Connect with us

Korupsi

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Plt Dirut PLN

Published

on

Plt Dirut PLN, Muhammad Ali. (Foto: dok. istimewa)

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) memanggil Plt Direktur Utama PT PLN (Persero), Muhamad Ali sebagai saksi Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif, Sofyan Basir terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menyebut ada 6 orang dipanggil KPK sebagai saksi untuk Sofyan Basir, yakni Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Muhamad Ali, pihak swasta Mahbub, Mustafal, serta Rochmat Fauzi, Anggota DPRD Temanggung Slamet Eko Wantoro, dan Direktur PT Global Energi Manajemen Mah Riana.

“Iya diperiksa sebagai saksi SFB (Sofyan Basir),” tutur Yuyuk Andriati kepada awak media, Selasa (7/5/2019).

KPK pernah memanggil Muhamad Ali pada 3 Mei 2019 lalu sebagai saksi Sofyan Basir, akan tetapi dia berhalangan hadir sehingga KPK melakukan penjadwalan ulang pemeriksaan kepada dirinya.

Seperti diketahui, Sofyan Basir telah ditetapkan sebagai tersangka suap proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau-1 yang juga melibatkan mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Ketiga orang tersebut sudah terlebih dahulu diproses oleh KPK.

KPK menduga Sofyan memiliki peran penting dalam memuluskan rencana proyek pembangunan PLTU tersebut kepada tersangka lainnya. Berdasarkan penyidikan sementara KPK, Sofyan berperan untuk memerintahkan bawahannya dalam pengawasan kesepakatan proyek PLTU Riau-1 agar cepat direalisasikan. Sofyan pun disebut hadir dalam berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan perihal pembahasan proyek ini.

Sejauh ini, ada lima orang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1 yakni Eni Saragih, Johanes Kotjo, Idrus Marham, Samin Tan, serta terakhir Sofyan Basir.