Connect with us

pemilu 2019

KPU Terapkan Sistem Dua Panel Rekapitulasi Suara Luar Negeri

Published

on

Ilustrasi surat suara pemilihan umum 2019

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan sistem dua panel untuk merekapitulasi suara luar negeri Pemilu 2019. Proses rekapitulasi itu dilakukan secara bersamaan tapi pada dua tempat berbeda, namun masih dalam kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Komisioner KPU, Ilham Saputra menyebut, sistem dua panel dilakukan demi mempercepat proses penghitungan.

“Sejauh ini sudah 14 PPLN (panitia pemilihan luar negeri) ya. Jadi untuk mempercepat kita bagi dua panel. Satu di halaman, satu lagi di ruang rapat utama,” kata Ilham di Kantor KPU, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan masing-masing panel akan merekapitulasi tiga negara, sehingga akan menyelesaikan enam negara secara bersamaan.

“Supaya tidak menunggu terlalu lama, kami buka 6 negara. 3 Negara direkap dipanel 1, dan 3 negara untuk digandakan dipanel 2 atau di lantai bawah,” papar Arief Budiman saat membuka rekapitulasi.

Kedua panel itu, kata Arief, akan dipertanggungjawabkan oleh komisioner KPU yang terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing berisikan tiga orang.

“Panel 1 oleh komisioner KPU Hasyim asyari, Pramono Ubaid Tanthowi dan Viryan Aziz. Panel 2 akan ada Ilham Saputra, Wahyu Setiawan dan Evi Novida Ginting,” papar Arief.

Seperti diketahui, KPU menargetkan akan menyelesaikan rekapitulasi suara dan menetapkan hasil pemilu nasional pada 22 Mei 2019 mendatang. Namun untuk luar negeri saja, KPU baru mampu merampungkan 14 PPLN selama dua hari dari target 52 PPLN, yang dimulai pada Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Oleh karena itu, baik KPU maupun Bawaslu memutuskan untuk menggunakan dua panel atau lebih dalam merekapitulasi suara luar negeri maupun nasional nantinya.