Connect with us

Korupsi

Buktikan Status Tersangka Romahurmuziy, KPK Bawa 2 Koper Dokumen di Praperadilan

Published

on

Tim biro hukum KPK bawa dua (2) koper berwarna hitam dan abu-abu berisi dokumen-dokumen pembuktian dalam sidang praperadilan Romahurmuziy, Kamis (9/5/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, (Foto: detikcom).

Geosiar.com, Jakarta – Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Rommy mengajukan sidang praperadilan terkait status tersangka yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada dirinya atas kasus suap ‘jual-beli’ jabatan di Kementerian Agama.

Sidang Praperadilan itu digelar hari ini, Kamis (9/5/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Untuk membuktikan status tersangka Rommy, tim biro hukum KPK membawa dua (2) koper berwarna hitam dan abu-abu berisi dokumen-dokumen pembuktian dalam sidang praperadilan tersebut.

Agus Widodo, Hakim tunggal, yang memandu jalannya persidangan mempersilakan tim biro hukum KPK untuk menyampaikan bukti-bukti dokumen tersebut.

“Hari ini pembuktian dari termohon,” kata hakim Agus saat persidangan berlangsung.

Mendengar instruksi hakim, seorang anggota tim biro hukum KPK memperlihatkan tumpukan dokumen yang ada di dalam kedua koper tersebut ke hadapan hakim.

Hingga saat ini, pemeriksaan dokumen-dokumen itu masih berlangsung. Dokumen-dokumen itu diperiksa satu per satu oleh hakim dan disaksikan pihak kuasa hukum Rommy.

Seperti diketahui, Rommy mengajukan sidang praperadilan meminta hakim tunggal menyatakan status tersangkanya di KPK tidak sah. Melalui pengacaranya, Rommy menilai penetapan tersangkanya di KPK tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Petitum permohonan itu dibacakan di PN Jaksel pada Senin (6/5/2019).

Rommy resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terbukti sah dan sesuai dengan ketentuan hukum. Rommy terkena OTT KPK, menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Muh Muafaq Wirahadi pada 15 Maret 2019 di Hotel Bumi Surabaya City Resort terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama.