Connect with us

Sumut

Telat Masuk Kerja, Pemprov Sumut Potong Gaji ASN

Published

on

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Kaiman Turnip.

Geosiar.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bakal memotong penghasilan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telat masuk kerja, bahkan yang telat lebih dari 60 menit dianggap tidak bekerja. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kedisipilinan para abdi masyarakat tersebut, khususnya selama menunaikan ibadah puasa.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Kaiman Turnip menegaskan bahwa akan ada pemangkasan gaji dengan gabungan tunjungan sebesar 2,5 sampai 5 persen bagi ASN yang terlambat hadir atau pun tidak masuk kerja.

“Dan mereka yang mencoba tidak hadir akan dilakukan pemotongan, ia tidak datang satu hari pada hari biasa itu dipotong 2,5 persen dari total tunjangan,” tegas Kaiman Turnip, Senin (6/5/2019).

Saat ditanya mengenai berapa persen jumlah ASN yang hadir pada hari pertama puasa, Kaiman menjawab jika dirinya tidak mengetahui persentase kehadiran itu.

“Gak tahu aku lah, karena semua sistem aplikasi dan langsung tiap-tiap OPD yang bisa mengakses, kalau kami hanya bisa akses BKD saja yang tidak masuk itu berapa, jadi semuanya itu sistem online yang bekerja,” tutur Kaiman Turnip.

Saat ini, Pemprov Sumut memberlakukan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Online sejak 1 November 2018 kemarin. SKP online tersebut merupakan sebuah sistem dengan tujuan mengawal kinerja para ASN dalam menjalankan tugasnya. Para ASN wajib login (masuk ke aplikasi) dan jika diabaikan maka aplikasi itu akan menerbitkan pemberitahuan bahwa yang bersangkutan sedang tidak mengakses aplikasi, yang artinya tidak hadir atau terlambat hadir. Berdasarkan hal itu, maka setiap atasan mengetahui siapa saja anggotanya yang tidak melaksanakan tugas dengan baik.