Connect with us

Sumut

Limbah Pabrik STS Diduga Cemari Sungai Sergai, Ribuan Ikan Mati

Published

on

Kondisi pinggiran Sungai Rampah yan diduga sebagai tempat pembuangan limbah pabrik PT SIS. (Foto: Geosiar.com)

Geosiar. com, Serdang Bedagai – Bak ‘Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu’ itulah peribahasa yang cocok disampaikan kepada pihak PT Sari Tani Sumatera (STS)  yang berada di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, yang diduga membuang limbah tapioka di sepanjang aliran Sungai Rampah hingga Sungai Bedagai, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sehingga mengakibatkan matinya ribuan ikan.

Tim gabungan Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Sergai dan LSM NGO PMBDS Sergai menemukan pipa yang diduga milik PT STS saat melakukan survei di sepanjang pinggiran Sungai Rampah hingga Bedagai pada Selasa (7/5/2019) lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua NGO PMBDS Sergai yang didampingi Sekretaris Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Sergai, Azwen Fadly SH dalam keterangan pers kepada awak media.

NGO PMBDS mengecam tindakan PT STS yang diduga masih terus membuang limbah pabriknya ke sepanjang aliran sungai di Sergai. Padahal, air sungai Rampah tersebut sering digunakan masyarakat untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Perusahaan ini harus diberikan sanksi yang tegas sesuai Undang- Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup”, tutur Azwen.

Lebih lanjut, NGO PMBDS meminta agar Bupati Sergai, Ir H Soekirman segera menindak tegas pihak PT STS atas kelakuan mereka yang dinilai merusak lingkungan. Tak hanya itu, mereka mengimbau Kepala Dinas Lingkungan Hidup ikut serta melihat keluhan masyarakat. Mereka meminta agar izin operasional perusahaan segera dicabut.

“Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di bawah komando Ibu Siti Nurbaya didesak segera memberikan tindakan tegas terhadap PT STS yang sudah merusak Lingkungan Hidup, izin operasional perusahaan tersebut harus segera dicabut supaya tidak beraktifitas lagi dan tidak membuang limbah ke sungai.” harap Azwen. (art)