Connect with us

pemilu 2019

Tak Terima Jokowi Menang, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan Pleno

Published

on

Suasana hari terakhir Rapat Pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara tingkat Provinsi Bangka Belitung, Selasa (7/5/2019). (Foto: Bangkapos.com)

Geosiar.com, Bangka Belitung – Saksi dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak untuk menandatangani berita acara hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Hal ini terjadi karena berdasarkan hasil rekapitulasi suara, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan suara 495.729. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mengantongi 288.235 suara.

“Kami keberatan menandatangani berita acara pleno dan ini atas instruksi Partai Gerindra agar para saksi untuk tidak menandatangani berita acara pada rapat pleno terbuka tingkat provinsi ini,” tutur saksi dari Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suwarno usai rapat pleno digelar, Selasa (7/5/2019).

Ketua KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Davitri, mengatakan hasil rekapitulasi tersebut sah dan mengharapkan agar saksi dapat berbesar hati menerima hasil rapat pleno. 

“Kami berharap para saksi dapat menerima hasil pleno ini, agar proses pembacaan hasil rekapitulasi untuk DPD, DPR, DPRD provinis, kabupaten dan kota bisa dilanjutkan,” imbuh Davitri.

Sebagai informasi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebar sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur, dengan jumlah pemilih sebanyak 806.891 suara. Dari rapat pleno diketahui, surat suara sah sebanyak 783.964 dan tidak sah sebanyak 22.927 suara.

Rapat pleno ini dihadiri oleh semua Komisioner KPU tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, juga dihadiri Ketua Bawaslu provinsi Bangka Belitung Edi Irawan dan dikawal langsung oleh pihak kepolisian.