjadi di pabrik minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi.[Foto: REUTERS/Arabnews]

Geosiar.com, Jakarta – Kenaikan harga minyak dunia sebagai dampak dari penyerangan terhadap dua kilang minyak milik Saudi Aramco pada Sabtu lalu patut diwaspadai. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Gangguan ini akan menimbulkan kenaikan harga,” ujar Sri Mulyani, Senin (16/9/2019).

Penyerangan terhadap kilang minyak tersebut berimbas pada harga minyak Indonesia karena Saudi Aramco merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arab Saudi, yang dikenal sebagai negara penyuplai minyak mentah terbesar di dunia, termasuk Indonesia.

Serangan itu dikabarkan bisa memangkas 50 persen dari total produksi minyak di Arab Saudi. Apabila pasokan di negara itu semakin menyusut, maka harga minyak dunia bisa melonjak hingga beberapa waktu mendatang, tentunya pada harga di Indonesia.

“Kalau dilihat ini preseden yang belum pernah terjadi, jadi ini menimbulkan dampak kerentanan (dari produksi minyak) akibat munculnya serangan tersebut,” lanjutnya.

Namun, Sri Mulyani masih enggan untuk berspekulasi lebih lanjut mengenai harga minyak mentah yang disebut-sebut akan naik. Ia mengaku akan meminta kejelasan terlebih dahulu kepada Saudi Aramco terkait kemampuan menyuplai kebutuhan dalam jangka pendek.

“Kami harus melihat seberapa cepat mereka pulih, berapa banyak yang bisa disuplai oleh cadangan minyak mereka,” pungkas Sri Mulyani.

Kantor berita AFP melaporkan pada Senin (16/9/2019), harga minyak dunia memang melonjak lebih dari 10 persen. Di mana harga minyak jenis West Texas Intermediate melonjak 10,68 persen menjadi US$60,71 per barel dan Brent naik 11,77 persen menjadi US$67,31 per barel.

Continue Reading

Ekonomi

Awal Oktober, 10 Ribu Ton Daging Sapi Impor Brasil Masuk RI

Published

on

Ilustrasi daging sapi

Geosiar.com, Jakarta – Daging sapi impor asal Brasil dilaporkan akan masuk ke Indonesia pada pekan pertama Oktober 2019. Hal ini disampaikan oleh Manajemen PT Berdikari (Persero), Selasa (10/9/2019).

Direktur Utama PT Berdikari, Eko Taufik Wibowo mengklaim pihaknya telah mendapatkan surat penugasan langsung dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengimpor. Kini, Eko mengatakan pihaknya tengah melakukan proses pengadaan daging sapi tersebut.

“Tim masih di Brasil dan sementara info terbarunya (daging sapi) diharapkan sudah masuk Indonesia sekitar pekan pertama Oktober 2019,” kata Eko, Selasa (10/9/2019).

Untuk proses pengadaan, Eko memprediksi sekitar satu bulan bagi pihaknya untuk melakukan kesepakatan harga dengan pemasok di Brasil sebelum mengirim daging sapi itu ke Indonesia.

“Setelah harga sepakat, mereka (pemasok) baru memproduksi ditambah waktu pengiriman dan lain-lain,” jelasnya.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya mengatakan, izin impor daging sapi sudah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan lalu.

Atas keputusan itu, pemerintah kemudian memberikan izin kepada PT Berdikari yang merupakan salah satu perusahaan pelat merah untuk mengimpor daging sapi dari Brasil sebanyak 10 ribu ton.

Selain Berdikari, ternyata pemerintah juga memberi akses kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk impor sebanyak 10 ribu ton dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 30 ribu ton.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com