Connect with us

Daerah

Penangkapan 5 Pelaku Money Politik Oleh Polres Karo Diduga Salahi Prosedur Dan Etika

Published

on

Kantor Sekertariat Gakkumdu disamping Kantor Bawaslu Kabupaten Karo dikabanjahe

Geosiar – Kabanjahe – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait dugaan adanya tindak pidana politik uang yang terjadi didaerah kecamatan Tigabinanga dan Polres Karo amankan beberapa orang laki laki yang diduga sebagai pelaku dan diamankan bersama barang bukti, senin (15/4) yang lalu, dan kini disinyalir akan berbuntut panjang karena diduga menyalahi prosedur dan etika sebagai pengawas pemilu langsung melakukan penangkapan tanpa melalui proses dan tahapan yang seharusnya dipedomani.

Pasalnya berdasarkan informasi yang selanjutnya dibenarkan oleh Kapolres Karo melalui Kasat Reskrim polres Karo AKP Ras Maju Tarigan diruang kerjanya mengatakan “Benar ketua Bawaslu kabupaten Karo sudah membuat Laporan Polisi di SPKT polres karo dengan no Lp 269 tertanggal 8 Mei 2019, untuk selanjutnya kita akan proses dulu, ucap Tarigan.

Ketua Dewan Pinpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Karo Corry Srywati Sebayang saat dikonfirmasi diruang Kerjanya menjelaskan, kamis (9/5) menyebutkan sebelumnya Polres Karo lebih dahulu melakukan penangkapan secara langsung terhadap 5 orang yang diduga melakukan tindak pidana pemilu (moneypolitik) didaerah kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo – Sumatra utara.

Ketua ranting gerindra Tigabinanga yang sedang membawa uang untuk saksi partai sebesar 11 juta ditangkap hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja, dan pihak Bawaslu serta Panwaslu tidak turut serta didalam kegiatan penangkapan, saya juga berharap agar pihak kepolisian bersama Gakkumdu berani memperjelas dan mempublikasikan dimana Tempat penangkapan serta saat melakukan kegiatan apa sehingga harus dilakukan penangkapan, pinta Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karo.

Lanjutnya, berdasarkan informasi diberbagai media bahwa Tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Karo sukses mengungkap dua tindak Pidana Pemilu melalui Oprasi Tangkap Tangan (OTT) dan langsung melakukan Pemaparan dimapolres Karo, ini sudahlah patut kita duga tidak lagi sesuai dengan prosedural cara kerja Gakkumdu sesuai amanah peraturan yang ada.

Pihak kepolisian dengan semangat mengekspose kejadian ini dan disiarkan melalui media televisi dengan mengabaikan prosedur dan tahapan yang ada, sesungguhnya itu tidak boleh terjadi karena belum melalui tahapan tahapan yang diamanahkan undang undang dan peraturan tentang penanganan tindak pidana pemilu, pengeksposan ini dapat menciderai nama baik partai gerindra nantinya, ujar Corry Sebayang.

Lebih aneh lagi, mengapa Polres Karo melakukan Konference Pers dimapolres karo, dan tidak dilakukan di kantor sekertariat Gakkumdu serta tanpa dihadiri oleh unsur unsur yang tergabung didalam Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) seperti pihak kejari karo yang tidak terlihat hadir, serta penangkapan dan pengamanan yang dilakukan polisi dari polres tanahkaro patut diduga “Cacat Hukum” dan melanggar etika.

Tambahnya lagi, saat konference pers dilakukan terkait hasil tangkapan polres karo di kantor polres karo kabanjahe, Ketua Bawaslu Kabupaten Karo Eva Juliani yang hadir dalam pemaparan menjelaskan kepada media ” terkait temuan ini, kami sudah periksa terhadap kelimanya dan kita nyatakan sudah memenuhi syarat untuk dilakukan register dan direkomendasikan untuk dibuatkan laporan polisi (lp)” agar dapat diproses secara praturan dan perundang undangan hingga sampai tahap putusan dipengadilan, tegas Ketua Bawaslu. ucap ketua DPC Gerindra Karo

Padahal setelah penangkapan oleh petugas dari Polres Karo barulah dilakukan tahapan klarifikasi hingga pelaporan ke SPKT Polres Karo tertanggal 8 mei 2019, seharusnya dalam menerima Laporan/Temuan, Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota harus didampingi dan dibantu oleh Penyidik Tindak Pidana Pemilihan dan Jaksa yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu.

Pihak kepolisian yang tergabung dalam Gakkumdu juga seharusnya untuk melakukan Pendampingan tindakan identifikasi, verifikasi, dan konsultasi terhadap laporan/temuan tersebut dengan melepaskan wewenang dari instansi sebelumya, dan selanjutnya Pengawas Pemilu didampingi oleh anggota Sentra Gakkumdu melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan saksi terlebih dahulu.

Kenapa pihak Kepolisian harus langsung melakukan penangkapan, kam tanyalah pihak polres karo, apakah ini Oprasi Tangkap Tangan (OTT) seperti pidana umum lainya dan ataukah ini harus melalui proses penegakan tindak pidana pemilu melalui tahapan dan proses yang sudah ditetapkan oleh aturan dan peraturan, jelas cory.

Pengamat Pelaksanaan Pemilu dikabupaten Karo, Surya Girsang dikabanjahe saat dimintai menanggapi permasalahan ini, kamis (9/5) mengatakan ” Penyidik Tindak Pidana Pemilihan yang ditunjuk seharusnya terlebih dahulu melakukan Penyelidikan setelah Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota mengeluarkan Surat perintah Tugas untuk melaksanakan Penyelidikan yang dilanjutkan Penyidik Tindak Pidana Pemilihan mengeluarkan surat Perintah Penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Tugas.

Lanjutnya, didalam Pembahasan Pertama Gakkumdu diwajibkan harus melakukan Pembahasan atas laporan tersebut 1 (satu) hari setelah tanggal diterimanya laporan/temuan untuk menemukan peristiwa pidana Pemilihan, serta mencari dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan pasal yang akan disangkakan terhadap peristiwa yang dilaporkan untuk ditindaklanjuti dalam proses kajian pelanggaran Pemilihan oleh Pengawas Pemilu dan hasil Penyelidikan oleh Penyidik Tindak Pidana Pemilihan.

Pengawas Pemilu harusnya tidak langsung melakukan penangkapan, mereka dapat mengundang Pelapor, Terlapor, Saksi, dan/atau Ahli untuk dimintakan keterangan dan/atau klarifikasi, dimana keterangan tersebut dilakukan di bawah sumpah dan dituangkan ke dalam Berita Acara Klarifikasi, dan bila laporan/temuan telah memenuhi unsur Tindak Pidana Pemilihan, barulah dapat memutuskan untuk melanjutkan laporan/temuan ke tahap Penyidikan, jelas Surya.

Sekedar mengingatkan, baca : www.geosiar.com 5 Pelaku Politik Uang Untuk Caleg Dari Partai Gerindra Ditangkap Polres Karo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karo Eva Juliani yang hadir dalam pemaparan menjelaskan terkait temuan ini, kami sudah periksa terhadap kelimanya dan kita nyatakan sudah memenuhi syarat untuk dilakukan register dan direkomendasikan untuk dibuatkan laporan polisi (lp) agar dapat diproses secara praturan dan perundang undangan hingga sampai tahap putusan dipengadilan, tegas Ketua Bawaslu./Edy surbakti.

Advertisement