Connect with us

Nasional

Saksi Sebut Ratna Sarumpaet Stres Sempat Ingin Bunuh Diri

Published

on

Ratna Sarumpaet (bbc.com)

Geosiar.com, Jakarta – Terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet mengaku stres hingga sempat ingin bunuh diri. Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Salah satu saksi fakta yang dihadirkan di persidangan hari ini,
Cahaya Nainggolan yang menyampaikan hal itu. Ia merupakan staf Ratna Sarumpaet.

Jaksa penuntut umum awalnya bertanya kepada Cahaya bagaimana mengetahui Ratna mengalami depresi. Dia mengaku mengetahui hal itu dari obat anti-depresan yang dikonsumsi Ratna.

Menurutnya, obat itu serupa dengan yang dikonsumsi oleh anak Ratna, yakni Iqbal. Sebagai staf bagian keuangan, Cahaya sering kali meng-input bon pengeluaran keuangan keluarga Ratna.

“Saya tahu Bang Iqbal konsumsi obat, saya tanya juga. Saya di lingkungan keluarga care juga. Ini obat Bang Iqbal pengeluaran cukup besar. Ini obat Anti-depresan,” jelasnya.

Cahaya pun mengaku berkali-kali mendengar keluhan ibu dari Atiqah Hasiholan itu.

Beberapa waktu sebelum konferensi pers mengenai wajahnya yang lebam, Ratna dinilai mengalami perubahan sikap. Dia menjadi orang yang lebih emosional dan sering marah-marah.

“Beliau emosinya sering tidak stabil. Pas saya masuk tidak seperti itu, tapi beberapa hari ke belakang beliau suka marah-marah,” jelas Cahaya.

Seperti diketahui, Ratna sudah didakwa dalam kasus berita bohong. Dia didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana karena dianggap telah menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran.

Ratna juga didakwa dengan Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).