Connect with us

Korupsi

Pengadilan Tipikor Vonis 7 Anggota DPRD Sumut Terkait Suap Eks Gubsu

Published

on

Pembacaan vonis terhadap tujuh anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014 di Sidang pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis tujuh anggota DPRD Sumatera Utara (DPRDSU) periode 2009-2014 karena terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumatera utara, Gatot Pujo Nugroho.

Vonis tersebut berupa empat tahun penjara yang dijatuhi kepada enam terdakwa yakni, anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pasiruddin Daulay, anggota fraksi Partai Hanura Elezaro Duha, anggota fraksi PDI-Perjuangan Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, serta dua anggota fraksi Partai Demokrat Tahan Manahan Panggabean dan Tunggul Siagian.

“Mengadili, menyatakan terdakwa pertama Pasiruddin Daulay, terdakwa ke-2 Elezaro Duha, terdakwa ke-3 Tahan Manahan Panggabean, terdakwa ke-4 Tunggul Siagian, terdakwa ke-5 Fahru Rozi, dan terdakwa ke-6 Taufan Agung Ginting terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa 1, 2, 4, 5, 6, 7 selama empat tahun ditambah denda masing-masing Rp200 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama tiga bulan,” vonis Ketua Majelis Hakim Hastoko di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Sementara satu orang lainnya, bernama Musdalifah, menerima vonis enam tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan. Vonis terhadap ketujuh terdakwa itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

“Hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa, tidak mendukung program pemberantasan korupsi, terdakwa Musdalifah tidak mengakui dan tidak mengembalikan uang yang diterima. Hal yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum. Terdakwa 1, 2, 4, 5, 6, 7 menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan telah mengembalikan sebagian uang yang diperoleh dari tindak pidana,” lanjut Hakim Hastoko.

Sebagai informasi, ketujuh terdakwa terbukti telah menerima uang suap dari Gubernur Sumatera Utara periode 2011-2015, Gatot Pujo Nugroho dengan jumlah bervariasi.

Pasiruddin Daulay menerima senilai Rp 127,5 juta, Elezaro Duha menerima Rp 515 juta, Musdalifah menerima Rp 477,5 juta, Tahan Manahan Panggabean menerima Rp 1,035 miliar, Tunggul Siagian menerima Rp 577,5 juta, Fahru Rozi menerima Rp 397,5 juta, serta Taufan Agung Ginting menerima Rp 442,5 juta.